HOME  ⁄  Nasional

Indonesia dan Uruguai Perkuat Kerja Sama Kebudayaan, Fadli Zon Teken MoU Pertukaran Seniman hingga Film

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Indonesia dan Uruguai Perkuat Kerja Sama Kebudayaan, Fadli Zon Teken MoU Pertukaran Seniman hingga Film
Foto: Duta Besar Republik Oriental Uruguai untuk Republik Indonesia, Cristina Gonzalez dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam penandatanganan MoU di Jakarta (sumber: Kementerian Kebudayaan)

Pantau - Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Oriental Uruguai memperkuat hubungan bilateral melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup pertukaran seniman, pelestarian warisan budaya, penerjemahan sastra, hingga produksi film.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menandatangani dokumen kerja sama tersebut sebagai langkah membangun kerangka formal hubungan kebudayaan antara Indonesia dan Uruguai.

Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan saling pengertian antara kedua negara melalui berbagai kegiatan kebudayaan, pertukaran informasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut juga menjadi perjanjian bilateral pertama antara Indonesia dan Uruguai yang secara khusus mengatur hubungan kedua negara di bidang kebudayaan.

Indonesia dan Uruguai Sepakati Pertukaran Seniman hingga Pelestarian Manuskrip

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai sektor kebudayaan yang melibatkan pelaku seni, praktisi budaya, pakar kebudayaan, serta lembaga terkait dari kedua negara.

Salah satu program yang disepakati adalah pertukaran dan partisipasi seniman, praktisi budaya, pakar kebudayaan, serta delegasi Indonesia dan Uruguai dalam berbagai kegiatan kebudayaan.

Program tersebut diharapkan dapat memperluas interaksi antarpelaku budaya sekaligus memperkuat hubungan masyarakat kedua negara melalui kegiatan seni dan kebudayaan.

Selain pertukaran pelaku budaya, kedua negara juga menyepakati penguatan kerja sama antarlembaga kebudayaan, termasuk museum dan lembaga yang bergerak dalam pelestarian manuskrip bersejarah.

Kerja sama pelestarian manuskrip menjadi salah satu bagian dari upaya mendukung perlindungan, pengelolaan, dan pengembangan warisan budaya Indonesia serta Uruguai.

Dalam bidang sastra, kedua negara akan mengembangkan program penerjemahan dan penerbitan karya sastra untuk memperluas akses masyarakat terhadap karya-karya dari masing-masing negara.

Kesepakatan tersebut juga mencakup kerja sama produksi film dan karya audiovisual sebagai bagian dari pengembangan sektor kebudayaan serta industri kreatif.

Fadli Zon Dorong Pelatihan dan Penguatan Diplomasi Kebudayaan

Selain pertukaran budaya dan pengembangan karya kreatif, Indonesia dan Uruguai menyepakati peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kebudayaan.

Program tersebut meliputi penyelenggaraan pelatihan, lokakarya, serta kegiatan residensi yang dapat diikuti pelaku kebudayaan dari kedua negara.

Melalui kegiatan tersebut, para pelaku budaya diharapkan memperoleh pengalaman baru sekaligus meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan berbagai program kebudayaan.

Fadli Zon menyampaikan bahwa kerja sama bilateral ini juga membuka ruang komunikasi dan koordinasi mengenai kebijakan kebudayaan.

"Kerja sama juga meliputi promosi kebudayaan, pertukaran informasi dan konsultasi kebijakan, serta koordinasi mengenai isu kebudayaan di tingkat bilateral, regional, dan internasional," ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Melalui kesepakatan tersebut, Indonesia dan Uruguai dapat memperkuat koordinasi dalam membahas berbagai isu kebudayaan yang menjadi perhatian bersama.

Koordinasi itu tidak hanya dilakukan dalam hubungan bilateral, tetapi juga mencakup forum regional dan internasional yang berkaitan dengan pengembangan serta pelestarian kebudayaan.

MoU Kebudayaan Berlaku Lima Tahun dan Bisa Diperpanjang

Nota kesepahaman yang ditandatangani Fadli Zon menjadi landasan formal bagi Indonesia dan Uruguai untuk menyelenggarakan berbagai program kebudayaan secara bersama-sama.

Perjanjian bilateral tersebut memiliki masa berlaku selama lima tahun yang dihitung sejak tanggal penandatanganan terakhir oleh pihak yang terlibat.

Setelah masa berlaku lima tahun berakhir, nota kesepahaman dapat diperpanjang secara otomatis sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam dokumen perjanjian.

Dokumen kerja sama tersebut disusun dalam tiga versi bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Spanyol, dan bahasa Inggris.

Penggunaan ketiga bahasa tersebut menjadi bagian dari penyusunan dokumen resmi yang akan digunakan kedua negara dalam pelaksanaan kerja sama kebudayaan.

Dokumen Kerja Sama Dikirim ke Uruguai Melalui Jalur Diplomatik

Setelah ditandatangani Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, dokumen nota kesepahaman diserahkan kepada Duta Besar Republik Oriental Uruguai untuk Republik Indonesia, Cristina Gonzalez.

Duta Besar Cristina Gonzalez hadir secara langsung dalam proses penandatanganan dokumen kerja sama yang dilakukan pihak Indonesia.

Dokumen tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke Montevideo, Uruguai, melalui kantong diplomatik atau diplomatic pouch.

Pengiriman dilakukan agar dokumen dapat diteruskan kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Uruguai, José Carlos Mahía, untuk menjalani proses penandatanganan dari pihak Uruguai.

Dalam proses penandatanganan tersebut, Fadli Zon didampingi Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti.

Direktur Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Mardisontori, juga hadir mendampingi Menteri Kebudayaan dalam kegiatan tersebut.

Selain jajaran Kementerian Kebudayaan, penandatanganan turut dihadiri perwakilan Direktorat Amerika II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari penguatan diplomasi kebudayaan Indonesia dengan Uruguai melalui kerja sama pertukaran budaya, pelestarian warisan sejarah, pengembangan industri kreatif, dan koordinasi kebijakan kebudayaan.

Melalui kerangka kerja sama tersebut, kedua negara diharapkan dapat mengembangkan program kebudayaan yang memperluas hubungan antarmasyarakat sekaligus memperkuat kerja sama bilateral dalam jangka panjang.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026