HOME  ⁄  Nasional

BMKG Sebut Kualitas Udara Bengkulu Baik hingga Sedang, Polusi di Kepahiang Melonjak dan Warga Diimbau Pakai Masker

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

BMKG Sebut Kualitas Udara Bengkulu Baik hingga Sedang, Polusi di Kepahiang Melonjak dan Warga Diimbau Pakai Masker
Foto: (Sumber :Kondisi cuaca di Kota Bengkulu, Rabu (28/10/2026). ANTARA/Anggi Mayasari.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kualitas udara di Provinsi Bengkulu secara umum berada dalam kategori baik hingga sedang, tetapi sejumlah wilayah, khususnya Kabupaten Kepahiang, mengalami peningkatan polusi udara akibat kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Enggano Bengkulu Pungky Saiful Akbar mengatakan peningkatan konsentrasi partikel polutan sempat menyebabkan kualitas udara masuk kategori tidak sehat dalam beberapa pekan terakhir.

"Kualitas udara di Provinsi Bengkulu saat ini terpantau dalam kondisi bagus hingga sedang. Jadi memang di beberapa pekan terakhir sempat ada kenaikan masuk kategori tidak sehat yaitu diatas 55,5 µg nm³. Namun itu hanya terjadi secara instan atau hanya beberapa jam," kata Pungky di Kota Bengkulu, Rabu (28/10/2026).

Menurut BMKG, kondisi udara di Kota Bengkulu saat ini masih terpantau cukup baik, sedangkan wilayah yang terdampak asap memerlukan perhatian lebih lanjut.

BMKG Waspadai Peningkatan Polusi Udara pada Pagi Hari

Pungky menjelaskan bahwa sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang, berpotensi mengalami peningkatan konsentrasi partikel debu.

Peningkatan polusi tersebut terutama terjadi pada pagi hari dan dapat mengganggu kesehatan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap memperhatikan kondisi udara di lingkungan masing-masing.

Warga yang terpapar asap atau partikel debu dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

Dinkes Kepahiang Nyatakan Kualitas Udara Tidak Sehat

Pemerintah Kabupaten Kepahiang mengeluarkan imbauan penggunaan masker, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah dan lanjut usia.

Langkah tersebut dilakukan setelah pemeriksaan kualitas udara menunjukkan kondisi yang tidak memenuhi syarat kesehatan akibat kabut asap kiriman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kepahiang Tajri Fauzan mengatakan hasil pengujian di lapangan menunjukkan adanya risiko kesehatan bagi masyarakat.

"Memang benar kualitas udara berdasarkan uji fisik di lapangan saat ini berada pada kondisi yang tidak sehat bagi masyarakat khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak sekolah," kata Tajri.

Dinas Kesehatan Kepahiang meminta siswa dan tenaga pengajar kembali menggunakan masker saat beraktivitas, baik di luar ruangan maupun di dalam kelas.

Masyarakat juga dianjurkan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan hingga kualitas udara kembali normal.

Imbauan tersebut bertujuan mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kadar PM2,5 di SD Negeri 01 Kepahiang Capai 315 Mikrogram

Hasil pemeriksaan kualitas udara di sejumlah lokasi di Kabupaten Kepahiang menunjukkan peningkatan konsentrasi partikel debu halus PM2,5 dan PM10.

Di SD Negeri 01 Kepahiang, konsentrasi PM2,5 tercatat mencapai 315 mikrogram per meter kubik, jauh melampaui nilai baku mutu 25 mikrogram per meter kubik yang disebutkan dalam hasil pemeriksaan.

Sementara itu, konsentrasi PM10 di lokasi yang sama tercatat sebesar 16 mikrogram per meter kubik, masih di bawah nilai baku mutu 70 mikrogram per meter kubik.

Di SMP Negeri 01 Kepahiang, konsentrasi PM2,5 mencapai 62 mikrogram per meter kubik, sedangkan PM10 tercatat sebesar 196 mikrogram per meter kubik.

Kondisi lebih tinggi ditemukan pada parameter PM10 di area luar kompleks Kantor Bupati Kepahiang yang mencapai 583 mikrogram per meter kubik.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa tingkat pencemaran udara berbeda-beda di setiap lokasi pengukuran, dengan sejumlah parameter telah melampaui baku mutu yang disebutkan.

Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Pemerintah Kabupaten Kepahiang meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, khususnya bagi kelompok yang lebih rentan mengalami gangguan pernapasan.

Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas fisik di luar ruangan menjadi langkah pencegahan yang dianjurkan selama kondisi udara belum membaik.

BMKG juga mengingatkan bahwa perubahan kualitas udara dapat terjadi dalam waktu singkat sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan saat beraktivitas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026