
Pantau - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang bersama Pemerintah Provinsi Jiangxi, China, menjajaki perluasan program pembelajaran bahasa Mandarin agar dapat diakses mahasiswa dan masyarakat umum di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Undana, Rudi Rohi, di Kupang, Senin, mengatakan perluasan program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan sekaligus meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi.
Program pembelajaran bahasa Mandarin diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dan sivitas akademika Undana, tetapi juga menjangkau masyarakat luas yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasa asing.
"Kami berharap kunjungan ini semakin memperkokoh hubungan kerja sama yang telah terjalin harmonis antara Undana dan Pemerintah Provinsi Jiangxi, khususnya dalam mengakselerasi pengembangan pendidikan, literasi bahasa, serta pertukaran budaya," kata Rudi.
Undana dan Delegasi Jiangxi Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan
Penguatan kerja sama tersebut dibahas dalam pertemuan antara delegasi Jiangxi Science and Technology Normal University (JXSTNU), Pemerintah Provinsi Jiangxi, dan jajaran pimpinan Undana di Ruang Rapat Rektor Undana.
Pertemuan itu membahas keberlanjutan program Kelas Bahasa Mandarin sekaligus peluang pengembangan kolaborasi pendidikan yang lebih luas antara Undana dan mitra dari China.
Menurut Rudi, kerja sama internasional tersebut membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi akademik, memperluas wawasan budaya, serta mengembangkan kemampuan komunikasi lintas bahasa.
Penguasaan bahasa asing juga menjadi salah satu kompetensi yang diperlukan lulusan perguruan tinggi untuk menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin terbuka pada tingkat internasional.
Delegasi Jiangxi dipimpin oleh Wakil Presiden Jiangxi Provincial People's Association for Friendship with Foreign Countries, Tu Anbo, yang juga dikenal dengan nama Tomy.
Dalam pertemuan tersebut, Tu Anbo menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program pembelajaran bahasa Mandarin yang telah dikembangkan Undana bersama mitra pendidikan dari Jiangxi.
"Kami melihat potensi yang sangat besar di Undana. Kerja sama ini tidak hanya sebatas pengajaran bahasa, tetapi juga menjadi jembatan persahabatan dan kolaborasi pendidikan yang lebih luas antara Provinsi Jiangxi dan Indonesia," ujarnya.
Tu Anbo juga mengusulkan agar program pembelajaran bahasa Mandarin diperluas kepada masyarakat umum di NTT sehingga manfaat kerja sama pendidikan tidak terbatas pada lingkungan perguruan tinggi.
Delegasi Jiangxi turut menyampaikan komitmen untuk membahas dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jiangxi guna memastikan keberlangsungan program tersebut.
Kelas Bahasa Mandarin Undana Dirintis Sejak 2024
Kepala Kantor Urusan Internasional atau International Relations Office (IRO) Undana, Santri E.P. Djahimo, menjelaskan bahwa program Kelas Bahasa Mandarin telah dirintis sejak 2024 sebagai bagian dari pengembangan kerja sama pendidikan internasional.
Setelah melalui tahap perintisan, program tersebut mulai beroperasi secara aktif pada 2025 dengan menghadirkan tenaga pengajar penutur asli dari China.
Kehadiran tenaga pengajar tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman komunikasi langsung kepada peserta dalam menggunakan bahasa Mandarin.
Saat ini, Undana sedang memfasilitasi penyelesaian administrasi dan pengurusan visa bagi tenaga pengajar dari China untuk memastikan kegiatan pembelajaran dapat terus berlangsung.
Santri menjelaskan bahwa pembelajaran bahasa Mandarin memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan lulusan Undana, terutama dalam meningkatkan keterampilan komunikasi lintas bahasa yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja global.
Kemampuan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang mahasiswa dan lulusan untuk membangun hubungan profesional serta mengembangkan kompetensi dalam lingkungan internasional.
Dosen Undana Berpeluang Mengikuti Kunjungan Akademik ke China
Selain pengembangan kelas bahasa Mandarin, kerja sama Undana dengan Pemerintah Provinsi Jiangxi juga membuka kesempatan bagi dosen untuk mengikuti kunjungan akademik ke China.
Program kunjungan akademik tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui kesempatan tersebut, dosen Undana diharapkan dapat membangun hubungan akademik dengan institusi pendidikan di China serta mengembangkan peluang kolaborasi pendidikan yang lebih luas.
Undana juga berkomitmen melanjutkan pengembangan program pembelajaran bahasa Mandarin sesuai dengan visi pimpinan universitas, termasuk memperluas cakupan penerima manfaat hingga masyarakat umum.
Pengembangan program tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan pendidikan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan China, khususnya melalui kolaborasi Undana dengan Pemerintah Provinsi Jiangxi.
"Ke depan, sesuai visi pimpinan, kami berkomitmen memperluas cakupan program ini agar manfaatnya dapat diakses oleh masyarakat umum di NTT," kata Santri.
- Penulis :
- Arian Mesa




