
Pantau - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat pembinaan umat, pendidikan karakter, pemberdayaan masyarakat, serta kepedulian lingkungan guna mendukung pembangunan Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua DPW LDII DKI Jakarta, Imam Bashori, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) LDII DKI Jakarta 2026 yang berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Imam menegaskan bahwa LDII ingin terus berkontribusi melalui berbagai program pengabdian masyarakat yang sejalan dengan kebutuhan warga dan arah kebijakan pemerintah daerah.
"Kami ingin ini selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kinerja pemerintah tanpa meninggalkan jati diri organisasi serta nilai luhur Pancasila," ujar Imam dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan sosial melalui pembinaan keagamaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan penguatan nilai kebangsaan.
LDII Dorong Program Pembinaan Umat yang Berdampak Langsung bagi Masyarakat
Imam menjelaskan bahwa Rakerwil LDII DKI Jakarta 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai program organisasi sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan.
Melalui kegiatan tersebut, LDII berharap dapat menghasilkan program yang realistis, inovatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Jakarta.
Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
"Ini tidak hanya diukur dari banyaknya program yang digagas, tetapi juga memberi manfaat bagi warga sekitar," ujarnya.
LDII juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional dan religius melalui pembinaan berkelanjutan.
Upaya tersebut diarahkan untuk membangun kehidupan masyarakat yang rukun, harmonis, produktif, serta memiliki daya saing.
Imam menilai keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan pembangunan Jakarta.
Unsur yang diharapkan berkontribusi meliputi organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, mahasiswa, hingga komunitas yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan ibu kota.
Menurutnya, Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan membutuhkan masyarakat yang tidak hanya cerdas dan kompetitif, tetapi juga menjunjung tinggi toleransi serta persatuan.
Karena itu, Imam meminta seluruh pengurus LDII menjaga komunikasi terbuka dan mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pengambilan keputusan organisasi.
LDII dan Pemprov DKI Jakarta Siapkan Kerja Sama Lingkungan dan Pendidikan
Sementara itu, Asisten Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, menyampaikan bahwa kolaborasi antara LDII dan pemerintah daerah selama ini telah berjalan baik.
Ia berharap hubungan tersebut terus diperkuat melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ali mengungkapkan bahwa LDII Jakarta dan Gubernur DKI Jakarta berencana menjalin nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kerja sama tersebut akan mencakup gerakan kepedulian lingkungan, penguatan pendidikan, serta berbagai kegiatan yang mendukung kemajuan Jakarta.
"Rakerwil bisa menghasilkan program realistis dengan dinamika kebutuhan masyarakat. Mengidentifikasi peluang ke depan, arah, dan kebijakan program yang harus bersinergi antara stakeholder. Tujuannya, Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan menghasilkan artinya warganya tidak ada yang tertinggal," kata Ali.
Menurutnya, penyusunan program organisasi perlu memperhatikan dinamika kebutuhan masyarakat sekaligus mengidentifikasi peluang kerja sama dengan berbagai pihak.
Sinergi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat mendukung pembangunan Jakarta yang lebih inklusif.
Pemprov DKI Apresiasi Program Pengelolaan Sampah di Pesantren LDII
Ali juga menyoroti kontribusi LDII dalam mengembangkan kepedulian lingkungan melalui penerapan konsep zero waste atau pengurangan sampah di lingkungan pondok pesantren.
Program tersebut dinilai dapat menjadi contoh pengelolaan sampah yang dapat diperluas penerapannya di tengah masyarakat.
Menurutnya, upaya mengurangi penumpukan sampah perlu disosialisasikan agar semakin banyak warga terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Selain persoalan lingkungan, Ali menilai Jakarta masih menghadapi tantangan berupa kesenjangan sosial dan pengelolaan kehidupan masyarakat yang majemuk.
Ia menekankan bahwa pendidikan dan penguatan nilai kebersamaan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan tersebut.
"Keberagaman budaya yang kita punya ini seharusnya menjadi modal memajukan Jakarta menjadi kota global. Bukan arus globalisasi yang masuk, tapi kearifan lokal yang mendunia. Inilah tugas bersama mempererat kebersamaan dan bangun komunikasi," kata Ali.
Ali menilai keberagaman budaya masyarakat Jakarta dapat menjadi kekuatan dalam membangun identitas kota di tingkat internasional.
Karena itu, ia mendorong seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat komunikasi dan menjaga kerukunan di tengah perbedaan latar belakang sosial maupun budaya.
LDII dan Pemprov DKI Dorong Gerakan Membumikan Al-Qur'an dalam Keluarga
Selain program lingkungan dan pendidikan, LDII bersama Pemprov DKI Jakarta juga berupaya memperkuat kerja sama di bidang keagamaan.
Salah satu program yang didorong sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta adalah gerakan bertema "Membumikan Qur'an" dalam lingkungan keluarga.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kehidupan beragama sekaligus memperkuat pembinaan karakter masyarakat.
Melalui pendekatan keluarga, pembinaan keagamaan diharapkan dapat mendukung terbentuknya kehidupan sosial yang harmonis.
LDII juga berkomitmen menjaga nilai-nilai Pancasila dan memperkuat toleransi dalam pelaksanaan berbagai program organisasi.
Rakerwil LDII DKI Jakarta 2026 menjadi forum untuk menyelaraskan program pembinaan umat, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan kepedulian lingkungan dengan kebutuhan pembangunan Jakarta.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




