HOME  ⁄  Nasional

Prajurit Marinir TNI AL Sita Senjata dan Amunisi Diduga Milik KKB saat Menyisir Kali Braza Yahukimo

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Prajurit Marinir TNI AL Sita Senjata dan Amunisi Diduga Milik KKB saat Menyisir Kali Braza Yahukimo
Foto: Personel Marinir menemukan lokasi penyimpanan senjata diduga milik anggota KKB di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Penemuan itu terjadi dari kurun waktu Minggu 25/10/2026 hingga Selasa 27/10/2026 (sumber: Pen Marinir)

Pantau - Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG berhasil menyita sejumlah senjata, selongsong amunisi, dan perlengkapan lain yang diduga milik kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah Kali Braza, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Penemuan tersebut berlangsung dalam operasi penyisiran selama beberapa hari hingga Selasa (27/10), sebagaimana disampaikan dalam siaran pers resmi Korps Marinir TNI AL yang diterima ANTARA di Jakarta pada Kamis.

Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir, Kolonel (Mar) Rana Karyana, menjelaskan bahwa operasi tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai keberadaan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas KKB di wilayah Kali Braza.

Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir Gobang IX langsung bergerak menyusuri kawasan pedalaman untuk memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan kelompok bersenjata.

"Berbekal informasi dari masyarakat, prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 3 Marinir Gobang IX menyusuri medan pedalaman Kali Braza dan memeriksa sejumlah lokasi yang diduga menjadi tempat persinggahan KKB," kata Rana.

Prajurit Marinir Temukan Tenda Berisi Senjata dan Perlengkapan KKB

Dalam penyisiran di lokasi pertama, prajurit Marinir menemukan sebuah tenda yang menyimpan sejumlah senjata, peralatan tajam, bahan makanan, serta perlengkapan memasak.

Barang-barang yang ditemukan meliputi dua pucuk senapan angin, busur beserta anak panah, kapak, parang, sejumlah bahan makanan, dan berbagai perlengkapan memasak.

Seluruh barang temuan tersebut kemudian didata oleh prajurit untuk dilaporkan kepada komando atas sebagai bagian dari proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan di lokasi pertama, pasukan Marinir melanjutkan penyisiran menuju sebuah rumah kosong yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan tenda.

Pemeriksaan di rumah kosong tersebut kembali membuahkan hasil setelah prajurit menemukan sejumlah senjata, selongsong amunisi, dan barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas KKB.

"Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak, enam anak panah, serta dompet berisi identitas warga," jelasnya.

Selain barang-barang tersebut, prajurit juga menemukan selongsong amunisi yang terikat menggunakan kawat dan diduga telah dimodifikasi agar dapat digunakan bersama senapan angin.

Temuan selongsong amunisi yang diduga telah dimodifikasi itu turut menjadi perhatian aparat dalam pemeriksaan untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan tersebut.

Seluruh Barang Bukti Disita, Marinir Persempit Ruang Gerak KKB

Rana menyampaikan bahwa seluruh senjata, selongsong amunisi, dan perlengkapan lain yang ditemukan selama penyisiran telah disita untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan terhadap barang-barang tersebut dilakukan guna menggali informasi tambahan mengenai keberadaan, pergerakan, serta aktivitas KKB di wilayah Kali Braza dan sekitarnya.

Selain memeriksa barang temuan, aparat juga berupaya menelusuri keterkaitan sejumlah lokasi yang diperiksa dengan dugaan aktivitas kelompok bersenjata di kawasan pedalaman Yahukimo.

Rana menegaskan bahwa Korps Marinir TNI AL akan terus menjalankan tugas pengamanan wilayah dan berupaya mempersempit ruang gerak KKB di Papua.

Korps Marinir TNI AL juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan wilayah serta melindungi masyarakat Papua dari ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas kelompok kriminal bersenjata.

Operasi penyisiran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan tugas Satgas Pamtas RI-PNG dalam menjaga stabilitas keamanan dan mengantisipasi aktivitas kelompok bersenjata di wilayah penugasan.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026