
Pantau - Badan Gizi Nasional (BGN) menginvestigasi dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh, Aceh, setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Kamis (29/10/2026).
BGN juga menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait untuk menjalani investigasi menyeluruh guna mengetahui penyebab kejadian.
Koordinator BGN Wilayah Kota Banda Aceh Muhammad Fahry mengatakan langkah tersebut dilakukan sesuai prosedur penanganan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.
BGN Hentikan Sementara SPPG untuk Investigasi
Muhammad Fahry menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menyebabkan sejumlah pelajar harus mendapatkan penanganan medis.
Ia memastikan BGN menindaklanjuti laporan dugaan keracunan dengan melakukan pemeriksaan terhadap SPPG yang bertanggung jawab menyediakan makanan.
"Sebagai tindak lanjut, sesuai standar operasional prosedur dari Kedeputian Pemantauan dam Pengawasan BGN RI, SPPG yang menyebabkan kejadian menonjol diberhentikan sementara untuk proses investigasi menyeluruh," kata Muhammad Fahry di Banda Aceh, Jumat (30/10/2026).
Penghentian sementara tersebut dilakukan selama proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui.
BGN juga akan mengevaluasi pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP) dalam penyediaan dan penyaluran makanan kepada penerima manfaat.
Lima Siswi dan Satu Guru Jalani Observasi di Fasilitas Kesehatan
Sebelumnya, sejumlah pelajar SMP Negeri 4 Banda Aceh dilaporkan dibawa ke Rumah Sakit Kesdam Banda Aceh pada Kamis (29/10/2026).
Para pelajar tersebut diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Muhammad Fahry menyampaikan bahwa hingga Kamis pukul 20.00 WIB, lima pelajar putri dan seorang guru yang terdampak dilaporkan dalam kondisi baik.
Meski demikian, mereka masih menjalani observasi di fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatannya.
BGN bersama Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh telah melakukan penanganan terhadap dampak kejadian tersebut.
Sampel Menu MBG Dikirim ke BPOM untuk Uji Laboratorium
Muhammad Fahry mengungkapkan makanan yang dibagikan kepada para siswa terdiri atas nasi, ikan tuna tumis Aceh, tempe orek, tumis labu siam, dan pisang.
Sampel makanan dari menu tersebut telah diserahkan kepada Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Pengujian dilakukan guna mengetahui apakah terdapat kandungan atau kondisi tertentu pada makanan yang berkaitan dengan dugaan keracunan.
Hingga laporan disampaikan, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.
"Seluruh dampak akibat kejadian menonjol tersebut telah ditangani BGN dan Satuan Tugas MBG Kota Banda Aceh. Waktu pengujian laboratorium disebutkan BPOM hingga pekan depan," katanya.
Hasil pengujian BPOM diharapkan dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.
BGN Akan Perketat Pengawasan SOP Program MBG
Muhammad Fahry mengatakan BGN akan memperbaiki dan meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan SOP dalam penyelenggaraan program MBG.
Langkah tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.
Evaluasi akan menjadi bagian dari upaya memastikan proses penyediaan makanan bagi pelajar berjalan sesuai ketentuan keamanan pangan.
BGN juga menyatakan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil investigasi akan disampaikan oleh unit yang berwenang di tingkat pusat.
"Mengacu pada alur operasional penanganan krisis, penjelasan lebih lanjut disampaikan Kedeputian Pemantauan dam Pengawasan BGN RI di Jakarta," kata Muhammad Fahry.
Sementara itu, operasional SPPG terkait masih dihentikan sementara untuk kepentingan investigasi, sedangkan penyebab dugaan keracunan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium BPOM.
- Penulis :
- Aditya Yohan




