HOME  ⁄  Nasional

Energi Surya Dorong Usaha Perempuan di Garut, Omzet KWT Mekarsari Capai Rp90 Juta

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Energi Surya Dorong Usaha Perempuan di Garut, Omzet KWT Mekarsari Capai Rp90 Juta
Foto: Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari mengemas produk olahan pangan dari hasil pertanian setempat di rumah produksi kelompok itu di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Jawa Barat (24/10/2026). KWT Mekarsari memanfaatkan energi PLTS bantuan dari Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang untuk mempercepat proses pengeringan.

Pantau - Pemanfaatan energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) membantu kegiatan produksi Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekarsari di Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang mencatat omzet penjualan sekitar Rp90 juta dalam enam bulan terakhir.

Kelompok usaha perempuan yang berlokasi di Kampung Legok Pulus, Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, tersebut memanfaatkan energi PLTS bantuan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang untuk mempercepat proses pengeringan produk olahan pangan.

Usaha rumahan tersebut mengolah berbagai hasil pertanian lokal menjadi makanan ringan yang dipasarkan ke sejumlah daerah.

Berdasarkan pembukuan sementara hingga 24 Oktober 2026, KWT Mekarsari telah menjual 471 kemasan makanan ringan sepanjang Oktober dengan harga rata-rata Rp20.000 per kemasan.

Penjualan tersebut menghasilkan omzet Rp9.420.000 hingga tanggal pencatatan tersebut.

Penjualan Produk Olahan Pangan Capai Rp90 Juta

Anggota KWT Mekarsari, Anisah (41), mengaku terkejut ketika mengetahui jumlah penjualan produk kelompoknya mengalami peningkatan cukup besar.

Saat ditemui pada 24 Oktober 2026, Anisah sedang mengemas kerupuk seblak berbahan ubi ungu bersama Ketua KWT Mekarsari Teti Setiarum (61) di rumah produksi kelompok tersebut.

Teti memperlihatkan hasil pembukuan sementara yang mencatat ratusan kemasan makanan ringan telah terjual selama Oktober.

"Ini produksi yang sudah terjual? Lumayan banyak juga ya, Bu, alhamdulillah," kata Anisah kepada Teti dengan wajah sumringah.

Dalam enam bulan terakhir, kelompok usaha tersebut mencatat omzet penjualan sekitar Rp90 juta.

Capaian itu diperoleh dari penjualan berbagai produk makanan ringan berbahan baku hasil pertanian dan pangan lokal.

Produk yang dihasilkan antara lain keripik dan makanan olahan berbahan ubi ungu, kentang, kulit singkong, cabai keriting, serta abon ikan.

Hasil produksi KWT Mekarsari tidak hanya dipasarkan di lingkungan sekitar, tetapi juga telah menjangkau berbagai daerah.

PLTS Bantu Percepat Pengeringan Produk

Kegiatan produksi KWT Mekarsari turut didukung pemanfaatan energi terbarukan melalui fasilitas PLTS bantuan PGE Area Kamojang.

Energi listrik dari PLTS tersebut digunakan untuk membantu mempercepat proses pengeringan dalam pengolahan produk pangan.

Pemanfaatan fasilitas energi terbarukan menjadi bagian dari kegiatan produksi kelompok perempuan yang mengembangkan usaha berbasis komoditas pertanian setempat.

Dukungan tersebut memperlihatkan penggunaan teknologi energi terbarukan dalam kegiatan pengolahan pangan skala usaha rumahan di pedesaan.

Hasil Usaha Dimanfaatkan untuk Anggota dan Kegiatan Sosial

Pendapatan dari penjualan produk KWT Mekarsari dialokasikan untuk sejumlah kebutuhan kelompok.

Dana hasil penjualan digunakan untuk membiayai operasional usaha, menambah kas kelompok, serta memberikan santunan kepada anak yatim.

Sebagian hasil usaha juga dibagikan kepada anggota yang aktif menjalankan kegiatan produksi dan usaha kelompok.

Saat ini, KWT Mekarsari memiliki 35 anggota terdaftar dengan 13 orang di antaranya tercatat aktif.

Kegiatan pengolahan pangan tersebut menjadi sumber aktivitas ekonomi bagi anggota kelompok sekaligus memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk menghasilkan produk bernilai jual.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026