
Pantau - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong para ilmuwan sosial untuk memperkuat penelitian terhadap kekayaan budaya dan jejak peradaban di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya pelindungan, pelestarian, dan pemajuan kebudayaan Indonesia.
Fadli menilai Sulawesi Selatan memiliki beragam warisan budaya, tradisi masyarakat, serta peninggalan arkeologis yang menyimpan pengetahuan penting mengenai sejarah dan perkembangan peradaban Nusantara.
Hal tersebut disampaikan Fadli saat mengukuhkan Pengurus Himpunan Indonesia untuk Pengembangan Ilmu-Ilmu Sosial (HIPIIS) Sulawesi Selatan periode 2026–2030, sebagaimana disampaikan dalam keterangannya di Makassar, Rabu.
"Masih banyak pekerjaan rumah kita dalam memahami kebudayaan dan perjalanan peradaban di Nusantara," tegas Fadli.
Menurutnya, berbagai peninggalan budaya yang tersebar di Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan, membutuhkan penelitian ilmiah berkelanjutan agar nilai sejarah dan pengetahuan yang terkandung di dalamnya dapat dipahami serta didokumentasikan dengan baik.
Penelitian tersebut juga diperlukan untuk memperkuat landasan pelestarian budaya sekaligus memastikan pengetahuan dan nilai-nilai yang diwariskan masyarakat tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Sulawesi Selatan Dinilai Menyimpan Jejak Peradaban Penting untuk Diteliti
Fadli Zon menyebut Sulawesi Selatan memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan penelitian ilmu-ilmu sosial karena menyimpan berbagai peninggalan arkeologis, tradisi, dan ekspresi budaya yang mencerminkan perjalanan panjang kehidupan manusia.
Keberagaman warisan budaya tersebut membuka peluang bagi para ilmuwan untuk meneliti sejarah manusia, perkembangan masyarakat, pola hubungan sosial, hingga terbentuknya tradisi yang masih bertahan sampai sekarang.
"Masih banyak hal yang dapat kita pelajari dari jejak kehidupan manusia pada masa lalu. Ini perlu menjadi objek penelitian yang mendalam bagi para ilmuwan, termasuk untuk memahami perkembangan masyarakat, hubungan antar-manusia dan ekspresi budaya yang diwariskan hingga hari ini," kata Fadli.
Menurut Fadli, penelitian terhadap jejak kehidupan manusia pada masa lalu dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai perubahan sosial dan budaya yang berlangsung dari generasi ke generasi.
Kajian ilmiah juga dinilai penting untuk menghubungkan pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat masa lampau dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat Indonesia saat ini.
Melalui penelitian yang berkelanjutan, berbagai informasi mengenai sejarah, tradisi, dan pengetahuan lokal diharapkan dapat terdokumentasi secara sistematis serta menjadi rujukan bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Fadli menekankan bahwa penelitian kebudayaan Indonesia perlu menjadikan temuan ilmiah dan konteks lokal sebagai dasar untuk memahami berbagai fenomena sosial yang berkembang di masyarakat.
Fadli Zon Minta HIPIIS Sulawesi Selatan Perkuat Penelitian Berbasis Budaya Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon berharap kepengurusan HIPIIS Sulawesi Selatan periode 2026–2030 dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong pengembangan penelitian dan kajian akademik di bidang ilmu-ilmu sosial.
HIPIIS diharapkan mampu menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya memperkaya pengetahuan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Fadli, pengembangan ilmu-ilmu sosial tidak cukup hanya berfokus pada sejarah dan peninggalan budaya, tetapi juga harus memperhatikan berbagai perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia.
Perkembangan teknologi, perubahan zaman, dinamika hubungan sosial, serta tantangan lingkungan menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam penelitian ilmu-ilmu sosial.
Kajian terhadap berbagai persoalan tersebut diperlukan untuk memahami bagaimana masyarakat beradaptasi dengan perubahan sosial, kemajuan teknologi, dan kondisi lingkungan yang terus berkembang.
Fadli juga menekankan pentingnya mengembangkan penelitian yang berangkat dari persoalan nyata masyarakat serta kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia.
"Kita perlu memperkuat penelitian yang berangkat dari persoalan dan kekayaan bangsa sendiri, sehingga ilmu pengetahuan yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," tegas Fadli.
Melalui pendekatan tersebut, hasil penelitian diharapkan tidak hanya menjadi sumber pengetahuan akademik, tetapi juga dapat digunakan untuk memahami dan menjawab berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.
Penelitian Budaya Diharapkan Perkuat Pelestarian Warisan Nusantara
Fadli Zon menegaskan bahwa penguatan penelitian berbasis kekayaan budaya lokal merupakan bagian penting dalam memperluas pemahaman mengenai sejarah dan perjalanan peradaban Indonesia.
Keterlibatan ilmuwan sosial dinilai diperlukan untuk menggali berbagai pengetahuan yang terkandung dalam peninggalan arkeologis, tradisi, serta ekspresi budaya masyarakat.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat menjadi landasan ilmiah bagi upaya pelindungan, pelestarian, dan pemajuan kebudayaan secara berkelanjutan.
Selain itu, dokumentasi dan pengembangan pengetahuan mengenai warisan budaya juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan nilai-nilai yang diwariskan masyarakat dari masa ke masa.
Fadli berharap HIPIIS Sulawesi Selatan mampu memperkuat kontribusi ilmuwan sosial dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperkaya pemahaman mengenai kebudayaan Nusantara.
Pengembangan penelitian tersebut diharapkan dapat mendukung pelestarian warisan budaya Indonesia serta memastikan kekayaan sejarah, tradisi, dan pengetahuan lokal tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
- Penulis :
- Shila Glorya




