HOME  ⁄  Nasional

Hujan Lebat Terjang Banyumas, BPBD Catat 21 Bencana Banjir dan Longsor hingga Tanggul Sungai Jebol

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Hujan Lebat Terjang Banyumas, BPBD Catat 21 Bencana Banjir dan Longsor hingga Tanggul Sungai Jebol
Foto: (Sumber :Talud ruas jalan kabupaten di Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, Banyumas, Jawa Tengah, longsor akibat hujan lebat yang terjadi pada Sabtu (31/10/2026) dini hari. ANTARA/HO-BPBD Banyumas.)

Pantau - Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026) dini hari mengakibatkan sedikitnya 21 kejadian bencana yang meliputi tanah longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem di sejumlah kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas langsung melakukan penanganan darurat dan kaji cepat untuk mengetahui tingkat kerusakan serta dampak bencana terhadap masyarakat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Banyumas, Abdul Ladjis, mengatakan berdasarkan pendataan sementara hingga pukul 08.47 WIB, terdapat 14 kejadian tanah longsor, lima kejadian banjir, dan dua kejadian akibat cuaca ekstrem.

"Petugas BPBD Kabupaten Banyumas saat ini masih melakukan asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak dari kejadian bencana tersebut," katanya di Purwokerto, Sabtu (31/10/2026).

Bencana tersebut dilaporkan tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Wangon, Kebasen, Somagede, Purwojati, Ajibarang, Lumbir, Kemranjen, dan Rawalo.

Tanah Longsor Terjang Sejumlah Desa dan Fasilitas Pendidikan

BPBD Banyumas mencatat tanah longsor menjadi bencana yang paling banyak terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Sejumlah lokasi yang terdampak longsor antara lain Desa Klinting di Kecamatan Somagede, Desa Canduk di Kecamatan Lumbir, serta Desa Kracak di Kecamatan Ajibarang.

Longsor juga dilaporkan terjadi di sejumlah fasilitas pendidikan, yakni SDN 3 Pageralang, SDN 4 Tipar Kidul, dan SDN Karangsari.

Selain itu, talud pada ruas jalan kabupaten di Desa Kemawi, Kecamatan Somagede, mengalami longsor akibat tingginya intensitas hujan.

Kejadian tersebut menjadi bagian dari sejumlah laporan kerusakan infrastruktur yang saat ini masih didata oleh petugas BPBD.

Petugas terus melakukan pemeriksaan di lokasi terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Banjir Luapan Sungai Rendam Sejumlah Wilayah, Tanggul Sungai Jimblem Jebol

Selain tanah longsor, hujan lebat juga menyebabkan banjir akibat luapan sungai di beberapa wilayah Kabupaten Banyumas.

Banjir dilaporkan melanda Desa Gerduren di Kecamatan Purwojati serta Desa Pengadegan dan Desa Klapagading Kulon di Kecamatan Wangon.

Genangan akibat luapan air juga terjadi di sekitar SMP Negeri Wangon.

Sementara itu, tanggul Sungai Jimblem yang berada di Desa Sawangan, Kecamatan Kebasen, dilaporkan jebol setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.

Kerusakan tanggul tersebut menjadi salah satu kejadian yang masuk dalam pendataan BPBD Banyumas.

Selain banjir dan longsor, cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang yang menutup akses jalan raya di Desa Rawaheng, Kecamatan Wangon.

Kondisi tersebut menambah daftar gangguan infrastruktur akibat cuaca buruk yang terjadi secara bersamaan di sejumlah titik.

BPBD Banyumas Lakukan Kaji Cepat dan Data Kebutuhan Darurat

Abdul Ladjis menjelaskan bahwa BPBD Kabupaten Banyumas masih mengerahkan petugas untuk melakukan kaji cepat terhadap seluruh laporan bencana yang masuk.

Pendataan dilakukan untuk mengetahui dampak terhadap permukiman, fasilitas umum, infrastruktur, serta kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.

Menurutnya, hasil asesmen lapangan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan bencana berikutnya.

“Adapun kebutuhan mendesak untuk penanganan bencana masih dalam proses pendataan seiring dengan asesmen yang dilakukan petugas di lapangan,” katanya.

Hingga pendataan sementara pada Sabtu pagi, BPBD belum merinci jumlah warga terdampak maupun total kerugian akibat rangkaian bencana tersebut.

Petugas BPBD Kabupaten Banyumas masih melakukan penanganan dan pendataan di sejumlah lokasi terdampak banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026