HOME  ⁄  Nasional

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Minta Perusahaan Migas Tanam Sejuta Mangrove untuk Pulihkan Ekosistem Delta Mahakam

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Minta Perusahaan Migas Tanam Sejuta Mangrove untuk Pulihkan Ekosistem Delta Mahakam
Foto: Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud (sumber: Adpim Pemprov Kaltim)

Pantau - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud meminta seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi (migas) berperan aktif dalam pemulihan ekosistem pesisir dan Delta Mahakam melalui penanaman sedikitnya satu juta pohon mangrove.

Permintaan tersebut disampaikan Rudy di Samarinda, Rabu (28/10/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan pesisir Kalimantan Timur yang menjadi lokasi aktivitas industri migas.

Rudy menegaskan bahwa kegiatan industri migas di kawasan Delta Mahakam dan wilayah lepas pantai Kalimantan Timur harus tetap memperhatikan perlindungan lingkungan, khususnya kelestarian ekosistem hutan mangrove.

Menurutnya, aktivitas operasional perusahaan migas tidak boleh mengabaikan keberlangsungan ekosistem pesisir sehingga diperlukan kontribusi nyata dari seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

“Saya sangat berharap seluruh KKKS memperbanyak penanaman mangrove di kawasan pesisir dan Delta Mahakam. Minimal tanam sejuta mangrove. Tidak seberapa itu uangnya bagi KKKS,” ujar Gubernur Rudy Mas’ud.

Rudy menilai penanaman sedikitnya satu juta pohon mangrove merupakan salah satu bentuk kontribusi perusahaan migas dalam menjaga dan memulihkan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional mereka.

Gubernur Kaltim Tekankan Perlindungan Ekosistem Delta Mahakam

Rudy Mas'ud menekankan pentingnya menjaga kawasan hutan mangrove agar tidak mengalami kerusakan akibat aktivitas industri yang berlangsung di sekitar Delta Mahakam maupun wilayah lepas pantai Kalimantan Timur.

Delta Mahakam merupakan kawasan delta yang terbentuk di muara Sungai Mahakam dan bermuara ke Selat Makassar serta menjadi salah satu wilayah pesisir penting di Provinsi Kalimantan Timur.

Secara administratif, kawasan Delta Mahakam mencakup sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara, antara lain Kecamatan Muara Badak, Muara Jawa, Samboja, Sangasanga, dan Anggana.

Kawasan tersebut memiliki ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir sekaligus mendukung kehidupan berbagai jenis satwa dan aktivitas masyarakat setempat.

Keberadaan hutan mangrove juga berfungsi melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi atau pengikisan garis pantai akibat pergerakan air laut.

Akar dan vegetasi mangrove mampu membantu menahan abrasi serta meredam energi gelombang laut sebelum mencapai daratan sehingga dapat mengurangi dampak gelombang terhadap wilayah pesisir.

Selain itu, hutan mangrove berperan dalam membantu mencegah intrusi air laut atau masuknya air asin ke wilayah daratan yang dapat memengaruhi kondisi lingkungan pesisir.

Hutan Mangrove Berperan Penting dalam Menjaga Lingkungan dan Menyerap Karbon

Selain melindungi garis pantai, kawasan mangrove menjadi habitat alami berbagai jenis satwa, termasuk ikan, udang, kepiting, dan burung air yang memanfaatkan wilayah tersebut untuk mencari makan, berlindung, serta berkembang biak.

Ekosistem mangrove yang terjaga dapat mendukung kelangsungan hidup berbagai biota perairan sekaligus mempertahankan keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir Delta Mahakam.

Hutan mangrove juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berperan dalam upaya mitigasi perubahan iklim.

Berdasarkan data penelitian yang disebutkan, simpanan karbon median hutan mangrove di Indonesia mencapai sekitar 950,5 megagram karbon atau Mg C per hektare.

Data tersebut juga menunjukkan bahwa potensi pengurangan emisi gas rumah kaca melalui ekosistem mangrove dapat mencapai 67,43 ton per hektare setiap tahun.

Kemampuan menyimpan karbon tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya menjaga dan memulihkan kawasan hutan mangrove sebagai bagian dari upaya perlindungan lingkungan dan pengendalian dampak perubahan iklim.

Karena itu, penanaman mangrove di kawasan pesisir dan Delta Mahakam diharapkan dapat memperkuat fungsi ekologis wilayah tersebut di tengah berlangsungnya aktivitas industri minyak dan gas bumi.

Penanaman Mangrove Diharapkan Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Rudy Mas'ud juga menyoroti manfaat ekonomi yang dapat diperoleh masyarakat pesisir apabila ekosistem mangrove tetap terjaga dengan baik, terutama bagi warga yang menggantungkan penghidupan pada sumber daya perairan.

Menurutnya, kawasan mangrove yang sehat dapat membantu mendukung mata pencaharian nelayan karena menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting yang memiliki nilai ekonomi.

Keberadaan mangrove juga berpotensi menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan yang dimanfaatkan masyarakat di sekitar kawasan Delta Mahakam.

Selain mendukung sektor perikanan, kawasan mangrove memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata yang menggabungkan kegiatan wisata alam dengan pelestarian lingkungan.

Pengembangan kawasan mangrove juga dapat membuka peluang bagi masyarakat setempat untuk menghasilkan berbagai produk olahan lokal yang memberikan manfaat ekonomi tambahan.

“Selain itu, kawasan mangrove juga akan membantu mata pencaharian nelayan, serta berpotensi dikembangkan untuk ekowisata dan produk olahan lokal,” jelas Rudy Mas'ud.

Melalui permintaan penanaman sedikitnya satu juta pohon mangrove, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mendorong perusahaan migas yang tergabung dalam KKKS meningkatkan kontribusi terhadap pemulihan ekosistem Delta Mahakam dan kawasan pesisir.

Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir, mendukung kehidupan masyarakat nelayan, serta mempertahankan kelestarian lingkungan di tengah aktivitas industri migas di Kalimantan Timur.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026