
Pantau - Gubernur Bali Wayan Koster menjanjikan bantuan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi serta bonus bagi tiga atlet disabilitas asal Bali yang berhasil meraih medali dalam kompetisi olahraga tingkat internasional.
Janji tersebut disampaikan Koster saat menerima audiensi atlet disabilitas di Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (31/10/2026).
Ketiga atlet yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Bali adalah I Kadek Dwi Purwana Yasa, Ni Made Arianti Putri, dan Ni Nengah Widiasih.
"Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen menyiapkan bonus dan bantuan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi guna mendukung masa depan para atlet berprestasi," kata Koster.
Dalam pertemuan tersebut, Koster didampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali.
Gubernur Bali Siapkan Bonus dan Bantuan Pendidikan Atlet
Koster mengatakan dukungan pemerintah daerah tidak hanya diberikan dalam bentuk penghargaan atas keberhasilan atlet meraih medali.
Pemerintah Provinsi Bali juga berkomitmen membantu keberlanjutan pendidikan para atlet agar mereka memiliki kesempatan mengembangkan kemampuan di luar bidang olahraga.
Bantuan pendidikan tersebut dijanjikan hingga jenjang perguruan tinggi sebagai bentuk dukungan terhadap masa depan atlet disabilitas berprestasi.
"Dukungan pendidikan ini diharapkan membantu keberlanjutan pengembangan potensi atlet, tidak hanya selama masa aktif bertanding tetapi juga untuk masa depan mereka," tutur Koster.
Menurutnya, keberhasilan atlet disabilitas Bali dalam kompetisi internasional menunjukkan kemampuan mereka bersaing dengan atlet dari berbagai negara.
"Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Bali, tetapi juga membuktikan bahwa atlet disabilitas kita memiliki daya saing untuk berprestasi di tingkat internasional," ujar Gubernur Koster.
Kadek Dwi Purwana Yasa Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia
Salah satu atlet yang menerima apresiasi adalah I Kadek Dwi Purwana Yasa yang meraih medali emas cabang para atletik nomor lempar cakram putra kelas F57.
Kadek Dwi mencatatkan lemparan sejauh 49,75 meter dalam kompetisi tersebut.
Hasil itu sekaligus memecahkan rekor dunia yang sebelumnya juga tercatat atas namanya sendiri.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian utama atlet disabilitas Bali dalam ajang olahraga internasional.
Prestasi Kadek Dwi turut menjadi perhatian pemerintah daerah dalam upaya memperkuat pembinaan olahraga disabilitas.
Arianti Putri Sabet Perunggu dan Catat Rekor Pribadi
Atlet lainnya, Ni Made Arianti Putri, berhasil mempersembahkan medali perunggu dari cabang para atletik nomor lari 100 meter putri kelas T12.
Arianti bertanding bersama pelari pendampingnya, Guntur Wijanarko.
Keduanya mencatatkan waktu 12,51 detik dalam nomor tersebut.
Catatan waktu itu menjadi rekor terbaik pribadi Arianti sepanjang penampilannya di nomor lari 100 meter.
Hasil tersebut menambah daftar prestasi atlet disabilitas Bali dalam kompetisi tingkat internasional.
Ni Nengah Widiasih Raih Dua Medali Para Angkat Berat
Atlet senior Ni Nengah Widiasih juga mencatatkan prestasi melalui cabang olahraga para angkat berat.
Widiasih berhasil meraih medali perunggu pada kelas 41 kilogram putri.
Dalam pertandingan tersebut, ia membukukan angkatan terbaik seberat 97 kilogram.
Selain medali perunggu, Widiasih turut menyumbangkan medali perak dari nomor beregu campuran.
Dengan demikian, Widiasih berhasil membawa pulang dua medali dari kompetisi yang diikutinya.
Pemprov Bali Dorong Pembinaan Olahraga Disabilitas
Koster berharap keberhasilan ketiga atlet tersebut dapat memberikan motivasi bagi atlet Bali lainnya untuk terus meningkatkan prestasi.
Ia juga menginginkan pencapaian mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam mengembangkan kemampuan dan menghadapi persaingan olahraga.
Pemerintah Provinsi Bali memandang prestasi internasional para atlet disabilitas sebagai momentum untuk memperkuat pembinaan olahraga di daerah.
Dukungan berupa bonus dan bantuan pendidikan diharapkan dapat membantu para atlet mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan karier kompetitif.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pemprov Bali berharap semakin banyak atlet disabilitas asal daerah tersebut mampu meraih prestasi di tingkat dunia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




