
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, mengajak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkuat kerja sama dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional Indonesia, khususnya di sektor kesehatan, pendidikan, dan pembangunan manusia.
Ajakan tersebut disampaikan Sugiono saat memberikan pidato kunci dalam peringatan Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UN Day yang berlangsung di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Sugiono menegaskan bahwa penguatan kemitraan dengan PBB diperlukan untuk meningkatkan sistem dan kapasitas layanan publik agar berbagai program pemerintah dapat berjalan optimal serta menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan sejumlah capaian dan program pembangunan nasional, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, Makan Bergizi Gratis (MBG), pengembangan fasilitas kesehatan, hingga peningkatan akses pendidikan.
"PBB dapat membantu memperkuat sistem dan kapasitas yang mendukung penyelenggaraan berbagai layanan tersebut," kata Sugiono.
Menurutnya, dukungan PBB diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan berbagai program berskala besar sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam menghadapi tantangan pembangunan.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, MBG Capai 57 Juta Penerima
Sugiono mengungkapkan bahwa program pemeriksaan kesehatan gratis yang dijalankan pemerintah telah menjangkau lebih dari 100 juta orang di berbagai wilayah Indonesia.
Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemeriksaan kesehatan sekaligus memperkuat pelayanan kesehatan nasional.
Selain pemeriksaan kesehatan gratis, pemerintah juga mencatat perkembangan program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau sebanyak 57 juta orang.
Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi bagi kelompok penerima manfaat.
Di bidang infrastruktur kesehatan, Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengembangkan sebanyak 441 rumah sakit daerah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah.
Pengembangan rumah sakit tersebut diarahkan untuk memperkuat ketersediaan fasilitas kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat.
Selain rumah sakit, pemerintah juga menjalankan program renovasi terhadap 10.000 pusat kesehatan masyarakat atau puskesmas.
Renovasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan tingkat pertama yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Sugiono menilai pelaksanaan program kesehatan dalam skala besar memerlukan dukungan sistem, kelembagaan, dan kapasitas pelayanan yang memadai.
Karena itu, ia berharap PBB dapat berkontribusi dalam memperkuat sistem pendukung agar berbagai program kesehatan nasional dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Pemerintah Siapkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Pengembangan 500 Sekolah Rakyat
Selain sektor kesehatan, Sugiono memaparkan berbagai program prioritas pemerintah dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan nasional.
Salah satu program yang disampaikan adalah renovasi sebanyak 300.000 sekolah, termasuk sekolah berbasis agama yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Renovasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai.
Pemerintah juga sedang mengembangkan sebanyak 500 Sekolah Rakyat untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses.
Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada kelompok masyarakat kurang beruntung.
Selain itu, Sugiono menyampaikan rencana pembangunan sebanyak 1.500 Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai bagian dari penguatan sistem pendidikan nasional.
Pemerintah juga menjalankan berbagai langkah untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan memperluas penerapan pembelajaran digital di lingkungan pendidikan.
Penguatan pembelajaran digital menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mendukung perkembangan metode pendidikan yang menyesuaikan kemajuan teknologi.
Dalam lingkup regional, Indonesia turut memperkuat kerja sama pendidikan dengan negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Sugiono menyebut kerja sama dengan PBB sebelumnya telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan akses masyarakat pada keterampilan dan kesempatan belajar sepanjang hayat.
"Dengan dukungan PBB, sebanyak 2,1 juta orang telah memperoleh manfaat dari peningkatan akses terhadap keterampilan dan pembelajaran sepanjang hayat pada 2021," ucap Sugiono.
Capaian tersebut menjadi salah satu contoh kontribusi kemitraan Indonesia dan PBB dalam mendukung pengembangan keterampilan serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Indonesia Dorong Pendekatan One Health untuk Hadapi Pandemi dan Bencana
Sugiono juga menekankan pentingnya membangun masyarakat yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman, termasuk pandemi dan bencana.
Menurutnya, ketangguhan masyarakat perlu didukung melalui pendekatan yang mengintegrasikan berbagai aspek kesehatan dan lingkungan.
Salah satu pendekatan yang digunakan pemerintah adalah One Health, yakni konsep yang menghubungkan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kondisi lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memperkuat deteksi dini dan pencegahan berbagai ancaman kesehatan yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat.
Integrasi ketiga aspek tersebut diharapkan dapat membantu mengenali potensi ancaman sejak dini sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi.
Sugiono menilai PBB memiliki peran penting sebagai mitra Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan dan membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai risiko.
"PBB merupakan mitra dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, kuat, dan tangguh. Oleh karena itu, saya meminta kementerian saya untuk mengoordinasikan berbagai hal dengan seluruh badan PBB yang ada di sini," katanya.
Ia menyampaikan bahwa koordinasi dengan berbagai badan PBB di Indonesia diperlukan untuk memastikan kerja sama dapat mendukung kebutuhan pembangunan nasional secara lebih efektif.
Sugiono Ingatkan Target SDGs 2030 Semakin Dekat
Selain membahas program kesehatan dan pendidikan, Sugiono menyoroti pentingnya percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang ditargetkan tercapai pada 2030.
Menurutnya, waktu yang tersedia untuk mencapai berbagai target pembangunan berkelanjutan semakin terbatas, sementara kemajuan di sejumlah bidang masih belum merata.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu mempercepat pelaksanaan program pembangunan sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Sugiono menilai PBB dapat membantu Indonesia memperkuat pelaksanaan program prioritas, meningkatkan kemampuan institusi, serta mempertemukan berbagai kelompok masyarakat untuk bekerja sama.
"Waktu yang tersedia semakin terbatas, sementara kemajuan yang dicapai masih belum merata. Kami harus mempercepat langkah dan tindakan kami. PBB dapat membantu mendukung program prioritas internasional, memperkuat kelembagaan, serta mempertemukan berbagai komunitas untuk bekerja bersama," ujar Sugiono.
Ia menekankan bahwa percepatan pencapaian SDGs membutuhkan kerja sama yang lebih erat antara pemerintah, lembaga internasional, dan masyarakat.
Penguatan kemitraan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai program pembangunan, mulai dari peningkatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, hingga pengembangan keterampilan masyarakat.
Selain itu, kerja sama dengan PBB juga diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi pandemi dan bencana melalui peningkatan kapasitas kelembagaan serta koordinasi lintas sektor.
Melalui penguatan kolaborasi Indonesia dan PBB, Sugiono berharap pelaksanaan program prioritas nasional dapat berjalan lebih optimal sekaligus mendukung percepatan pencapaian target pembangunan berkelanjutan pada 2030.
- Penulis :
- Leon Weldrick




