
Pantau - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution menyiapkan sejumlah langkah untuk meningkatkan produksi dan kualitas pangan di Kota Gunungsitoli, Kepulauan Nias, mulai dari pembangunan irigasi, bantuan alat pertanian, hingga penanganan harga pupuk bersubsidi.
Langkah tersebut disampaikan Bobby saat melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau jaringan Irigasi Afia di Desa Nazalou Lolowua, Kota Gunungsitoli, Jumat.
Dalam kunjungan itu, Bobby berdialog langsung dengan para petani untuk mendengarkan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Salah satu perhatian utama Gubernur Sumut adalah memastikan pembangunan jaringan irigasi dapat memberikan manfaat nyata bagi petani melalui pendampingan yang berkelanjutan.
"Pembangunan irigasi ini adalah langkah awal, dan kita akan terus dampingi agar hasil panen petani terus meningkat," ujar Bobby seusai berdialog dengan petani.
Bobby Minta Kebutuhan Alat Pertanian Dihitung Berdasarkan Luas Sawah 254 Hektare
Selain pembangunan irigasi, Bobby menyoroti kebutuhan alat dan mesin pertanian yang disampaikan para petani di kawasan Afia.
Para petani mengeluhkan keterbatasan peralatan untuk mengolah lahan hingga menangani hasil panen, termasuk traktor, mesin perontok padi, dan alat pengering gabah.
Menanggapi persoalan tersebut, Bobby menginstruksikan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara untuk melakukan pemetaan kebutuhan alat dan mesin pertanian berdasarkan kondisi lapangan.
Pemetaan tersebut diperlukan agar bantuan pemerintah sesuai dengan kebutuhan kelompok tani dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Bobby menegaskan penghitungan kebutuhan peralatan harus mengacu pada luas lahan persawahan efektif di kawasan Afia yang mencapai 254 hektare.
"Saya minta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk menghitung kebutuhan alat berdasarkan luas lahan efektif persawahan sebesar 254 hektare," ujarnya pula.
Melalui penghitungan tersebut, pemerintah provinsi dapat menentukan jenis dan jumlah alat pertanian yang diperlukan untuk mendukung pengolahan lahan hingga penanganan pascapanen.
Bobby juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan alat pengering gabah untuk membantu petani menjaga kualitas hasil panen sebelum disimpan atau dipasarkan.
Pemkot Gunungsitoli Diminta Siapkan DED untuk Anggaran Tahun Depan
Gubernur Sumut selanjutnya meminta Pemerintah Kota Gunungsitoli segera menyusun dokumen perencanaan teknis terperinci atau detail engineering design (DED) untuk pengembangan kawasan persawahan Afia.
Dokumen tersebut diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan infrastruktur pertanian sekaligus mendukung pengajuan anggaran kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Bobby meminta Wali Kota Gunungsitoli menyiapkan dokumen perencanaan dan pengajuan teknis agar kebutuhan pembangunan pertanian dapat dipertimbangkan dalam alokasi anggaran tahun berikutnya.
"Kepada Bapak Wali Kota segera menyusun DED, dan pengajuan teknis agar Pemprov Sumut dapat mengalokasikan anggaran pada tahun mendatang," kata Bobby.
Penyusunan perencanaan teknis tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan prioritas pembangunan infrastruktur pertanian sesuai dengan kebutuhan petani.
Selain pengembangan jaringan irigasi, perencanaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan lahan persawahan di kawasan Afia.
Bobby Soroti Harga Pupuk Bersubsidi yang Melebihi Ketentuan
Persoalan lain yang menjadi perhatian Bobby adalah tingginya harga pupuk bersubsidi yang dibeli petani di tingkat pengecer.
Berdasarkan aspirasi petani, masih ditemukan penjualan pupuk bersubsidi dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Bobby mendorong penyelesaian persoalan tersebut melalui koordinasi antara pemerintah daerah, distributor pupuk, dan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda).
Ia menyarankan Wali Kota Gunungsitoli mengundang distributor pupuk untuk membahas persoalan harga dan distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Kepulauan Nias.
Pertemuan tersebut juga diminta melibatkan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.
Salah satu pembahasan yang perlu dilakukan adalah persoalan biaya distribusi pupuk antarwilayah dengan mempertimbangkan kondisi geografis Kepulauan Nias tanpa mengabaikan ketentuan harga yang berlaku.
"Untuk membahas kesepakatan batas atas harga eceran yang mempertimbangkan biaya distribusi antarwilayah," ujar Bobby lagi.
Melalui koordinasi tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat menemukan penyelesaian terhadap persoalan harga pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi beban petani.
Petani Keluhkan Traktor Terbatas hingga Bendungan Sungai Afulu
Sebelumnya, Ketua Gabungan Kelompok Tani Tetehosi Zega, Harozeki Zega, menyampaikan sejumlah persoalan yang dihadapi petani dalam mengelola lahan persawahan di kawasan Afia.
Selain tingginya harga pupuk bersubsidi, para petani menghadapi keterbatasan alat dan mesin pertanian untuk mendukung kegiatan produksi.
Keterbatasan traktor menjadi salah satu kendala dalam proses pengolahan lahan persawahan.
Petani juga membutuhkan tambahan mesin perontok padi dan alat pengering gabah untuk menunjang proses penanganan hasil panen.
Selain kebutuhan peralatan, kelompok tani mengusulkan perbaikan bendungan induk Sungai Afulu yang telah dibangun sejak dekade 1980-an.
"Keterbatasan traktor dan mesin perontok padi, kebutuhan alat pengering, serta perbaikan bendungan induk Sungai Afulu yang dibangun sejak 1980-an," katanya.
Berbagai aspirasi tersebut menjadi bahan pertimbangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menentukan langkah penanganan persoalan pertanian di kawasan Afia.
Wali Kota Gunungsitoli Komitmen Dampingi Petani
Sementara itu, Wali Kota Gunungsitoli Sowa'a Laoli menyambut baik kunjungan Bobby Nasution yang secara langsung meninjau kondisi pertanian dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
Sowa'a menegaskan Pemerintah Kota Gunungsitoli berkomitmen memberikan pendampingan kepada petani melalui tenaga penyuluh pertanian.
Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu kelompok tani mengoptimalkan pemanfaatan lahan baku persawahan seluas 254 hektare di kawasan Afia.
"Kami Pemkot Gunungsitoli komitmen lewat penyuluh pertanian untuk terus mendampingi petani mengoptimalkan lahan baku persawahan seluas 254 hektar di kawasan Afia ini," ujar Sowa'a Laoli.
Pemerintah Kota Gunungsitoli akan terus mendorong pemanfaatan lahan pertanian melalui pendampingan agar produktivitas persawahan dapat ditingkatkan.
Melalui pengembangan irigasi, pemetaan kebutuhan alat pertanian, penyusunan perencanaan teknis, serta pengawasan harga pupuk bersubsidi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Gunungsitoli berupaya memperkuat sektor pertanian di Kepulauan Nias.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen, menjaga kualitas produksi, dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah Gunungsitoli.
- Penulis :
- Shila Glorya




