
Pantau - Banjir yang melanda Kota Subulussalam, Aceh, berdampak terhadap 1.985 kepala keluarga (KK) dan merendam sedikitnya 2.013 rumah warga setelah hujan deras menyebabkan Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meluap ke kawasan permukiman.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan banjir melanda 21 desa yang tersebar di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
Kepala Pelaksana BPBA Bahron Bakti mengatakan tiga kepala keluarga telah mengungsi di Desa Sibuasan, sementara jumlah keseluruhan warga terdampak dalam satuan jiwa masih didata.
"Warga terdampak banjir sebanyak 1.985 KK, untuk jumlah jiwa masih dalam pendataan, sementara ini yang mengungsi hanya tiga KK di Desa Sibuasan, dan tidak ada korban jiwa," kata Bahron dalam laporannya di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026) malam.
Hujan Deras Sejak 24 Oktober Picu Luapan Dua Sungai
BPBA menjelaskan bahwa banjir di Kota Subulussalam dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (24/10/2026).
Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit meningkat hingga meluap ke permukiman penduduk.
Luapan kedua sungai tersebut mengakibatkan genangan di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
"Adapun wilayah yang terdampak di antaranya tiga desa di Kecamatan Sultan Daulat dan 18 desa di Kecamatan Rundeng," ujarnya.
Berdasarkan laporan BPBA, Kecamatan Rundeng menjadi wilayah dengan jumlah desa terdampak terbanyak, yakni 18 desa.
Sementara itu, tiga desa lainnya yang terdampak banjir berada di Kecamatan Sultan Daulat.
Sebanyak 2.013 Rumah Terendam, Sekolah dan Tempat Ibadah Terdampak
Selain berdampak terhadap 1.985 kepala keluarga, banjir juga merendam 2.013 unit rumah warga di Kota Subulussalam.
Genangan air turut berdampak pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur desa.
BPBA mencatat jalan desa, sekolah, serta tempat ibadah termasuk fasilitas yang terdampak banjir.
Lahan perkebunan dan pertanian milik masyarakat juga ikut terendam akibat meluapnya aliran sungai.
Kondisi tersebut menambah dampak banjir terhadap aktivitas warga, termasuk kegiatan pertanian dan akses melalui jalan desa.
Hingga laporan terakhir pada Rabu malam, air masih menggenangi wilayah terdampak.
"Hingga kini, wilayah tersebut masih digenangi banjir, airnya dilaporkan belum surut," kata Bahron Bakti.
Tiga KK Mengungsi, BPBA Pastikan Belum Ada Korban Jiwa
BPBA melaporkan bahwa tiga kepala keluarga mengungsi di Desa Sibuasan akibat banjir yang melanda kawasan tersebut.
Sementara itu, jumlah keseluruhan penduduk terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Bahron memastikan belum ada laporan korban jiwa berdasarkan data yang diterima BPBA hingga Rabu malam.
Pendataan masih diperlukan untuk memastikan jumlah warga terdampak serta kondisi kerusakan akibat banjir.
BPBD Subulussalam Kerahkan Tim Reaksi Cepat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam telah melakukan langkah penanganan awal terhadap banjir tersebut.
Petugas melakukan kajian cepat untuk mengetahui kondisi wilayah terdampak dan kebutuhan penanganan di lapangan.
BPBD juga mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi untuk melakukan evaluasi serta pendataan dampak bencana.
Selain itu, pemantauan terus dilakukan terhadap perkembangan kondisi genangan di Kecamatan Sultan Daulat dan Kecamatan Rundeng.
Upaya tersebut berlangsung ketika sejumlah wilayah masih terendam dan air dilaporkan belum menunjukkan penurunan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




