HOME  ⁄  Nasional

Pemprov Kalteng Salurkan 16 Pompa Air dan 160 APD untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Palangka Raya

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Pemprov Kalteng Salurkan 16 Pompa Air dan 160 APD untuk Perkuat Penanganan Karhutla di Palangka Raya
Foto: Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo saat penyerahan bantuan sarpras penanganan karhutla di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPB-PK, Palangka Raya, Rabu 28/10/2026 (sumber: Pemprov Kalteng)

Pantau - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyalurkan bantuan 16 unit mesin pompa air dan 160 paket alat pelindung diri (APD) kepada 16 Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) di Kota Palangka Raya untuk memperkuat kesiapsiagaan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantuan sarana dan prasarana tersebut diberikan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kemampuan petugas dan masyarakat di tingkat kelurahan dalam melakukan pencegahan, pengendalian, serta penanganan dampak karhutla.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan peralatan yang disalurkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembasahan dan pendinginan kawasan yang terdampak kebakaran.

"Alat ini diharapkan bisa digunakan untuk pembasahan dan pendinginan. Dengan bantuan alat ini, kelurahan yang terdampak karhutla dapat melakukan pembasahan pascakebakaran," kata Edy di Palangka Raya, Rabu (28/10/2026).

Menurut Edy, bantuan tersebut juga menjadi bagian dari langkah pemerintah daerah dalam memperkuat mitigasi bencana sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi potensi kebakaran pada masa mendatang.

Sebanyak 16 Kelurahan di Palangka Raya Terima Bantuan Penanganan Karhutla

Setiap kelurahan penerima bantuan mendapatkan satu unit mesin pompa air dan 10 paket alat pelindung diri untuk mendukung kegiatan Tim Serbu Api Kelurahan.

Dengan jumlah penerima sebanyak 16 kelurahan, total bantuan yang disalurkan mencapai 16 unit mesin pompa air dan 160 paket APD.

Mesin pompa air tersebut diharapkan dapat membantu petugas melakukan pembasahan dan pendinginan lahan, khususnya setelah terjadi kebakaran, guna mendukung penanganan pascakarhutla.

Sementara itu, bantuan APD ditujukan untuk menunjang keselamatan anggota TSAK ketika menjalankan tugas pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Sebanyak 16 kelurahan penerima bantuan meliputi Tumbang Tahai, Bereng Bengkel, Kalampangan, Petuk Katimpun, Habaring Hurung, Tanjung Pinang, Menteng, dan Marang.

Kelurahan penerima lainnya adalah Bukit Tunggal, Sabaru, Langkai, Banturung, Kereng Bangkirai, Tumbang Rungan, Kameloh Baru, dan Panarung.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tim di tingkat kelurahan dalam merespons potensi kebakaran sekaligus mempercepat penanganan kawasan yang terdampak.

Bantuan Karhutla Didanai melalui Skema Berbasis Lingkungan

Penyaluran sarana dan prasarana penanganan karhutla tersebut didukung melalui pendanaan berbasis lingkungan dengan skema Results-Based Payment (RBP).

Skema pendanaan tersebut berkaitan dengan program pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Edy menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan kepada Tim Serbu Api Kelurahan telah melalui tahapan pengusulan dan administrasi pendanaan yang cukup panjang.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mendukung penanganan kebakaran, tetapi juga memperkuat langkah mitigasi dan pemulihan wilayah setelah mengalami karhutla.

"Bantuan diberikan sebagai bagian dari upaya memperkuat mitigasi, pemulihan pascakarhutla, serta kesiapan menghadapi potensi kebakaran pada masa mendatang," jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga merencanakan penyaluran bantuan sarana dan prasarana serupa kepada 13 kabupaten lainnya di wilayah provinsi tersebut.

Rencana perluasan bantuan itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan daerah dalam melakukan pencegahan, pengendalian, dan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan.

Wagub Kalteng Minta Daerah Siapkan Anggaran Bencana 2027

Selain memperkuat sarana penanganan karhutla, Edy meminta pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah mulai mempersiapkan dukungan anggaran untuk penanganan kebencanaan pada 2027.

Persiapan anggaran tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana pada masa mendatang.

Edy mengingatkan bahwa ancaman bencana di Kalimantan Tengah tidak hanya berupa kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga mencakup banjir dan tanah longsor.

Menurutnya, perencanaan anggaran dan penguatan sarana prasarana perlu dilakukan sejak dini agar penanganan bencana tidak hanya berfokus pada tindakan ketika kondisi darurat sudah terjadi.

Pemerintah kabupaten dan kota diharapkan dapat mengutamakan langkah mitigasi serta kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko dan dampak bencana.

Langkah antisipatif tersebut juga diperlukan untuk memastikan ketersediaan peralatan dan dukungan operasional ketika terjadi kondisi darurat di daerah.

Pemprov Kalteng Harap Bantuan Dimanfaatkan Optimal

Edy berharap seluruh bantuan yang telah disalurkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Tim Serbu Api Kelurahan untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanggulangan karhutla.

Peralatan yang diberikan diharapkan dapat memperkuat kemampuan petugas dalam melakukan pembasahan lahan, pendinginan pascakebakaran, serta kegiatan mitigasi lainnya.

“Kita berharap dengan adanya bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk upaya-upaya mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya karhutla,” katanya.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berupaya memperkuat kesiapan penanganan karhutla di tingkat kelurahan sekaligus mendorong pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi bencana.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026