HOME  ⁄  Nasional

Khofifah Dorong 1.548 Sekolah di Jawa Timur Jadi Pusat Inovasi Ketahanan Pangan Lewat Program SIKAP

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Dorong 1.548 Sekolah di Jawa Timur Jadi Pusat Inovasi Ketahanan Pangan Lewat Program SIKAP
Foto: (Sumber :Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau hasil Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di salah satu SMA negeri. ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim.)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong sekolah menjadi pusat pembelajaran dan inovasi ketahanan pangan melalui Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang telah diterapkan di 1.548 sekolah di 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur sepanjang 2026.

Program tersebut melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan dalam kegiatan budidaya tanaman pangan serta peternakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia di lingkungan sekolah.

"Program SIKAP memberikan gambaran bahwa penguatan ketahanan pangan nasional dapat dimulai dari lingkungan sekolah dan secara langsung melibatkan seluruh warga sekolah," kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Rabu (28/10/2026).

Khofifah mengatakan program tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap upaya pemerintah pusat mewujudkan swasembada pangan nasional.

Program SIKAP Diterapkan di 1.548 SMA, SMK, dan SLB

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebanyak 1.548 sekolah telah melaksanakan Program SIKAP pada 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 596 sekolah menengah atas (SMA), 759 sekolah menengah kejuruan (SMK), dan 193 sekolah luar biasa (SLB).

Sekolah yang terlibat tersebar di seluruh 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Khofifah menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk mengoptimalkan lingkungan sekolah sebagai tempat produksi pangan sekaligus sarana pembelajaran.

"Program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto difokuskan pada pencapaian swasembada pangan nasional serta penguatan kedaulatan ekonomi rakyat melalui berbagai kebijakan strategis dan sinergi lintas lembaga. Jawa Timur telah memulai dari sektor pendidikan," ujar Khofifah.

Menurutnya, sekolah memiliki potensi untuk mendukung ketahanan pangan tanpa harus memiliki lahan pertanian berskala besar.

Khofifah Minta Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Budidaya Pangan

Khofifah menegaskan bahwa keterbatasan lahan tidak seharusnya menjadi penghalang bagi sekolah untuk menjalankan kegiatan pertanian dan peternakan.

Sekolah dapat menyesuaikan jenis tanaman maupun hewan yang dibudidayakan dengan kondisi lingkungan serta kemampuan masing-masing.

"Ketahanan tidak harus dari lahan luas yang berhektar-hektar, tetapi dapat dimulai dari lahan seadanya yang kita miliki, dari lahan yang ada di sekolah diolah menjadi lebih produktif," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh pengalaman langsung mulai dari menanam, merawat, hingga memanen hasil budidaya.

"Program SIKAP ini mengajarkan tidak hanya pendidik, dan tenaga kependidikan tetapi juga anak-anak untuk bisa membudidayakan tanaman pangan dan hewan ternak yang dimulai di lingkungan sekolah," katanya.

Selain mendukung penyediaan pangan, kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, kreatif, bertanggung jawab, serta peduli terhadap lingkungan.

SIKAP Dukung Pembelajaran Mendalam bagi Siswa

Khofifah menjelaskan bahwa pelaksanaan SIKAP sejalan dengan pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning yang menekankan pemahaman melalui pengalaman nyata.

Melalui praktik pertanian dan peternakan, siswa diharapkan mampu memahami proses produksi pangan sekaligus menghubungkan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

"Belajar bagaimana cara menanam atau membudidayakan tanaman, hewan, bagaimana agar tanaman dan hewan yang dibudidayakan semakin produktif, dan mengambil pelajaran dari nilai-nilai yang tumbuh dari aktivitas bertanam dan beternak," tuturnya.

Khofifah menambahkan bahwa keberlanjutan program memerlukan keterlibatan seluruh warga sekolah, peningkatan kapasitas guru, penguatan kemitraan, dan pengembangan inovasi.

Ia juga mendorong sekolah mengoptimalkan media tanam agar kegiatan budidaya dapat menghasilkan pangan secara berkelanjutan.

"Anak-anak ini harus semangat menjaga, memelihara agar semua bisa terus tumbuh subur dan bisa menghasilkan, bisa untuk suplai di internal sekolah," ucapnya.

Inovasi Ketahanan Pangan Jawa Timur Raih Penghargaan Nasional

Pelaksanaan Program SIKAP mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2026 kategori Innovation for Public Service yang diselenggarakan TV One.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Komjen Pol. (Purn.) Purwadi Arianto kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Aries mengatakan SIKAP merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menyelaraskan inovasi pendidikan daerah dengan prioritas pembangunan nasional.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan pengalaman belajar yang dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Khofifah berharap kegiatan budidaya di sekolah terus dikembangkan sehingga dapat menghasilkan produk pangan yang bermanfaat bagi lingkungan sekolah.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026