HOME  ⁄  Nasional

USABC Ajukan Delapan Rekomendasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi RI 8 Persen, Investor AS Minta Kepastian Regulasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

USABC Ajukan Delapan Rekomendasi untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi RI 8 Persen, Investor AS Minta Kepastian Regulasi
Foto: (Sumber :Presiden sekaligus CEO US-ASEAN Business Council, Brian McFeeters (dua kanan), dalam diskusi media di Jakarta pada Jumat (30/10/2026). ANTARA/Kuntum Khaira Riswan..)

Pantau - Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN atau US-ASEAN Business Council (USABC) mengajukan delapan rekomendasi kebijakan untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen, dengan menekankan perbaikan iklim investasi, kepastian regulasi, dan penguatan kerja sama antara pemerintah serta pelaku usaha.

Rekomendasi tersebut dituangkan dalam dokumen kebijakan atau white paper yang diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Asta Cita.

Presiden sekaligus Direktur Utama USABC Brian McFeeters menyampaikan rekomendasi itu dalam diskusi bersama media di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

USABC Sampaikan Delapan Rekomendasi untuk Ekonomi Indonesia

McFeeters menjelaskan delapan rekomendasi tersebut disusun berdasarkan pengalaman perusahaan anggota USABC, dialog dengan Pemerintah Indonesia sepanjang tahun, serta pembahasan dalam forum Indonesia Business Mission.

"Delapan rekomendasi ini merupakan hasil yang sangat berkualitas dan mencerminkan banyak pemikiran yang matang," kata McFeeters.

Rekomendasi pertama adalah modernisasi sistem impor untuk mendukung kelancaran kegiatan perdagangan dan operasional perusahaan.

Rekomendasi kedua mencakup penguatan kepercayaan timbal balik terhadap hasil pengujian dan sertifikasi.

Selanjutnya, USABC mendorong peningkatan kapasitas teknis pemerintah di bidang digital serta kepastian regulasi dalam jangka panjang.

Rekomendasi berikutnya adalah penguatan peran pemerintah sebagai mitra investasi jangka panjang bagi pelaku usaha.

USABC juga mengusulkan perluasan transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas tenaga serta pelaku industri lokal.

Dua rekomendasi terakhir mencakup keseimbangan antara pengelolaan cadangan devisa dan fleksibilitas investasi kembali, serta pelaksanaan komitmen perdagangan.

Seluruh usulan tersebut disampaikan sebagai masukan untuk memperkuat lingkungan usaha dan mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional.

Indonesia Tetap Jadi Pasar Utama bagi Perusahaan Amerika Serikat

McFeeters mengatakan Indonesia masih menjadi salah satu pasar utama di kawasan Asia Tenggara yang menarik perhatian perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.

Bersama Vietnam dan Filipina, Indonesia secara konsisten menjadi tujuan perusahaan anggota USABC untuk menjajaki peluang investasi dan memperluas kegiatan bisnis.

Menurutnya, daya tarik Indonesia antara lain didukung oleh besarnya potensi penduduk muda yang memiliki kemampuan menggunakan teknologi digital.

Selain itu, perusahaan-perusahaan Amerika Serikat melihat peluang pertumbuhan di sejumlah sektor strategis.

Sektor tersebut meliputi teknologi, kesehatan, pendidikan, energi, dan pertanian.

Potensi pasar dan peluang pengembangan usaha tersebut menjadi pertimbangan perusahaan anggota USABC dalam melihat prospek bisnis jangka panjang di Indonesia.

Investor AS Minta Kepastian dan Konsistensi Kebijakan

Meski Indonesia memiliki peluang investasi yang besar, McFeeters menegaskan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat masih membutuhkan kejelasan dan konsistensi kebijakan.

Menurutnya, kepastian aturan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan antara pemerintah dan dunia usaha.

"Pada dasarnya, USABC berupaya mencari cara untuk membangun kepercayaan bersama antara Pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini datang untuk memperoleh keuntungan, tetapi mereka juga berkomitmen mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, mereka membutuhkan kejelasan dan konsistensi kebijakan," ujar McFeeters.

Ia menjelaskan perusahaan yang berinvestasi di Indonesia memiliki kepentingan bisnis sekaligus kewajiban untuk mengikuti ketentuan yang berlaku.

Karena itu, USABC memandang konsistensi kebijakan sebagai bagian penting dalam mendukung keberlanjutan kegiatan investasi.

Penguatan hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha juga menjadi salah satu perhatian dalam rekomendasi yang disampaikan organisasi tersebut.

USABC Dorong Investasi Berkelanjutan dan Transfer Pengetahuan

Melalui delapan rekomendasi dalam white paper, USABC berharap kerja sama dengan Pemerintah Indonesia dapat terus diperkuat.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperbaiki iklim investasi dan mendukung ekspansi usaha yang berkelanjutan.

USABC juga menekankan pentingnya memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Manfaat tersebut diharapkan dapat dirasakan oleh pekerja, pemasok lokal, serta pelaku usaha nasional yang terlibat dalam kegiatan perusahaan.

Selain investasi, peningkatan kapasitas lokal dan transfer pengetahuan menjadi bagian dari usulan untuk memperkuat keterlibatan industri dalam negeri.

USABC merupakan asosiasi bisnis yang mewadahi lebih dari 175 perusahaan multinasional Amerika Serikat yang beroperasi di berbagai sektor di kawasan ASEAN.

Melalui rekomendasi tersebut, organisasi itu menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dialog dengan Pemerintah Indonesia guna mendukung target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan pengembangan investasi jangka panjang.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026