
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga Pancasila dan persatuan nasional di tengah ancaman kelompok yang menginginkan negara dibangun berdasarkan identitas agama, suku, atau ras.
Peringatan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026).
Menanggapi pernyataan Presiden, Dr. Ramadhan Pohan dalam tulisan opininya yang diterbitkan Selasa (3/11/2026) menilai ancaman terhadap persatuan Indonesia tidak hanya berasal dari politik identitas, tetapi juga dapat muncul melalui penyebaran informasi palsu, manipulasi opini publik, dan penyimpangan pelaksanaan program pemerintah.
Ramadhan menekankan bahwa dugaan tindakan yang merusak kepercayaan masyarakat harus diperiksa berdasarkan bukti dan tidak dapat langsung dianggap sebagai bagian dari konspirasi yang terorganisasi.
Prabowo Minta Nilai Pancasila Terus Ditanamkan
Dalam sambutannya di SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Presiden Prabowo mengingatkan adanya kelompok yang menghendaki negara berdasarkan agama, suku, atau ras.
Presiden juga meminta nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan terus ditanamkan untuk menjaga persatuan Indonesia.
Ramadhan menilai pesan tersebut berkaitan dengan pentingnya mempertahankan kesetaraan seluruh warga negara di tengah keberagaman masyarakat.
Menurutnya, politik identitas berpotensi menjadi ancaman ketika perbedaan agama, suku, dan latar belakang digunakan untuk menolak hak kelompok lain.
Ia berpandangan bahwa persaingan politik seharusnya tidak berubah menjadi penolakan terhadap kedudukan warga negara yang setara.
Disinformasi dan Penyimpangan Program Turut Disorot
Selain persoalan identitas, Ramadhan menyoroti kemungkinan penggunaan informasi menyesatkan untuk memengaruhi pandangan masyarakat terhadap pemerintah.
Dalam tulisannya, ia menyebut manipulasi survei, disinformasi digital, korupsi, dan penyimpangan pelaksanaan program sebagai persoalan yang dapat mengurangi kepercayaan publik.
Namun, Ramadhan menegaskan bahwa berbagai persoalan tersebut tidak selalu saling berkaitan atau digerakkan oleh pihak yang sama.
Ia juga mengingatkan bahwa tuduhan terhadap individu maupun kelompok tertentu tetap membutuhkan pembuktian.
Menurutnya, pembahasan mengenai ancaman perpecahan perlu didasarkan pada penjelasan yang dapat diuji, termasuk bagaimana informasi dipelintir dan kepercayaan masyarakat dapat melemah.
Kepercayaan Sosial Dinilai Penting bagi Persatuan
Ramadhan turut mengutip pemikiran ilmuwan politik Amerika Serikat, Robert David Putnam, mengenai pentingnya modal sosial dalam kehidupan masyarakat.
Dalam buku Bowling Alone yang diterbitkan pada 2000, Putnam membahas peran jaringan hubungan sosial dan kepercayaan dalam mendukung kerja sama antarwarga.
Ramadhan menggunakan pemikiran tersebut untuk menjelaskan pentingnya hubungan lintas kelompok dalam menjaga persatuan bangsa.
Ia menilai sekolah, koperasi, kelompok tani, dan komunitas nelayan dapat menjadi ruang pertemuan masyarakat yang memiliki pilihan politik berbeda.
Melalui kegiatan bersama, warga dinilai dapat membangun kerja sama berdasarkan kebutuhan dan kepentingan yang sama.
Program Pemerintah Diharapkan Menjangkau Seluruh Warga
Ramadhan berpandangan bahwa pelaksanaan program pemerintah yang memberikan manfaat secara adil dapat membantu memperkuat hubungan antara masyarakat dan negara.
Menurutnya, manfaat kebijakan publik perlu menjangkau seluruh warga, termasuk mereka yang memiliki pilihan politik berbeda dari Presiden.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kesesuaian antara mandat kepemimpinan, pernyataan pemerintah, dan pelaksanaan kebijakan.
Pandangan tersebut disampaikan sebagai bagian dari refleksi mengenai hubungan antara kepemimpinan nasional, kepercayaan publik, dan persatuan Indonesia.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




