
Pantau - Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026) menjadi momentum untuk menyoroti perubahan cara masyarakat Indonesia memperoleh informasi, setelah laporan Digital News Report 2026 dari Reuters Institute mencatat 48 persen responden di Indonesia menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama berita.
Angka tersebut meningkat delapan poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya dan menunjukkan semakin besarnya peran platform digital dalam penyebaran informasi.
Perubahan pola konsumsi berita ini menjadi perhatian dalam tulisan opini berjudul "Satu bangsa, berjuta linimasa" karya Wicaksono yang membahas hubungan antara perkembangan teknologi informasi dan pemahaman masyarakat terhadap kehidupan berbangsa.
Dalam tulisannya, Wicaksono menyoroti kemungkinan masyarakat menerima gambaran yang berbeda mengenai kondisi Indonesia karena informasi yang muncul pada masing-masing linimasa digital tidak selalu sama.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 sendiri mengusung tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia".
Reuters Institute Catat 48 Persen Responden Indonesia Andalkan Media Sosial
Laporan Digital News Report 2026 dari Reuters Institute menunjukkan bahwa media sosial dan jaringan video semakin banyak digunakan sebagai jalur utama untuk memperoleh berita.
Sebanyak 48 persen responden di Indonesia menyatakan menggunakan kedua jenis platform tersebut sebagai sumber utama informasi.
Persentase itu naik delapan poin dibandingkan hasil survei tahun sebelumnya.
Namun, data tersebut berasal dari survei daring terhadap responden yang terhubung dengan internet sehingga tidak mewakili seluruh penduduk Indonesia.
Dalam tulisannya, Wicaksono menjelaskan bahwa perubahan tersebut turut memengaruhi cara berita menjangkau masyarakat.
Informasi mengenai peristiwa penting kini hadir berdampingan dengan berbagai jenis konten digital, mulai dari hiburan, iklan, hingga perdebatan politik.
Kondisi tersebut membuat informasi yang memiliki kepentingan publik harus bersaing untuk mendapatkan perhatian pengguna.
Sebanyak 52 Persen Responden Muda Lintas Negara Akses Berita melalui Platform Digital
Perubahan perilaku konsumsi informasi juga terlihat pada kelompok usia muda.
Berdasarkan laporan Reuters Institute yang sama, sebanyak 52 persen responden berusia 18–24 tahun di seluruh pasar yang disurvei menyebut media sosial, jaringan video, dan chatbot kecerdasan buatan sebagai jalur utama memperoleh berita.
Persentase tersebut merupakan hasil survei lintas negara dan bukan angka khusus bagi pemuda Indonesia.
Temuan itu menunjukkan bahwa distribusi berita melalui platform digital menjadi salah satu tantangan bagi perusahaan media dalam menjangkau generasi muda.
Wicaksono menilai penerbitan berita melalui media konvensional maupun digital belum tentu menjamin informasi tersebut sampai kepada kelompok pembaca yang dituju.
Perubahan kebiasaan audiens membuat media perlu memperhatikan cara masyarakat menemukan dan mengakses informasi.
Algoritma Media Sosial Memengaruhi Informasi yang Diterima Pengguna
Dalam tulisan tersebut, Wicaksono juga membahas peran sistem rekomendasi dalam menentukan konten yang muncul pada linimasa pengguna.
Sistem rekomendasi platform digital bekerja menggunakan berbagai sinyal, termasuk perilaku dan aktivitas pengguna.
Interaksi pengguna terhadap konten tertentu dapat memengaruhi jenis informasi yang direkomendasikan berikutnya.
Namun, pilihan konten yang ditampilkan juga dipengaruhi oleh mekanisme platform yang dikelola perusahaan dengan kepentingan bisnis masing-masing.
Wicaksono menyoroti bahwa kondisi tersebut dapat membuat pengguna semakin sering menerima informasi yang sesuai dengan kebiasaan dan pandangannya.
Menurutnya, perbedaan pengalaman masyarakat tidak sepenuhnya disebabkan oleh algoritma karena kesenjangan sosial dan ekonomi telah ada sebelum perkembangan media sosial.
Meski demikian, pengalaman digital dinilai dapat mempersempit kesempatan seseorang untuk menemukan informasi yang berbeda dari keyakinannya sendiri.
Peringatan Sumpah Pemuda Angkat Persoalan Persatuan di Era Digital
Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober menjadi pengingat mengenai komitmen generasi muda dalam membangun persatuan bangsa.
Pada 2026, tema "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia" menekankan nilai kecintaan terhadap bangsa, kegigihan, dan kepedulian sosial.
Dalam tulisannya, Wicaksono menghubungkan nilai-nilai tersebut dengan tantangan memahami pengalaman masyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.
Ia menggambarkan bagaimana dua orang yang berada di tempat sama dapat menerima informasi berbeda mengenai kondisi Indonesia melalui perangkat digital masing-masing.
Perbedaan tersebut dapat mencakup pemberitaan mengenai pembangunan, prestasi nasional, kesulitan mencari pekerjaan, biaya hidup, hingga persoalan lingkungan.
Menurut Wicaksono, pers memiliki peran dalam menghadirkan informasi mengenai kehidupan masyarakat di berbagai wilayah agar dapat dipahami oleh pembaca yang tidak mengalami peristiwa tersebut secara langsung.
Ia juga menyoroti risiko ketika perbedaan pandangan membuat masyarakat semakin sulit memahami alasan pihak lain menyampaikan kritik atau dukungan terhadap suatu kebijakan.
Tulisan tersebut menempatkan perubahan konsumsi informasi sebagai salah satu persoalan yang perlu diperhatikan dalam menjaga pemahaman bersama mengenai kehidupan berbangsa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




