
Pantau - Ketua Pengawas Koperasi Pegawai Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR RI Indra Pahlevi menegaskan pentingnya pengawasan independen, objektif, dan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan program koperasi serta meningkatkan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Komitmen tersebut disampaikan Indra dalam Rapat Anggota Khusus (RAK) Koperasi Pegawai Setjen DPR RI yang berlangsung di Ruang Rapat KK 2, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Indra menjelaskan bahwa pengawasan akan dilaksanakan melalui pemeriksaan, evaluasi, serta pemantauan tindak lanjut secara terukur guna memperkuat tata kelola organisasi dan meningkatkan kinerja usaha koperasi.
Menurutnya, sinergi antara pengawas, pengurus, dan manajemen menjadi faktor penting dalam mendorong efisiensi pemanfaatan sumber daya serta memastikan setiap program koperasi memberikan manfaat optimal bagi anggota.
Indra Pahlevi Siapkan Lima Tahapan Pengawasan Koperasi
Indra mengungkapkan bahwa arah pengawasan Koperasi Pegawai Setjen DPR RI akan difokuskan pada kepatuhan terhadap ketentuan, penguatan tata kelola, pengelolaan dan pengembangan usaha, serta peningkatan manfaat bagi anggota.
Untuk memastikan pengawasan berjalan efektif, pihaknya menyiapkan lima tahapan yang meliputi perencanaan, pemberitahuan, pemeriksaan dan analisis, penyusunan temuan dan rekomendasi, serta pembahasan dan pemantauan tindak lanjut.
“Dimulai dari perencanaan dengan menyelaraskan jadwal dengan program kerja dan prioritas risiko, kemudian pemberitahuan dengan menyampaikan rencana dan ruang lingkup pemeriksaan kepada pihak terakhir, pemeriksaan dan analisis dengan mengumpulkan, memeriksa dan mengevaluasi data, temuan dan rekomendasi dengan menyusun hasil pengawasan dan langkah perbaikan, serta membahas hasil pengawasan dan memastikan rekomendasi ditindak lanjuti,” ungkap Indra.
Tahap perencanaan dilakukan dengan menyelaraskan jadwal pemeriksaan terhadap program kerja koperasi dan menentukan prioritas berdasarkan potensi risiko yang dihadapi.
Selanjutnya, pengawas akan menyampaikan pemberitahuan mengenai ruang lingkup pemeriksaan sebelum melakukan pengumpulan serta evaluasi data yang diperlukan.
Hasil pemeriksaan kemudian dituangkan dalam bentuk temuan dan rekomendasi perbaikan untuk dibahas bersama pengurus serta manajemen koperasi.
Indra menekankan bahwa pemantauan tindak lanjut menjadi bagian penting agar setiap rekomendasi pengawasan dapat dilaksanakan secara terukur.
Audit Keuangan dan Peningkatan Kompetensi SDM Jadi Prioritas
Selain memperkuat mekanisme pengawasan, Indra menyampaikan bahwa program kerja pengawas juga akan diarahkan pada audit dan pemeriksaan keuangan koperasi.
Langkah tersebut bertujuan memastikan laporan keuangan disusun secara andal, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta didukung sistem pengendalian keuangan yang efektif.
“Pada intinya kita akan memastikan keandalan laporan keuangan, kepatuhan, dan efektivitas pengendalian keuangan. Kemudian memperkuat kualitas pengawasan memalui pelatihan dan benchmarking serta menyediakan pendoman, indikator dan perangkat pemeriksaan yang terukur,” imbuhnya.
Peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian melalui pelatihan dan kegiatan studi banding untuk memperkuat kemampuan pengawas dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, pengawas akan menyusun standar, indikator, serta instrumen pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam mengevaluasi kinerja koperasi.
Pengawasan Berkelanjutan Diharapkan Tingkatkan Manfaat bagi Anggota
Indra menilai pengawasan yang dilakukan secara independen dan berkesinambungan dapat membantu koperasi mengidentifikasi kendala dalam pelaksanaan program maupun pengelolaan usaha.
Melalui hasil pemeriksaan dan rekomendasi yang ditindaklanjuti, pengurus serta manajemen diharapkan mampu melakukan perbaikan tata kelola dan meningkatkan efektivitas operasional.
Pengawasan juga diarahkan untuk memastikan pemanfaatan sumber daya koperasi berlangsung secara efisien dan mendukung pengembangan usaha.
Dengan mekanisme tersebut, Koperasi Pegawai Setjen DPR RI diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas pengelolaan organisasi, memperkuat kinerja usaha, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh anggotanya.
- Penulis :
- Aditya Yohan




