
Pantau - Desa Kutai Lama di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, menawarkan beragam pengalaman wisata mulai dari rekreasi keluarga, petualangan alam, kuliner, hingga kunjungan ke situs bersejarah peninggalan Kerajaan Kutai Kartanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Muhammad Faisal, mengatakan kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang memadukan keindahan alam dengan nilai sejarah peradaban masyarakat setempat.
"Desa Kutai Lama menawarkan paket lengkap antara wisata rekreasi keluarga dan sejarah peradaban,” katanya di Kutai Kartanegara, Jumat (30/10/2026).
Menurut Faisal, keberagaman destinasi tersebut memungkinkan wisatawan menikmati berbagai aktivitas dalam satu kawasan, mulai dari bersantai bersama keluarga hingga mengenal sejarah kerajaan di Kalimantan Timur.
Negeri Jahetan Layar Tawarkan Wisata Alam dan Rekreasi Keluarga
Salah satu destinasi wisata yang menjadi daya tarik Desa Kutai Lama adalah Negeri Jahetan Layar yang berada di kawasan perbukitan dengan pemandangan alam sekitar Sungai Mahakam.
Tempat wisata tersebut menawarkan berbagai aktivitas rekreasi, seperti berkemah, menikmati suasana alam, hingga bersantai di kafe dengan pemandangan perbukitan hijau.
Kawasan Negeri Jahetan Layar juga menyediakan fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keluarga, pertemuan kelompok, maupun pelatihan.
"Fasilitas di Negeri Jahetan Layar representatif untuk kegiatan gathering keluarga maupun acara pelatihan," kata Faisal.
Ia menjelaskan bahwa kawasan wisata tersebut memiliki sekitar 20 penginapan yang dapat digunakan wisatawan selama berkunjung.
Keberadaan fasilitas penginapan memberikan pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana alam Kutai Lama lebih lama.
Selain rekreasi di kawasan perbukitan, wisatawan juga dapat mencoba aktivitas memancing di Sungai Cole' dan kawasan sekitar dermaga.
Perairan tersebut menjadi salah satu lokasi bagi pengunjung yang ingin menangkap ikan air tawar maupun udang galah.
"Pecinta aktivitas outdoor dapat menikmati sensasi memancing udang galah dan ikan air tawar di dermaga," tutur Faisal.
Kutai Lama Simpan Jejak Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara
Selain menawarkan wisata alam, Desa Kutai Lama juga memiliki nilai sejarah karena merupakan kawasan awal berdirinya Kerajaan Kutai Kartanegara.
Faisal menjelaskan bahwa peninggalan sejarah di wilayah tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal perjalanan peradaban Kutai.
Sejumlah lokasi bersejarah yang dapat dikunjungi antara lain Sungai Keramat dan Gunung Gong.
Kedua kawasan tersebut merupakan bagian dari situs bersejarah yang terdapat di Desa Kutai Lama.
Wisatawan juga dapat mengunjungi kompleks makam tokoh-tokoh penting yang berkaitan dengan sejarah kerajaan dan perkembangan agama di wilayah tersebut.
Beberapa makam bersejarah yang berada di Kutai Lama adalah makam Raja Aji Mahkota, Aji Dilanggar, serta ulama Tuan Tunggang Parangan.
Keberadaan situs-situs tersebut menjadikan Kutai Lama sebagai tujuan wisata yang tidak hanya menawarkan rekreasi, tetapi juga pengetahuan mengenai sejarah dan kebudayaan setempat.
Dinas Pariwisata Kaltim Dorong Promosi Wisata Kutai Lama
Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong pengelola destinasi wisata di Desa Kutai Lama untuk meningkatkan promosi guna menarik lebih banyak pengunjung.
Muhammad Faisal menilai pengembangan atraksi wisata perlu dilakukan dengan memanfaatkan potensi alam dan kekayaan sejarah yang telah dimiliki kawasan tersebut.
Promosi yang mengangkat cerita sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperkenalkan Kutai Lama kepada wisatawan.
Selain itu, pengembangan kegiatan wisata yang beragam diharapkan mampu memperkuat daya tarik kawasan sebagai tujuan rekreasi keluarga dan wisata sejarah.
"Inovasi atraksi dan promosi berbasis narasi sejarah akan semakin mengangkat daya tarik wisata Kutai Lama," kata Faisal.
Melalui penguatan promosi dan pengembangan atraksi, Dinas Pariwisata Kalimantan Timur berupaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kutai Lama sekaligus memperkenalkan kekayaan sejarah dan alam daerah tersebut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




