HOME  ⁄  Nasional

Unpad dan Universitas Bern Swiss Teken MoU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian Internasional

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Unpad dan Universitas Bern Swiss Teken MoU, Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Penelitian Internasional
Foto: Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Padjadjaran Bandung (Unpad) dan Universitas Bern (sumber: KBRI Bern)

Pantau - Indonesia dan Swiss memperkuat kerja sama bilateral di bidang pendidikan tinggi melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dan Universitas Bern, Swiss, pada 19 Oktober 2026.

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Universitas Bern tersebut menjadi langkah strategis untuk memperluas kolaborasi akademik, pengembangan ilmu pengetahuan, serta penelitian bersama antara kedua perguruan tinggi.

Kerja sama ini diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern, Departemen Hukum Bisnis Transnasional Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, serta World Trade Institute (WTI) Universitas Bern.

Prosesi penandatanganan turut disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, Ngurah Swajaya, yang menyambut positif penguatan hubungan bilateral kedua negara melalui sektor pendidikan tinggi.

"Penandatanganan MoU ini merupakan wujud penguatan kerja sama Indonesia-Swiss, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan kapasitas akademik," kata Ngurah sebagaimana dikutip dari siaran pers KBRI Bern di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Ngurah berharap kesepakatan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh peneliti, dosen, mahasiswa, dan seluruh sivitas akademika kedua negara untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik yang memberikan manfaat bersama.

Kerja Sama Unpad dan Universitas Bern Dorong Penelitian serta Pertukaran Akademik

Kerja sama antara Universitas Padjadjaran dan Universitas Bern diarahkan untuk memperluas jejaring internasional antarlembaga pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan peluang kolaborasi lintas negara.

Melalui kesepakatan tersebut, akademisi Indonesia dan Swiss diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan penelitian bersama, memperluas hubungan profesional, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Secara khusus, MoU ini mencakup sejumlah bidang kerja sama, mulai dari pelaksanaan penelitian bersama hingga pengembangan kegiatan pengajaran yang melibatkan akademisi kedua perguruan tinggi.

Kesepakatan tersebut juga membuka peluang pertukaran mahasiswa jenjang magister dan doktoral agar mahasiswa dari kedua institusi dapat memperoleh pengalaman akademik serta memperluas wawasan internasional.

Selain pertukaran mahasiswa, kerja sama ini mencakup pertukaran staf pengajar untuk mendukung peningkatan kapasitas akademik dan memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua universitas.

MoU tersebut turut memberikan kesempatan bagi mahasiswa terpilih untuk mengikuti program MILE dan TRAIL+ yang diselenggarakan oleh World Trade Institute Universitas Bern.

Keikutsertaan dalam program tersebut akan mengikuti ketentuan dan proses seleksi yang berlaku sehingga mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan kesempatan pengembangan akademik internasional.

Kolaborasi Akademik Diharapkan Dukung Implementasi IE-CEPA

Selain memperkuat pendidikan dan penelitian, Duta Besar Ngurah Swajaya menekankan pentingnya memanfaatkan keunggulan akademik kedua institusi, khususnya dalam bidang hukum perdagangan internasional.

Keahlian Universitas Padjadjaran dan Universitas Bern di bidang tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–EFTA atau Indonesia–EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA).

Perjanjian IE-CEPA yang dicapai pada 2018 menjadi salah satu landasan penting hubungan ekonomi Indonesia dengan negara-negara anggota Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA), termasuk Swiss.

Melalui kolaborasi akademik ini, kedua perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan kajian hukum, penelitian ilmiah, serta rekomendasi yang relevan untuk mengoptimalkan pemanfaatan perjanjian perdagangan tersebut.

Ngurah juga melihat peluang penyelenggaraan diskusi meja bundar yang melibatkan para pakar dan akademisi dengan keahlian di bidang perjanjian internasional.

Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi bagi Indonesia dan Swiss dalam memanfaatkan berbagai peluang ekonomi melalui implementasi IE-CEPA.

Unpad Harapkan MoU Berlanjut Menjadi Program Nyata

Dosen Universitas Padjadjaran, Prita Amalia, menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman tersebut dan berharap komitmen kedua institusi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendidikan serta penelitian.

"Harapan kami MoU ini dapat menjadi dasar kuat untuk mengimplementasikan komitmen kerja sama untuk pemajuan dan pengembangan pendidikan serta penelitian, baik antara kedua institusi maupun dalam konteks antarnegara," kata Prita.

Menurut Prita, kesepakatan tersebut diharapkan menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan berbagai program akademik yang mendukung kemajuan pendidikan dan penelitian kedua perguruan tinggi.

Sementara itu, Koordinator Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Bern, Dahlia Kusuma Dewi, menilai tercapainya kesepakatan antara Universitas Padjadjaran dan Universitas Bern sebagai salah satu tonggak penting hubungan bilateral Indonesia dan Swiss di bidang pendidikan.

Menurut Dahlia, penandatanganan MoU tersebut menunjukkan komitmen nyata institusi pendidikan tinggi kedua negara dalam memperkuat hubungan akademik dan pengembangan sumber daya manusia.

Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang melalui pelaksanaan program pendidikan, pertukaran akademik, serta penelitian yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun hubungan bilateral Indonesia dan Swiss.

Melalui kesepakatan tersebut, Indonesia dan Swiss juga diharapkan mampu memperluas kolaborasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguatan penelitian internasional.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026