
Pantau - Pendidikan kejuruan di China menjadi sarana bagi mahasiswa Indonesia untuk meningkatkan keterampilan teknis, menguasai bahasa Mandarin, serta memperluas peluang kerja di perusahaan internasional sekaligus mempererat hubungan masyarakat kedua negara.
Sejumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu, China, mengaku memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang memberikan manfaat bagi pengembangan kemampuan profesional mereka.
Selain mengikuti pembelajaran di kampus, para mahasiswa juga berkesempatan mengenal tradisi, kehidupan masyarakat, hingga perkembangan teknologi dan infrastruktur di China.
Pengalaman tersebut dirasakan Nurkholish, mahasiswa asal Indonesia yang menjalani pendidikan di Wuhu dan mulai mengenal budaya setempat melalui berbagai kegiatan universitas.
"Pihak universitas menyelenggarakan kegiatan untuk merayakan festival tradisional China, seperti Festival Musim Semi dan Festival Perahu Naga, sehingga kami dapat mengenal dan mempelajari budaya China," kata Nurkholish.
Menurutnya, kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan kampus membantu mahasiswa internasional memahami tradisi masyarakat China secara langsung.
Di kamar asramanya, Nurkholish menyimpan lampion ikan tradisional khas Huizhou dan sejumlah buku berbahasa Mandarin sebagai bagian dari pengalaman belajar sekaligus mengenal kebudayaan setempat.
Ia juga memanfaatkan waktu luang untuk menjelajahi Kota Wuhu bersama teman-teman sekelasnya dan berinteraksi dengan masyarakat sekitar.
Seiring berjalannya waktu, pengalaman tersebut membuat Nurkholish semakin akrab dengan kehidupan di China.
Mahasiswa Indonesia Pelajari Budaya dan Teknologi Transportasi China
Pengalaman serupa dirasakan Dwinita Asty Kusuma, mahasiswa Indonesia asal Kalimantan Selatan yang telah tinggal selama dua tahun di China.
Perempuan berusia 22 tahun tersebut mengaku memperoleh banyak pengalaman baru melalui kehidupan sehari-hari, termasuk mengenal kuliner lokal dan perkembangan transportasi perkotaan.
Dwinita kerap menghabiskan waktu bersama teman-teman sekelasnya untuk menjelajahi berbagai tempat dan mencoba makanan khas China.
Selain keberagaman kuliner, kemajuan sistem transportasi menjadi salah satu hal yang menarik perhatiannya selama menjalani pendidikan.
"Jaringan kereta cepat dan kereta ringan di China sangat luas dan terjangkau," kata Dwinita.
Menurutnya, kemudahan transportasi memberikan pengalaman tersendiri dalam menjalani aktivitas sehari-hari di negara tersebut.
Interaksi dengan masyarakat setempat juga membuatnya memperoleh pemahaman lebih luas mengenai kehidupan sosial dan budaya China.
Pengalaman selama menempuh pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga memperkaya wawasan mengenai kehidupan masyarakat di luar Indonesia.
"Setelah pulang ke tanah air, saya akan menceritakan pengalaman saya di sini kepada lebih banyak orang, agar mereka dapat mengenal China yang sesungguhnya," ujar Dwinita.
Kemampuan Bahasa Mandarin Buka Peluang Kerja di Perusahaan China
Selain memperluas wawasan budaya, pendidikan kejuruan di China dinilai memberikan manfaat bagi mahasiswa Indonesia dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Brayen Difan Makatiwo, alumnus asal Indonesia dari Universitas Teknik Kejuruan Wuhu, mengungkapkan bahwa kemampuan bahasa Mandarin menjadi salah satu keterampilan penting bagi tenaga profesional Indonesia.
Menurutnya, banyak perusahaan asal China yang menjalankan kegiatan usaha di Indonesia membutuhkan pekerja lokal dengan kemampuan komunikasi dan pemahaman teknis yang memadai.
Penguasaan bahasa Mandarin dapat membantu tenaga kerja memahami petunjuk penggunaan mesin, mengikuti pertemuan perusahaan, hingga mengoperasikan peralatan berteknologi tinggi.
"Banyak perusahaan China yang beroperasi di Indonesia membutuhkan tenaga profesional lokal yang mampu berbahasa Mandarin. Penguasaan bahasa Mandarin membuat kami dapat membaca manual peralatan, berpartisipasi dalam rapat, serta mengoperasikan peralatan canggih buatan China, sehingga membuka lebih banyak peluang karier," tutur Brayen.
Kemampuan tersebut menjadi salah satu manfaat yang diperoleh mahasiswa melalui perpaduan pendidikan teknis dan pembelajaran bahasa selama menempuh studi di China.
Brayen juga menilai pengalaman belajar di luar negeri dapat membantu mahasiswa Indonesia memahami sistem kerja dan pendekatan manajemen yang berbeda.
Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan ketika para lulusan kembali ke Indonesia dan memasuki dunia profesional.
Alumni Universitas China Bantu Mahasiswa Indonesia Mengakses Peluang Pendidikan dan Pekerjaan
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Brayen turut menjalankan peran sebagai penghubung alumni Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Indonesia.
Melalui peran tersebut, ia membagikan pengalaman selama menempuh pendidikan kepada generasi muda Indonesia yang tertarik melanjutkan studi di China.
Brayen berharap semakin banyak mahasiswa Indonesia dapat memperoleh manfaat dari pendidikan kejuruan, khususnya dalam penguasaan keterampilan profesional dan bahasa asing.
Ia juga ingin memanfaatkan pengalaman lintas budaya untuk membantu lulusan Indonesia menemukan peluang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
"Saya berharap dapat membawa pulang ke Indonesia pengetahuan profesional, pendekatan manajemen, dan pengalaman hidup yang saya peroleh di China. Saya juga berharap dapat memanfaatkan kemampuan bahasa dan pemahaman lintas budaya yang saya miliki untuk membantu lebih banyak mahasiswa Indonesia menemukan pekerjaan yang sesuai bagi mereka," kata Brayen.
Pengalaman Nurkholish, Dwinita, dan Brayen memperlihatkan bagaimana pendidikan kejuruan menjadi sarana pertukaran pengetahuan sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat Indonesia dan China.
Selain memperoleh keterampilan teknis, mahasiswa Indonesia mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, memahami budaya asing, dan mengenal kebutuhan industri internasional.
Hubungan yang terbangun melalui pendidikan dan jaringan alumni tersebut juga membuka ruang bagi pertukaran pengalaman serta penguatan hubungan masyarakat kedua negara.
Pendidikan kejuruan di China dengan demikian menjadi salah satu jalur bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi peluang karier setelah menyelesaikan studi.
- Penulis :
- Gerry Eka




