
Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi mencapai 2,5 hingga 4 meter di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Timur yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran.
Direktur Meteorologi Maritim BMKG Agie Wandala menjelaskan bahwa peningkatan tinggi gelombang tersebut dipengaruhi pergerakan angin di wilayah Indonesia bagian selatan.
Angin terpantau bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 28 knot.
Kondisi tersebut berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia, termasuk kawasan selatan Jawa Timur.
BMKG mengimbau nelayan, operator kapal, serta masyarakat pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi gelombang tinggi.
Gelombang hingga 4 Meter Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa Timur
Agie dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026), menyampaikan bahwa Samudra Hindia selatan Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang berpotensi mengalami gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, serta Laut Natuna Utara.
Pergerakan angin tersebut turut memengaruhi kondisi perairan dan meningkatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah kawasan.
Selain perairan selatan Jawa Timur, BMKG juga mengidentifikasi wilayah lain yang berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang.
Sejumlah Perairan Indonesia Berpotensi Dilanda Gelombang 2,5 Meter
BMKG memperkirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di berbagai wilayah perairan Indonesia.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Samudra Hindia barat Aceh hingga Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga diperkirakan terjadi di Laut Natuna Utara, Laut Bali, dan Laut Maluku.
Selain itu, sejumlah kawasan Samudra Pasifik di bagian utara Maluku hingga Papua turut masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang.
BMKG mengingatkan bahwa kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh masyarakat yang melakukan aktivitas di laut maupun kawasan pesisir.
Nelayan dan Operator Kapal Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
BMKG menegaskan bahwa gelombang tinggi berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan pelayaran.
Peringatan tersebut terutama ditujukan kepada nelayan yang menggunakan perahu tradisional serta operator kapal tongkang yang beraktivitas di wilayah perairan berisiko.
Masyarakat yang tinggal maupun melakukan kegiatan di kawasan pesisir sekitar wilayah terdampak juga diminta meningkatkan kewaspadaan.
BMKG mengimbau seluruh pihak yang beraktivitas di laut untuk mengutamakan keselamatan dengan memperhatikan potensi peningkatan tinggi gelombang.
Kewaspadaan diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kondisi perairan yang berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan masyarakat pesisir.
- Penulis :
- Gerry Eka




