HOME  ⁄  Nasional

Bakesbangpol Mataram Perketat Patroli Antisipasi Geng Motor Usai Insiden Kekerasan Tewaskan Siswa SMP

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bakesbangpol Mataram Perketat Patroli Antisipasi Geng Motor Usai Insiden Kekerasan Tewaskan Siswa SMP
Foto: Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram M Israk Tantawi Jauhari (sumber: ANTARA/HO-Dokumen Pribadi)

Pantau - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperkuat patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) untuk mengantisipasi aksi geng motor menyusul insiden kekerasan yang menewaskan seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP).

Penguatan pengawasan tersebut dilakukan setelah terjadi serangkaian aksi kekerasan yang diduga melibatkan geng motor di empat lokasi berbeda di Kota Mataram pada Minggu (25/10/2026).

Kepala Bakesbangpol Kota Mataram M Israk Tantawi Jauhari mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi untuk meningkatkan keamanan di seluruh wilayah kota.

Koordinasi tersebut melibatkan Polresta Mataram, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah instansi terkait yang memiliki kewenangan dan personel patroli.

"Hasil koordinasi lintas sektor kemarin, beberapa instansi yang punya akses anggota berpatroli se-Kota Mataram, akan aktifkan lagi," kata Israk di Mataram, Kamis (29/10/2026).

Melalui koordinasi tersebut, instansi yang memiliki personel patroli akan kembali mengaktifkan dan mengoptimalkan kegiatan pengawasan keamanan guna mencegah terulangnya aksi kekerasan.

Aksi Kekerasan Diduga Melibatkan Geng Motor Terjadi di Empat Lokasi

Penguatan patroli dilakukan menyusul insiden kekerasan yang diduga berkaitan dengan aktivitas geng motor di sejumlah kawasan Kota Mataram.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (25/10/2026) di empat lokasi berbeda dalam satu malam.

Lokasi kejadian meliputi kawasan Punia, depan Lombok Epicentrum Mall, kawasan Ampenan, dan kawasan Udayana.

Serangkaian insiden tersebut mengakibatkan seorang siswa SMP meninggal dunia dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah serta aparat keamanan.

Bakesbangpol Kota Mataram menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam menentukan pola pengawasan dan waktu pelaksanaan patroli.

Evaluasi dilakukan untuk memastikan kegiatan pengamanan dapat menjangkau lokasi dan waktu yang berpotensi menjadi titik rawan gangguan Kamtibmas.

Patroli Bakal Diperkuat pada Pukul 04.00 hingga 05.00 Wita

Israk menjelaskan bahwa patroli keamanan sebenarnya telah dilaksanakan secara rutin oleh aparat dan instansi terkait.

Namun, berdasarkan evaluasi terhadap insiden sebelumnya, jadwal patroli perlu disesuaikan karena gangguan keamanan yang diduga melibatkan geng motor kerap terjadi pada dini hari hingga menjelang subuh.

Waktu yang menjadi perhatian khusus adalah sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 Wita, ketika insiden kekerasan sebelumnya terjadi.

"Walaupun patroli sudah aktif, tapi yang perlu kami evaluasi mungkin waktunya sebab momen-momen rawan terjadi dini hari hingga pagi menjelang waktu subuh. Seperti kejadian aksi geng motor terjadi sekitar pukul 04.00-05.00 Wita," kata Israk.

Selama ini, patroli bersama lebih banyak difokuskan pada waktu tengah malam, yakni sekitar pukul 23.00 Wita hingga 01.00 Wita.

Pola pengawasan tersebut dinilai perlu disesuaikan agar kehadiran petugas tidak hanya terpusat pada tengah malam, tetapi juga menjangkau waktu dini hari yang dianggap rawan.

Karena itu, Bakesbangpol bersama instansi terkait akan melakukan penyesuaian jadwal dan pola patroli secara lebih menyeluruh.

Penyesuaian tersebut diarahkan untuk meningkatkan kehadiran petugas di lapangan, khususnya pada waktu menjelang subuh.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat pencegahan gangguan keamanan sekaligus memberikan perlindungan bagi masyarakat yang beraktivitas pada malam hingga pagi hari.

Bakesbangpol Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Selain meningkatkan patroli, Bakesbangpol Kota Mataram menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

Menurut Israk, menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat hanya mengandalkan aparat keamanan maupun instansi pemerintah.

Peran keluarga, khususnya orang tua, dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Bakesbangpol mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan keberadaan, aktivitas, dan lingkungan pergaulan anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.

Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan anak-anak tidak berada dalam situasi yang berisiko menimbulkan gangguan keamanan atau menjadi korban tindak kekerasan.

Israk secara khusus mengingatkan para ayah dan ibu agar tidak mengabaikan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas anak di luar rumah.

"Kalau kami, satu sih kuncinya, peran warga masyarakat dan peran orang tua. Itu yang paling utama. Tolonglah para orang tua, ayah bunda yang ada di rumah, tolong dicek dan awasi ya anak-anaknya," kata Israk.

Koordinasi Lintas Instansi Diperkuat untuk Menjaga Keamanan Mataram

Bakesbangpol Kota Mataram akan terus memperkuat koordinasi dengan kepolisian, Satpol PP, Dishub, dan instansi terkait dalam pelaksanaan patroli keamanan.

Penguatan koordinasi tersebut dilakukan agar kegiatan pengawasan dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan perhatian.

Selain penyesuaian waktu patroli, keterlibatan masyarakat diharapkan dapat membantu aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban serta mencegah aktivitas yang berpotensi memicu tindak kekerasan.

Melalui peningkatan patroli, evaluasi jam rawan, dan pengawasan orang tua, Bakesbangpol Kota Mataram berupaya mencegah terulangnya insiden kekerasan yang diduga berkaitan dengan geng motor.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama aparat keamanan untuk menjaga situasi Kota Mataram tetap aman, tertib, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026