HOME  ⁄  Nasional

KKP Gandeng Industri Susun Kurikulum Vokasi Perikanan, Siapkan Lulusan Hadapi AI dan Teknologi Modern

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

KKP Gandeng Industri Susun Kurikulum Vokasi Perikanan, Siapkan Lulusan Hadapi AI dan Teknologi Modern
Foto: (Sumber :Tangkapan Layar - Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano berbicara dalam acara Vocational Goes To Actors (VOGA) Tahun 2026, di Jakarta, Selasa (3/11/2026). ANTARA/Shofi Ayudiana/YouTube KKP.)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong keterlibatan langsung pelaku industri dalam penyusunan kurikulum pendidikan vokasi kelautan dan perikanan guna menghasilkan lulusan yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan dunia usaha, perkembangan teknologi, dan tuntutan pasar kerja.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Irwan Meilano menegaskan bahwa perubahan teknologi yang berlangsung cepat menuntut lembaga pendidikan memperbarui kurikulum serta metode pembelajaran melalui kerja sama dengan sektor industri.

Hal tersebut disampaikan Irwan dalam kegiatan Vocational Goes To Actors (VOGA) 2026 yang berlangsung di Jakarta, Selasa (3/11/2026).

"Kami sangat ingin melihat bahwa kurikulum yang dibangun di setiap kampus itu co-design, didesain bersama dengan Bapak-Ibu sekalian. Bapak-Ibu dari dunia usaha akan menjadi komponen penting dalam membangun kurikulum tersebut," kata Irwan.

Menurutnya, keterlibatan industri sejak tahap penyusunan kurikulum diperlukan agar materi pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan teknologi dan kebutuhan tenaga kerja.

KKP Libatkan Dunia Usaha dalam Penyusunan Kurikulum Vokasi

KKP mendorong perguruan tinggi vokasi kelautan dan perikanan untuk memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha dalam merancang sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempertemukan kompetensi yang diajarkan di kampus dengan keterampilan yang dibutuhkan di lingkungan kerja.

Irwan menilai pelaku industri memiliki pengalaman langsung mengenai perkembangan teknologi, proses produksi, serta perubahan kebutuhan sumber daya manusia.

Karena itu, masukan dari dunia usaha dinilai penting dalam menentukan materi pembelajaran, keterampilan praktik, dan kompetensi lulusan pendidikan vokasi.

Selain terlibat dalam penyusunan kurikulum, pelaku industri juga didorong memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar dan bekerja secara langsung di perusahaan.

KKP turut membuka peluang bagi tenaga profesional dari dunia usaha untuk menjadi dosen praktisi di lembaga pendidikan vokasi.

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pemahaman mengenai kondisi kerja yang sebenarnya sebelum memasuki dunia industri.

KKP Bentuk Ocean Institute of Indonesia dari 11 Perguruan Tinggi

Sebagai bagian dari transformasi pendidikan kelautan dan perikanan, KKP telah membentuk Ocean Institute of Indonesia (OII).

Lembaga tersebut dibentuk melalui penggabungan 11 perguruan tinggi dan politeknik yang berada di bawah naungan KKP.

Pembentukan OII menjadi salah satu langkah kementerian dalam memperkuat sistem pendidikan vokasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sektor kelautan dan perikanan.

Melalui transformasi tersebut, KKP berupaya mengembangkan pendidikan yang lebih adaptif terhadap perubahan kebutuhan industri.

Kerja sama dengan dunia usaha juga menjadi bagian penting dalam memastikan pendidikan vokasi mampu mengikuti perkembangan teknologi dan metode produksi.

KKP berharap lembaga pendidikan yang tergabung dalam OII dapat menghasilkan tenaga kerja terampil untuk mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Teknologi AI dan Otomatisasi Ubah Kebutuhan Tenaga Kerja Perikanan

Irwan menjelaskan bahwa perkembangan otomatisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan teknologi digital telah memengaruhi kebutuhan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan.

Perubahan tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya tuntutan keberlanjutan serta ketertelusuran produk perikanan dalam kegiatan industri.

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan sejumlah jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan teknologi dan kemampuan analisis.

Beberapa profesi yang mulai dibutuhkan antara lain operator pakan otomatis, teknisi sistem budi daya, serta analis data satelit untuk pemantauan ikan.

Selain itu, sektor kelautan dan perikanan juga membutuhkan tenaga yang mampu mengoperasikan pesawat nirawak atau drone untuk kegiatan survei pesisir dan perikanan.

Perkembangan tersebut menjadi alasan penting bagi lembaga pendidikan vokasi untuk memperbarui materi pembelajaran dan memperkuat pelatihan berbasis teknologi.

Irwan menilai lulusan pendidikan vokasi harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri.

Riset Vokasi Didorong Hasilkan Inovasi yang Dibutuhkan Industri

Selain memperbarui kurikulum, KKP mendorong kegiatan penelitian di lingkungan pendidikan vokasi agar lebih berorientasi pada inovasi terapan.

Irwan menekankan bahwa hasil penelitian tidak seharusnya hanya berakhir sebagai publikasi akademik, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi pelaku industri.

Menurutnya, kerja sama antara kampus dan dunia usaha dapat membantu mengarahkan penelitian pada kebutuhan teknologi, efisiensi produksi, serta pengembangan kegiatan kelautan dan perikanan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan manfaat hasil riset sekaligus memperkuat hubungan antara pendidikan dan sektor usaha.

Keterlibatan industri dalam kegiatan penelitian juga dinilai dapat membantu lembaga pendidikan memahami kebutuhan inovasi yang berkembang di lapangan.

Lulusan Vokasi Disiapkan Dukung Enam Program Prioritas KKP

Irwan menegaskan bahwa ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan enam program prioritas KKP.

Karena itu, pendidikan vokasi diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga mampu mengadopsi teknologi baru.

KKP menilai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan industri diperlukan agar tenaga kerja dapat mendukung pengembangan sektor kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.

Melalui keterlibatan dunia usaha dalam penyusunan kurikulum, kesempatan praktik industri, dan penguatan riset terapan, KKP berupaya meningkatkan kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan lapangan kerja.

Kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pelaku industri tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi perkembangan teknologi serta mendukung pelaksanaan program prioritas kementerian.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026