
Pantau - US-ASEAN Business Council (USABC) menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga iklim investasi Indonesia di tengah tekanan ekonomi global, sekaligus mengajukan delapan rekomendasi kebijakan guna mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Perwakilan USABC Indonesia Bhredipta Socarana mengatakan kerja sama yang kuat diperlukan untuk menghadapi tantangan dunia usaha, termasuk ketidakpastian geopolitik, gangguan rantai pasok, dan perubahan kondisi ekonomi internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam taklimat media bertajuk White Paper: 8 Rekomendasi untuk Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 8 Persen di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
USABC Tekankan Kemitraan Pemerintah dan Pelaku Industri
Bhredipta mengatakan pemerintah dan pelaku usaha perlu membangun hubungan kemitraan yang saling mendukung dalam menjaga keberlangsungan investasi.
Menurutnya, berbagai tekanan eksternal yang memengaruhi kegiatan industri tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja.
“Yang kami maksud dengan kemitraan adalah, kita menempatkan stakeholders atau pelaku industri dan pemerintah sebagai mitra yang saling menjaga bersama,” kata Bhredipta di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan kondisi perekonomian global memberikan tantangan yang harus diantisipasi bersama melalui kebijakan dan koordinasi yang tepat.
“Ketika kita bicara tentang iklim dunia usaha, kita tidak bisa terlepas dari tekanan-tekanan eksternal, apakah di supply chain, krisis geopolitik, atau apakah ada kondisi-kondisi eksternal yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan industri,” jelas dia.
Bhredipta menilai dukungan pemerintah melalui kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan industri menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi tekanan tersebut.
“Ini sudah menjadi satu tantangan yang harus diselesaikan bersama. Kebijakan pemerintah, upaya afirmasi dari pemerintah menjadi penting,” ujarnya menambahkan.
Kepercayaan dan Kepastian Regulasi Jadi Kunci Investasi
Selain kemitraan, USABC menyoroti pentingnya membangun kepercayaan antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.
Bhredipta mengatakan kepercayaan diperlukan untuk menciptakan kemudahan berusaha serta mendorong peningkatan investasi di Indonesia.
“Untuk menumbuhkan investasi tersebut, salah satu kunci pentingnya adalah kepercayaan yang tumbuh antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat secara general,” kata Bhredipta.
Menurutnya, penyusunan regulasi harus mempertimbangkan kondisi nyata di lapangan agar aturan yang diterbitkan dapat diterapkan secara efektif.
“Kalau kita berbicara tentang regulasi, kita berbicara tentang kebijakan, ini sangat relevan. Jangan sampai ada aturan dibuat dan disusun, tapi ternyata tidak bisa dilaksanakan,” imbuhnya.
USABC menilai konsistensi dan kejelasan kebijakan memiliki peran penting dalam memberikan kepastian bagi perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.
USABC Ajukan Delapan Rekomendasi untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
USABC menyampaikan delapan rekomendasi kebijakan yang disusun untuk mendukung upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Rekomendasi tersebut dinyatakan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 serta agenda Asta Cita pemerintah.
Delapan rekomendasi itu meliputi modernisasi sistem impor, pengakuan timbal balik terhadap hasil pengujian dan sertifikasi, peningkatan kapasitas teknis pemerintah di bidang digital, serta kepastian regulasi jangka panjang.
USABC juga mengusulkan penguatan peran pemerintah sebagai mitra investasi jangka panjang, perluasan transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas lokal, keseimbangan antara cadangan devisa dan fleksibilitas reinvestasi, serta pelaksanaan komitmen perdagangan.
Bhredipta mengatakan rekomendasi tersebut dimaksudkan sebagai masukan bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan investasi dan meningkatkan manfaat pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
“Ini adalah rekomendasi dari kami yang sifatnya mendukung upaya pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut, dan juga menyelesaikan misi dari pertumbuhan ekonomi dan kebermanfaatannya untuk masyarakat,” ujar Bhredipta.
Perusahaan Butuh Kejelasan dan Konsistensi Kebijakan
Presiden sekaligus Kepala Eksekutif USABC Brian McFeeters mengatakan organisasinya berupaya memperkuat kepercayaan antara pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan yang berinvestasi.
Menurutnya, perusahaan memiliki tujuan memperoleh keuntungan sekaligus berkewajiban mematuhi aturan yang ditetapkan pemerintah.
Namun, ia menekankan bahwa dunia usaha juga membutuhkan kepastian agar dapat menjalankan kegiatan investasi secara berkelanjutan.
“Perusahaan-perusahaan ini datang untuk memperoleh keuntungan, tetapi mereka juga berkomitmen mematuhi aturan dan regulasi yang ditetapkan pemerintah. Namun, mereka membutuhkan kejelasan dan konsistensi kebijakan,” kata McFeeters.
USABC berharap delapan rekomendasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penguatan kebijakan investasi dan hubungan antara pemerintah dengan pelaku industri.
Melalui kemitraan, peningkatan kepercayaan, dan kepastian regulasi, USABC mendorong terciptanya iklim usaha yang mendukung investasi jangka panjang serta target pertumbuhan ekonomi Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




