HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir Tapanuli Tengah, Kerahkan Alat Berat dan Perkuat Tanggul Sungai

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kementerian PU Percepat Penanganan Banjir Tapanuli Tengah, Kerahkan Alat Berat dan Perkuat Tanggul Sungai
Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara mempercepat penanganan dampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (sumber: Kementerian PU)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, melalui perbaikan dan peninggian tanggul sungai, pengerahan alat berat, serta penyediaan sarana pendukung untuk membantu masyarakat terdampak.

Penanganan banjir tersebut dilaksanakan melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan dan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara dengan mengutamakan keselamatan warga dan perlindungan kawasan permukiman.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat penanganan bencana hidrometeorologi melalui langkah tanggap darurat sekaligus mempersiapkan solusi permanen untuk mengurangi risiko banjir berulang.

"Penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan masyarakat serta meminimalkan dampak terhadap permukiman. Selain penanganan darurat, kami juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi," ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah hulu sungai di kawasan perbatasan Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Bencana tersebut dilaporkan melanda sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Tukka, Kecamatan Badiri, dan Kecamatan Pandan.

Kementerian PU Kerahkan Ekskavator untuk Perbaiki dan Tinggikan Tanggul Sungai

Sebagai langkah penanganan darurat, BBWS Sumatera II Medan mengerahkan satu unit ekskavator standar PC 200 untuk mempercepat pekerjaan perbaikan dan peninggian tanggul sungai di wilayah terdampak banjir.

Pengerahan alat berat tersebut difokuskan pada penanganan tanggul Sungai Tukka di Desa Hutanabolon serta tanggul Sungai Silaga-laga di Desa Sipange, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Perbaikan dan peninggian tanggul dilakukan untuk meningkatkan kemampuan infrastruktur dalam menahan aliran air sungai sekaligus memperkuat perlindungan terhadap kawasan permukiman di sekitarnya.

Selain menangani kedua sungai tersebut, Kementerian PU turut memberikan perhatian terhadap kondisi sistem sungai dan tanggul yang melintasi Kelurahan Bonalumban, Kelurahan Tukka, Kelurahan Hutanabolon, dan Kelurahan Sibuluan.

Pemeriksaan infrastruktur sungai dan tanggul dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan serta mengidentifikasi lokasi yang berpotensi mengalami limpasan air ketika debit sungai meningkat.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar penentuan prioritas penanganan berdasarkan kondisi teknis dan kebutuhan aktual di lapangan.

Langkah ini juga dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan yang dapat mengancam kawasan permukiman dan infrastruktur masyarakat.

Kementerian PU Siapkan Mobil Tangki untuk Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

Selain memperkuat infrastruktur pengendalian banjir, Kementerian PU memberikan dukungan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, khususnya ketersediaan air bersih selama masa pemulihan.

Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tapanuli Tengah untuk menentukan kebutuhan serta mekanisme distribusi air bersih kepada masyarakat.

Melalui koordinasi tersebut, Kementerian PU meminjamkan satu unit mobil tangki air kepada PDAM Tapanuli Tengah untuk membantu penyaluran air bersih kepada warga yang membutuhkan.

Penyediaan mobil tangki air menjadi bagian dari upaya memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap kebutuhan dasar di tengah proses penanganan dampak banjir.

Kementerian PU juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana.

Koordinasi lintas instansi tersebut diperlukan agar distribusi bantuan dan pelaksanaan perbaikan infrastruktur dapat berjalan secara terpadu sesuai kebutuhan masyarakat.

Pemerintah Siapkan Penanganan Permanen untuk Kurangi Risiko Banjir Berulang

Kementerian PU turut mempersiapkan langkah penanganan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan infrastruktur pengendalian banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah.

Rencana penanganan tersebut mencakup pemeriksaan kondisi tanggul, peninjauan alur sungai, identifikasi titik rawan limpasan, serta penyiapan tindakan darurat untuk mengurangi risiko banjir susulan.

Pemeriksaan teknis menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan perbaikan dan penguatan infrastruktur agar pelaksanaannya sesuai dengan kondisi di lapangan.

Penguatan tanggul dan pemeriksaan sistem sungai juga menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi potensi kerusakan akibat peningkatan debit air saat hujan berintensitas tinggi.

Sementara itu, penanganan permanen dipersiapkan untuk meningkatkan kemampuan infrastruktur dalam menghadapi potensi kejadian banjir serupa pada masa mendatang.

Kementerian PU menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi agar seluruh kegiatan penanganan dampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah dapat dilaksanakan secara efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan warga terdampak.

Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat, melindungi kawasan permukiman, mengurangi risiko banjir susulan, serta mempercepat pemulihan fungsi infrastruktur dasar di wilayah terdampak.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026