
Pantau - Kapal Republik Indonesia (KRI) Keris-624 menggelar latihan menembak menggunakan tiga jenis meriam dan senjata ringan di perairan Laut Bali, Rabu (28/10), setelah menyelesaikan tugas pengawasan terhadap kapal perang Australia, HMAS Choules, yang melintas di wilayah perairan Indonesia.
Latihan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut sekaligus memastikan seluruh alat utama sistem senjata (alutsista) KRI Keris-624 berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam operasi.
Berdasarkan siaran pers resmi Komando Armada (Koarmada) II yang diterima di Jakarta pada Kamis (29/10), kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan personel dalam mengoperasikan sistem persenjataan kapal perang.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, menjelaskan bahwa latihan melibatkan penggunaan sejumlah meriam dengan kaliber berbeda untuk menguji kesiapan persenjataan dan kemampuan prajurit.
"Prajurit KRI Keris-624 melaksanakan penembakan menggunakan meriam 57 mm, meriam 40 mm, meriam 20 mm," kata Tunggul.
KRI Keris-624 Gunakan Tiga Jenis Meriam dan Senapan M4 dalam Latihan
Latihan menembak yang dilaksanakan KRI Keris-624 melibatkan tiga jenis meriam utama, yakni meriam kaliber 57 milimeter, 40 milimeter, dan 20 milimeter.
Penggunaan ketiga jenis meriam tersebut bertujuan mengasah kemampuan prajurit dalam mengoperasikan sistem persenjataan sekaligus memastikan kesiapan alutsista kapal untuk mendukung pelaksanaan tugas operasi di laut.
Selain mengoperasikan meriam, personel KRI Keris-624 juga menjalani latihan menembak menggunakan senjata ringan berupa senapan M4 kaliber 5,56 milimeter.
Latihan penggunaan senapan tersebut menjadi bagian dari peningkatan keterampilan individu prajurit dalam mengoperasikan berbagai jenis persenjataan yang tersedia di kapal perang.
Melalui kegiatan ini, para prajurit diharapkan dapat mempertahankan kemampuan menembak serta meningkatkan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi selama menjalankan tugas pengamanan wilayah laut.
Pelaksanaan latihan juga menjadi sarana untuk memastikan sistem persenjataan KRI Keris-624 tetap berada dalam kondisi siap operasional.
KRI Keris-624 Awasi Kapal Perang Australia HMAS Choules di Laut Bali
Sebelum melaksanakan latihan menembak, KRI Keris-624 terlebih dahulu menjalankan tugas pengawasan dan pengamanan (Waspam) terhadap kapal perang Australia, HMAS Choules.
Komandan KRI Keris-624, Letkol Laut (P) Romi Iskandar Hasibuan, menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan ketika kapal perang Australia tersebut melintas di wilayah perairan Laut Bali.
Menurut Romi, kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas TNI Angkatan Laut dalam memantau pergerakan kapal perang asing yang melintasi wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.
"Kegiatan Waspam kapal perang asing merupakan bagian dari tugas TNI AL dalam melaksanakan pengawasan terhadap pergerakan kapal asing serta menjaga keamanan wilayah perairan yurisdiksi Indonesia," jelas Romi.
Pengawasan terhadap HMAS Choules dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan tanggung jawab TNI Angkatan Laut dalam menjaga keamanan dan memantau aktivitas kapal asing di wilayah perairan Indonesia.
Setelah menyelesaikan kegiatan pengawasan dan pengamanan tersebut, KRI Keris-624 melanjutkan tugasnya dengan melaksanakan latihan menembak meriam dan senjata ringan di perairan Laut Bali.
Rangkaian kegiatan itu mencakup dua tugas utama, yakni pengawasan terhadap pergerakan kapal perang asing dan peningkatan kemampuan tempur personel melalui latihan penggunaan persenjataan.
TNI AL Pastikan Pengawasan Kapal Asing dan Latihan Tempur Berjalan Aman
Romi memastikan seluruh rangkaian kegiatan KRI Keris-624, mulai dari pengawasan kapal perang Australia hingga latihan menembak, berlangsung dengan lancar dan aman.
Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan operasional kapal perang dalam menjalankan tugas pengamanan wilayah perairan Indonesia.
Romi berharap latihan yang telah dilaksanakan dapat semakin meningkatkan kemampuan seluruh personel KRI Keris-624, khususnya dalam pengoperasian sistem persenjataan dan pelaksanaan pengawasan wilayah laut.
Kemampuan prajurit dalam menggunakan persenjataan dinilai penting untuk mendukung kesiapan kapal perang ketika menjalankan berbagai tugas operasi TNI Angkatan Laut.
Selain meningkatkan keterampilan personel, latihan tersebut juga bertujuan menjaga kondisi alutsista agar dapat digunakan secara optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas di laut.
Melalui pengawasan terhadap kapal perang asing dan latihan menembak tersebut, KRI Keris-624 diharapkan terus meningkatkan kesiapan operasionalnya dalam mendukung tugas TNI Angkatan Laut menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah laut Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
- Penulis :
- Leon Weldrick




