HOME  ⁄  Nasional

Prabowo Subianto Direncanakan Kunjungi Kazakhstan pada 2027, Kedua Negara Siapkan 20 Kesepakatan Kerja Sama Strategis

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Prabowo Subianto Direncanakan Kunjungi Kazakhstan pada 2027, Kedua Negara Siapkan 20 Kesepakatan Kerja Sama Strategis
Foto: (Sumber :Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov menyampaikan sambutannya dalam pertemuan ketiga Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia oleh Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Rabu (28/10/2026). (ANTARA/Nabil Ihsan).)

Pantau - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto direncanakan melakukan kunjungan kenegaraan ke Kazakhstan pada 2027 untuk memperkuat hubungan bilateral, dengan sekitar 20 naskah kesepakatan kerja sama di berbagai sektor tengah dipersiapkan kedua negara.

Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov mengungkapkan bahwa persiapan kunjungan tersebut telah dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dan sejumlah pejabat Kazakhstan pada Juni 2026.

Rencana kunjungan Prabowo disampaikan Abdykarimov dalam pertemuan ketiga Perhimpunan Persahabatan Kazakhstan-Indonesia yang diselenggarakan Kedutaan Besar Kazakhstan di Jakarta, Rabu (28/10/2026).

"Kunjungan Wamenlu itu juga dalam rangka mempersiapkan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Kazakhstan tahun depan," ungkap Dubes Abdykarimov.

Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperluas kemitraan Indonesia dan Kazakhstan, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi, energi, digitalisasi, pendidikan, dan pariwisata.

Kazakhstan Siapkan 20 Kesepakatan Bilateral dengan Indonesia

Dubes Abdykarimov menjelaskan bahwa pemerintah Kazakhstan tengah mempersiapkan sekitar 20 naskah kesepakatan bilateral yang direncanakan menjadi bagian dari agenda kunjungan Presiden Prabowo pada 2027.

Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari perdagangan dan investasi hingga pengembangan teknologi digital, pariwisata, serta pendidikan.

Selain mempersiapkan kunjungan kenegaraan, lawatan Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta ke Kazakhstan pada Juni lalu juga membahas peningkatan kerja sama yang telah berjalan dan penjajakan peluang kolaborasi baru.

Salah satu kesepakatan yang diharapkan dapat ditandatangani adalah nota kesepahaman atau MoU antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Kamar Dagang Kazakhstan.

Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat hubungan dunia usaha kedua negara sekaligus membuka peluang pembentukan wadah kerja sama bisnis bilateral.

"MoU tersebut akan mengatur pengembangan kemitraan yang efektif serta pendirian sebuah dewan bisnis bilateral," tambahnya.

Pembentukan dewan bisnis bilateral itu menjadi salah satu agenda yang tengah dipersiapkan untuk mendukung pengembangan hubungan ekonomi Indonesia dan Kazakhstan.

Prabowo dan Presiden Kazakhstan Telah Bertemu Tiga Kali

Abdykarimov menyampaikan bahwa kunjungan kenegaraan pada 2027, apabila terlaksana, akan menjadi pertemuan keempat antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Kazakhstan Kassym Jomart-Tokayev.

Kedua pemimpin sebelumnya telah bertemu dalam sejumlah forum internasional sepanjang 2026.

Pertemuan pertama berlangsung dalam agenda World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari 2026.

Keduanya kemudian kembali bertemu dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, pada Februari 2026.

Pertemuan ketiga berlangsung dalam KTT BRICS yang diselenggarakan di New Delhi, India, pada September 2026.

Rangkaian pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi diplomatik kedua negara sebelum rencana kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Kazakhstan pada tahun depan.

Perdagangan Indonesia-Kazakhstan Capai 250 Juta Dolar AS

Selain membahas agenda diplomatik, Abdykarimov mengungkapkan bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan Kazakhstan saat ini telah mencapai 250 juta dolar AS.

Meski demikian, ia menilai hubungan perdagangan kedua negara masih memiliki peluang untuk terus ditingkatkan melalui pengembangan kerja sama ekonomi.

Salah satu faktor yang dinilai dapat membuka peluang baru adalah kesepakatan perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU).

Kesepakatan yang ditandatangani pada akhir 2025 tersebut berpotensi memperkuat hubungan perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota EAEU, termasuk Kazakhstan.

Melalui kesepakatan itu, kedua negara memiliki peluang untuk memperluas akses perdagangan dan meningkatkan kolaborasi dalam berbagai sektor ekonomi.

Abdykarimov juga menyampaikan optimisme terhadap pengembangan kerja sama Indonesia dan Kazakhstan dalam bidang energi, pertambangan, investasi, serta digitalisasi.

Sektor pendidikan dan pariwisata turut menjadi perhatian dalam upaya memperluas hubungan bilateral kedua negara.

Rencana kunjungan Presiden Prabowo pada 2027 diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk menindaklanjuti berbagai agenda kerja sama tersebut melalui penandatanganan kesepakatan bilateral yang saat ini tengah dipersiapkan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026