
Pantau - Dokter spesialis anak menegaskan bahwa kebiasaan mengonsumsi air es atau minuman dingin tidak secara langsung menyebabkan batuk, pilek, maupun flu pada anak karena penyakit tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi virus.
Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Aisya Fikritama Aditya, Sp.A, mengatakan anggapan bahwa minum air es menjadi penyebab langsung flu merupakan mitos yang masih berkembang di masyarakat.
Menurut Aisya, anak-anak tetap diperbolehkan mengonsumsi air dingin selama air dan es yang digunakan bersih serta aman untuk diminum.
“Anak boleh minum air dingin atau air dengan es selama airnya bersih dan aman dikonsumsi. Suhu minuman bukan penyebab infeksi virus,” kata Aisya kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).
Meski demikian, minuman dingin dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada tenggorokan atau memicu batuk sementara pada sebagian anak yang memiliki saluran pernapasan sensitif.
Dokter Jelaskan Penyebab Batuk dan Flu Bukan karena Air Es
Aisya menjelaskan bahwa flu dan sebagian besar kasus pilek disebabkan oleh infeksi virus, bukan oleh suhu minuman yang dikonsumsi seseorang.
Karena itu, mengonsumsi air es tidak otomatis membuat anak mengalami infeksi saluran pernapasan.
Namun, respons tubuh terhadap minuman dingin dapat berbeda pada setiap anak, terutama mereka yang memiliki saluran napas sensitif.
Pada kondisi tertentu, paparan suhu dingin dapat memicu rasa tidak nyaman di tenggorokan yang disertai keluhan batuk sementara.
Aisya menekankan bahwa munculnya gejala setelah mengonsumsi minuman dingin tidak berarti air es menjadi penyebab infeksi.
Perbedaan antara iritasi sementara dan infeksi perlu dipahami agar orang tua tidak langsung mengaitkan setiap keluhan batuk dengan kebiasaan minum es.
Anak Boleh Minum Air Es saat Musim Hujan dengan Syarat Tetap Higienis
Aisya menyampaikan bahwa orang tua tidak perlu melarang anak mengonsumsi air es hanya karena sedang memasuki musim hujan.
Hal yang lebih penting adalah memastikan air minum dan es berasal dari sumber yang bersih serta memenuhi syarat keamanan konsumsi.
“Jadi, orang tua tidak perlu melarang air es semata-mata karena sedang musim hujan. Pastikan saja air dan es yang dikonsumsi berasal dari sumber yang higienis,” ujar dia.
Selain memperhatikan kebersihan minuman, Aisya mengingatkan pentingnya menerapkan kebiasaan hidup sehat untuk mencegah penularan penyakit.
Salah satu langkah yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan tangan, terutama sebelum makan dan minum.
Orang tua juga disarankan menghindarkan anak dari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
Pemberian imunisasi sesuai jadwal menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan anak.
Pemenuhan kebutuhan nutrisi dan waktu istirahat yang cukup juga perlu diperhatikan untuk mendukung kondisi kesehatan anak.
Dokter Ingatkan Minuman Dingin Bisa Memicu Batuk Sementara
Dokter spesialis anak dr. Mulki Angela, SpA, PhD, turut menjelaskan bahwa minuman dingin tidak serta-merta menyebabkan seseorang mengalami batuk dan pilek.
Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, suhu dingin dari minuman dapat menimbulkan sensasi tidak nyaman pada tenggorokan.
Pada sebagian orang, kondisi tersebut terkadang dapat memicu keluhan batuk setelah mengonsumsi air es.
Namun, keluhan tersebut tidak dapat langsung disamakan dengan infeksi yang menyebabkan batuk dan pilek.
Mulki menjelaskan bahwa penyebab utama batuk dan pilek berkaitan dengan infeksi, termasuk yang disebabkan oleh virus maupun bakteri.
Ia juga mengingatkan agar konsumsi minuman dingin tidak dilakukan secara berlebihan, baik pada musim kemarau maupun musim hujan.
“Kalau untuk batuk pilek sendiri, memang penyebab utamanya adalah infeksi seperti virus, bakteri. Jadi enggak serta-merta dari es langsung membuat jadi batuk dan pilek. Tetapi memang segala sesuatu itu enggak boleh berlebihan, jadi sebaiknya kalaupun mau minum es, mungkin sesekali aja,” ujar Mulki, dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Kebersihan Air dan Es Lebih Penting daripada Suhu Minuman
Selain membahas pengaruh suhu dingin, Mulki menekankan pentingnya memperhatikan kebersihan air dan es yang dikonsumsi.
Menurutnya, es yang dibuat menggunakan air kurang bersih berpotensi menimbulkan penyakit.
Karena itu, sumber air dan proses penyimpanan es perlu diperhatikan sebelum minuman diberikan kepada anak.
Penjelasan kedua dokter tersebut menunjukkan bahwa suhu dingin bukan penyebab langsung infeksi virus yang menimbulkan flu atau pilek.
Meski demikian, konsumsi air es tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, terutama apabila minuman dingin menimbulkan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Orang tua juga diingatkan untuk mengutamakan kebersihan makanan dan minuman, imunisasi, nutrisi, serta istirahat yang cukup dalam menjaga kesehatan anak.
- Penulis :
- Gerry Eka




