HOME  ⁄  Nasional

Penumpang KA Sangkuriang Melahirkan Bayi Laki-Laki di Kereta, Dokter Kandungan Turun Tangan Bantu Persalinan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Penumpang KA Sangkuriang Melahirkan Bayi Laki-Laki di Kereta, Dokter Kandungan Turun Tangan Bantu Persalinan
Foto: Proses evakuasi ibu dan bayinya yang lahir di atas KA Sangkuriang, Jumat (30/10/2026) dini hari (sumber: KAI Daop 2 Bandung)

Pantau - Seorang penumpang wanita bernama Noviyanti melahirkan bayi laki-laki di atas Kereta Api (KA) Sangkuriang (7043A) relasi Banyuwangi–Bandung saat melintas di sekitar Kota Banjar, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026) dini hari.

Persalinan darurat tersebut berlangsung ketika kereta sedang menempuh perjalanan pada lintasan Yogyakarta–Cipendeuy, sebelum tiba di Stasiun Banjar sekitar pukul 04.42 WIB.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung, Kuswardojo, membenarkan peristiwa tersebut dan memastikan ibu serta bayi yang dilahirkan dalam kondisi sehat.

Bayi laki-laki dengan berat sekitar 3 kilogram itu lahir dengan selamat berkat pertolongan cepat kru kereta api dan seorang penumpang yang berprofesi sebagai dokter spesialis kandungan.

"Peristiwa ini menjadi bukti bahwa petugas KAI senantiasa berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa KA, termasuk dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Kami bersyukur proses persalinan berjalan lancar, Ibu Noviyanti dalam kondisi sehat, dan bayi laki-laki yang dilahirkan juga sehat," ujar Kuswardojo.

Penumpang Alami Kontraksi Hebat hingga Pecah Ketuban

Kuswardojo menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika Noviyanti mengalami kontraksi hebat saat KA Sangkuriang masih dalam perjalanan menuju wilayah Kota Banjar.

Kondisinya semakin mendesak setelah Noviyanti mengalami pecah ketuban, sehingga membutuhkan pertolongan medis secepat mungkin.

Mengetahui keadaan tersebut, petugas kereta api segera mengambil tindakan untuk membantu penumpang yang akan melahirkan.

Kru kereta kemudian mengevakuasi Noviyanti dari tempat duduknya menuju kereta makan agar proses pertolongan dapat dilakukan di lokasi yang lebih memungkinkan.

Pemindahan tersebut dilakukan karena kondisi Noviyanti sudah memasuki tahap persalinan sebelum kereta mencapai stasiun pemberhentian.

Dalam situasi darurat itu, petugas KAI mendapat bantuan dari seorang penumpang lain yang berada dalam rangkaian kereta yang sama.

Penumpang tersebut diketahui merupakan dokter spesialis kandungan yang memiliki keahlian dalam menangani proses persalinan.

Kehadiran dokter tersebut membantu kru kereta memberikan penanganan kepada Noviyanti yang sudah tidak memungkinkan menunggu hingga tiba di stasiun.

Dokter Kandungan Bantu Persalinan di Kereta Makan

Proses persalinan Noviyanti berlangsung di kereta makan dengan bantuan dokter spesialis kandungan dan petugas KA Sangkuriang.

Meski berada dalam perjalanan kereta api, proses persalinan berhasil ditangani hingga bayi laki-laki tersebut lahir dengan selamat.

Bayi dengan berat sekitar 3 kilogram itu lahir sesaat sebelum KA Sangkuriang memasuki Stasiun Banjar pada pukul 04.42 WIB.

KAI memastikan kondisi Noviyanti dan bayinya sehat setelah mendapatkan pertolongan darurat selama perjalanan.

Keberhasilan proses persalinan tersebut tidak terlepas dari respons cepat petugas serta bantuan tenaga medis yang kebetulan menjadi penumpang kereta.

Kuswardojo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu proses persalinan, termasuk penumpang lain yang turut memberikan dukungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada petugas KA dan dokter yang telah membantu proses persalinan Ibu Noviyanti. Kami juga mengapresiasi kepedulian pengguna jasa lainnya. Sinergi dan kepedulian seperti ini sangat berarti dalam memberikan pertolongan kepada sesama, khususnya dalam situasi darurat," kata Kuswardojo.

Ibu dan Bayi Dirujuk ke Rumah Sakit di Cilacap

Setelah KA Sangkuriang tiba di Stasiun Banjar, Noviyanti bersama suaminya, Andika, turun dari rangkaian kereta dengan membawa bayi laki-laki yang baru dilahirkan.

Petugas kemudian mengarahkan keluarga tersebut untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lanjutan.

Noviyanti, Andika, dan bayi mereka selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Duta Mulya Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Rujukan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan bayi setelah menjalani persalinan darurat di atas kereta api.

Dokter spesialis kandungan yang sebelumnya membantu persalinan juga turut mendampingi proses rujukan menuju rumah sakit.

Pendampingan tersebut menjadi bagian dari kelanjutan pertolongan medis agar kondisi ibu dan bayi tetap mendapatkan perhatian selama perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

KAI Daop 2 Bandung menyampaikan terima kasih atas kepedulian dokter dan seluruh petugas yang membantu menangani keadaan darurat tersebut.

KAI Ingatkan Aturan Perjalanan Kereta Api bagi Ibu Hamil

Menyusul peristiwa tersebut, KAI Daop 2 Bandung kembali mengingatkan calon penumpang mengenai ketentuan keselamatan bagi ibu hamil yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api.

Berdasarkan ketentuan yang disampaikan KAI, ibu hamil dengan usia kehamilan antara 14 hingga 28 minggu diperbolehkan melakukan perjalanan tanpa persyaratan tambahan terkait rentang usia kehamilan tersebut.

Sementara itu, ibu hamil dengan usia kehamilan di bawah 14 minggu atau di atas 28 minggu diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan khusus.

Salah satu persyaratan tersebut adalah kondisi ibu dan janin harus sehat serta tidak mengalami kelainan yang berpotensi membahayakan keselamatan selama perjalanan.

Selain itu, ibu hamil dalam kategori tersebut harus didampingi minimal satu orang penumpang dewasa.

Ketentuan pendampingan diberlakukan agar terdapat pihak yang dapat memberikan bantuan apabila terjadi kondisi darurat atau kebutuhan mendesak selama perjalanan.

KAI juga mengingatkan pentingnya surat keterangan kesehatan dari dokter spesialis kandungan atau bidan sesuai ketentuan yang berlaku.

Surat tersebut harus memuat informasi mengenai kondisi kesehatan ibu dan janin, usia kehamilan, serta rekomendasi tenaga medis yang menyatakan bahwa penumpang diperbolehkan melakukan perjalanan jarak jauh.

Persyaratan tersebut diterapkan sebagai langkah pencegahan terhadap risiko kesehatan yang dapat terjadi selama perjalanan kereta api.

Penumpang Hamil Diminta Melapor Jika Membutuhkan Bantuan Medis

KAI Daop 2 Bandung mengimbau seluruh calon penumpang yang sedang hamil untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau bidan sebelum membeli tiket kereta api.

Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk memastikan kondisi ibu dan janin memungkinkan melakukan perjalanan sesuai usia kehamilan.

Calon penumpang juga diminta memperhatikan kondisi fisik dan mempersiapkan kebutuhan kesehatan sebelum keberangkatan.

Apabila mengalami gangguan kesehatan atau membutuhkan pertolongan medis, penumpang diimbau segera menyampaikan kondisinya kepada petugas KAI.

Pelaporan dapat dilakukan kepada petugas pemeriksaan keberangkatan atau boarding maupun kondektur yang bertugas selama perjalanan.

Penyampaian informasi sejak dini diharapkan membantu petugas memberikan respons lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.

"KAI Daop 2 Imbau para ibu hamil untuk selalu mengonsultasikan kondisi kesehatan janin sebelum membeli tiket, serta tidak ragu untuk melapor kepada petugas boarding maupun kondektur apabila membutuhkan bantuan medis selama perjalanan," tutur Kuswardojo.

KAI menegaskan pentingnya kesiapsiagaan petugas, kepedulian sesama penumpang, dan kepatuhan terhadap ketentuan perjalanan untuk menjaga keselamatan pengguna jasa kereta api.

Peristiwa kelahiran bayi laki-laki di KA Sangkuriang tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi penumpang ibu hamil agar memastikan kondisi kesehatan sebelum bepergian dan segera meminta bantuan apabila mengalami keadaan darurat selama perjalanan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026