HOME  ⁄  Nasional

LRT Jakarta Gelar Larata Run 2026, Ratusan Peserta Padukan Olahraga Lari dan Transportasi Publik di Kelapa Gading

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

LRT Jakarta Gelar Larata Run 2026, Ratusan Peserta Padukan Olahraga Lari dan Transportasi Publik di Kelapa Gading
Foto: (Sumber :PT LRT Jakarta menggelar kegiatan Road to Larata Run 2026 yang diikuti 160 peserta dengan jarak tempuh 5 Kilometer dari Kelapa Gading menuju Veledrome, Jakarta Timur pada Sabtu (31/10/2026). ANTARA/HO-LRT Jakarta.)

Pantau - PT LRT Jakarta menggelar kegiatan Road to Larata Run 2026 yang menggabungkan olahraga lari dengan penggunaan transportasi publik di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (31/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan tujuh tahun operasional komersial LRT Jakarta.

Kegiatan tersebut diikuti 160 peserta yang menempuh jarak lima kilometer dari kawasan GAFOY, Summarecon Mall Kelapa Gading, menuju Stasiun Velodrome di Rawamangun, Jakarta Timur.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta, Aris Rizal Arafah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengajak masyarakat menjalani gaya hidup sehat sekaligus membiasakan penggunaan angkutan umum.

“Sebanyak 160 peserta mengikuti lari sejauh lima kilometer (5K) dengan rute dari kawasan GAFOY, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, menuju Stasiun Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur,” kata Aris di Jakarta, Sabtu.

Kegiatan ini menjadi pembuka menuju acara utama Larata Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026, bertepatan dengan peringatan tujuh tahun operasional komersial LRT Jakarta.

Peserta Larata Run Tempuh Lima Kilometer dan Pulang Menggunakan LRT Jakarta

Aris menjelaskan bahwa konsep Road to Larata Run 2026 tidak hanya berfokus pada aktivitas olahraga, tetapi juga memberikan pengalaman langsung menggunakan transportasi publik.

Setelah menyelesaikan rute lari menuju Stasiun Velodrome, para peserta melanjutkan perjalanan kembali ke kawasan Kelapa Gading menggunakan LRT Jakarta.

Peserta kemudian menuju Stasiun Boulevard Utara sebelum menyelesaikan rangkaian kegiatan di garis finis kawasan GAFOY.

“Melalui Road to Larata Run 2026, kami menghadirkan pengalaman baru dengan memadukan olahraga dan perjalanan menggunakan LRT Jakarta,” kata Aris.

Selain olahraga, penyelenggara menghadirkan kompetisi busana bertema Betawi Style sebagai bagian dari upaya mengangkat unsur budaya lokal.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan integrasi aktivitas masyarakat dengan layanan transportasi massal yang beroperasi di Jakarta.

Larata Run 13 Desember Targetkan 1.600 Peserta dan 500 Pesepeda

PT LRT Jakarta menyiapkan acara puncak Larata Run 2026 pada 13 Desember mendatang dengan target partisipasi yang lebih besar.

Penyelenggara menargetkan sebanyak 1.600 peserta dalam dua kategori kegiatan, yakni jalan santai lima kilometer dan lari santai delapan kilometer.

"Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju acara puncak Larata Run yang dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2026. Kami menargetkan 1.600 peserta yang terbagi dalam kategori 5K Fun Walk dan 8K Fun Run,” katanya.

Selain peserta lari dan jalan santai, kegiatan tersebut juga akan melibatkan 500 pesepeda dari berbagai komunitas.

Para pesepeda dijadwalkan menempuh rute dari kawasan Manggarai menuju garis finis di Depo LRT Jakarta, Kelapa Gading.

“Momentum ini sekaligus memperkuat posisi kawasan Kelapa Gading sebagai sentra aktivitas warga dan simpul transit modern di Jakarta,” kata dia.

Melalui kegiatan tersebut, LRT Jakarta berupaya memperluas keterlibatan masyarakat dalam aktivitas olahraga sekaligus meningkatkan pengenalan terhadap layanan transportasi publik.

LRT Jakarta Rencanakan Pengembangan Jalur ke Sunter, JIS, dan PIK

Di luar penyelenggaraan Larata Run, PT LRT Jakarta juga tengah merencanakan pengembangan jaringan transportasi menuju sejumlah kawasan strategis ibu kota.

Rencana pengembangan tersebut mencakup wilayah Sunter, Jakarta International Stadium (JIS), hingga Pantai Indah Kapuk (PIK).

Selain itu, pengembangan jalur menuju Manggarai dan Dukuh Atas menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan.

Pengembangan jaringan tersebut diarahkan untuk memperluas konektivitas layanan LRT Jakarta dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat.

PT LRT Jakarta juga terus menjalin koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengembangan kawasan yang mendukung penggunaan transportasi publik.

Salah satu bentuk kerja sama yang sedang direncanakan adalah uji coba Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Kelapa Gading.

Program tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi lokal.

LRT Jakarta Kaji Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit

Aris menambahkan bahwa perusahaan tengah mematangkan kajian pengembangan Kawasan Berorientasi Transit atau Transit-Oriented Development (TOD).

Konsep tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan layanan transportasi publik dengan pengembangan kawasan hunian dan aktivitas masyarakat.

PT LRT Jakarta menargetkan pengembangan kawasan yang ramah bagi masyarakat, inklusif, serta memperhatikan aspek keberlanjutan.

“Langkah ini diarahkan untuk menghadirkan kawasan hunian terpadu yang ramah, inklusif, dan berkelanjutan guna mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang terkoneksi secara modern,” kata dia.

Pengembangan kawasan berorientasi transit tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung konektivitas perkotaan dan meningkatkan pemanfaatan transportasi massal di Jakarta.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026