HOME  ⁄  Nasional

Enam Murid SLB Indonesia Raih Empat Perak dan Dua Perunggu di Kompetisi Kuliner Internasional BOTC 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Enam Murid SLB Indonesia Raih Empat Perak dan Dua Perunggu di Kompetisi Kuliner Internasional BOTC 2026
Foto: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta Pusat pada Selasa (27/10/2026) mengumumkan sebanyak enam murid sekolah luar biasa (SLB) asal Indonesia berhasil meraih empat medali perak dan dua medali perunggu dalam kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 (sumber: Humas Kemendikdasmen)

Pantau - Enam murid Sekolah Luar Biasa (SLB) asal Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih enam medali dalam kompetisi kuliner internasional Battle of the Chefs (BOTC) 2026 yang berlangsung di Penang, Malaysia, pada 21–24 Oktober 2026.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa keenam murid tersebut berhasil membawa pulang empat medali perak dan dua medali perunggu.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Pembinaan Karakter (Puspreka) Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, yang menyampaikan keterangannya di Jakarta Pusat, Selasa (27/10/2026).

Rusprita menilai partisipasi murid berkebutuhan khusus dalam kompetisi internasional tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengembangkan kompetensi, kreativitas, kepercayaan diri, dan kemandirian.

“Keikutsertaan dalam ajang BOTC 2026 ini tidak semata-mata berorientasi pada raihan penghargaan. Prestasi ini menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan ruang yang inklusif bagi murid berkebutuhan khusus agar dapat menunjukkan kompetensi, mengembangkan kemandirian, dan memperoleh pengakuan atas potensi yang dimiliki,” kata Rusprita.

Enam Murid SLB dari Berbagai Daerah Harumkan Nama Indonesia

Enam murid SLB yang mewakili Indonesia dalam kompetisi BOTC 2026 berasal dari sejumlah sekolah di berbagai daerah dengan kemampuan dan keterampilan kuliner yang mereka tampilkan di tingkat internasional.

Para peserta tersebut adalah Keylla Almayra dari SLB Negeri 1 Bantul, Dinda Aprillia dari SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatra Selatan, serta Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana, Jawa Barat.

Selain itu, terdapat Charisya Apta Maydian Aglind dari SLB Negeri Semarang, Jawa Tengah, Hepi Vania Zendrato dari SLB Negeri 1 Padang, Sumatra Barat, serta Andi Ismira Aulia dari SLB Negeri Tanjung Selor, Kalimantan Utara.

Salah satu peserta, Andi Ismira Aulia yang akrab disapa Mira, mengungkapkan kebanggaannya setelah berhasil mengikuti kompetisi kuliner internasional untuk pertama kalinya sebagai wakil Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Mira bergabung dalam satu tim bersama Hepi Vania Zendrato untuk menampilkan karya kuliner berupa kue bertingkat dua dengan tema bunga atau floral.

Kue tersebut dihiasi dekorasi berbentuk keranjang serta berbagai ornamen bunga yang memperindah tampilan sekaligus memperkuat konsep yang diusung dalam kompetisi.

Bagi Mira, kesempatan tampil dalam BOTC 2026 menjadi pengalaman penting yang mendorong dirinya untuk terus meningkatkan keterampilan dan berani menghadapi tantangan baru.

“Keberhasilan ini menjadi pengalaman berharga, terlebih karena kompetisi tersebut merupakan pengalaman pertamanya di ajang internasional. Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani menghadapi tantangan baru,” kata Mira.

Mira juga berpesan kepada teman-temannya di seluruh Indonesia agar tidak mudah menyerah dalam mengejar prestasi serta terus memiliki keberanian untuk mencoba hal baru.

Kemendikdasmen Siapkan Pendataan Prestasi untuk Pengembangan Talenta Murid

Kemendikdasmen berencana menindaklanjuti keberhasilan enam murid SLB tersebut melalui publikasi prestasi serta penginputan data peserta ke dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta Murid (SIMT).

Langkah tersebut dilakukan untuk mendokumentasikan pencapaian para peserta sebagai bagian dari rekam jejak talenta yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan pendidikan dan keterampilan mereka.

Pendataan melalui SIMT juga diharapkan dapat mendukung pembukaan peluang karier bagi murid berkebutuhan khusus, terutama dalam bidang kuliner yang membutuhkan kreativitas dan keterampilan praktik.

Selain pencatatan prestasi, keikutsertaan dalam kompetisi internasional menjadi kesempatan bagi para murid untuk memperoleh pengalaman, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan kemandirian.

Kemendikdasmen menekankan pentingnya penyediaan ruang kompetisi yang inklusif agar murid berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang setara untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan bakatnya.

Pencapaian empat medali perak dan dua medali perunggu dalam BOTC 2026 sekaligus menjadi bukti kemampuan murid SLB Indonesia untuk bersaing dalam kompetisi keterampilan kuliner di tingkat internasional.

Melalui tindak lanjut pendataan dan pengembangan talenta, prestasi keenam murid tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan keterampilan serta memperluas kesempatan mereka untuk berkarier di bidang kuliner.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026