
Pantau - Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) memperkuat pengembangan energi terbarukan nasional melalui kerja sama strategis dengan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) untuk mengoptimalkan produksi biodiesel serta mengembangkan bioetanol generasi kedua berbasis produk samping industri tebu.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan sejumlah kesepakatan dalam kegiatan Danantara Technology Innovation & Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Direktur Utama Pertamina NRE John Anis mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memanfaatkan potensi sektor perkebunan dan industri pengolahan untuk mendukung pengembangan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan bioenergi, baik dari sektor perkebunan maupun industri pengolahan. Melalui kerja sama ini, kami ingin mengoptimalkan potensi tersebut bersama para mitra untuk mendukung pengembangan energi terbarukan dan memperkuat ketahanan energi nasional,” ujar John dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Pertamina NRE dan Agrinas Jajaki Optimalisasi Pabrik Biodiesel di Riau
Pertamina NRE bersama PT Agrinas Palma Nusantara menandatangani nota kesepahaman pengembangan energi terbarukan serta kesepakatan awal atau Heads of Agreement (HoA) terkait penjajakan pengelolaan dan pemanfaatan fasilitas produksi Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Fasilitas produksi tersebut berlokasi di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, dengan kapasitas terpasang mencapai 600.000 ton per tahun.
FAME merupakan bahan baku utama biodiesel yang dapat dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar diesel untuk mendukung penggunaan energi berbasis sumber daya terbarukan.
John menjelaskan bahwa kerja sama tersebut masih berada dalam tahap penjajakan untuk menilai potensi pengoperasian dan pengembangan fasilitas produksi.
“Melalui HoA tersebut, kedua perusahaan akan melakukan kajian bersama untuk mengevaluasi potensi pengoperasian, pemeliharaan, revitalisasi, dan pengembangan fasilitas produksi FAME,” kata John.
Kajian tersebut akan mencakup aspek teknis, operasional, komersial, finansial, serta hukum untuk menentukan struktur dan skema kerja sama yang layak dijalankan.
Pelaksanaan kerja sama selanjutnya akan mempertimbangkan hasil studi kelayakan, pemenuhan ketentuan yang berlaku, serta persetujuan pihak dan instansi berwenang.
Dengan demikian, kapasitas terpasang fasilitas sebesar 600.000 ton per tahun masih menjadi dasar penjajakan dan belum menunjukkan adanya kepastian pengoperasian melalui kerja sama tersebut.
Pertamina NRE dan SGN Kembangkan Bioetanol Generasi Kedua dari Limbah Tebu
Selain pengembangan biodiesel, Pertamina NRE memperluas kerja sama energi terbarukan melalui penandatanganan nota kesepahaman bersama PT Sinergi Gula Nusantara.
Kolaborasi tersebut difokuskan pada penjajakan riset dan pengembangan bioetanol generasi kedua atau bioetanol 2G dengan memanfaatkan produk samping kegiatan perkebunan serta pengolahan tebu.
Pengembangan bioetanol generasi kedua menjadi salah satu pendekatan pemanfaatan biomassa untuk menghasilkan bahan bakar terbarukan dari bahan baku nonpangan.
Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan mengevaluasi berbagai aspek yang berkaitan dengan potensi produksi dan pengembangan bioetanol.
Ruang lingkup kajian meliputi kesiapan teknologi, ketersediaan bahan baku, sistem rantai pasok, aspek teknis, serta kelayakan ekonomi.
Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan potensi kerja sama lebih lanjut dalam pengembangan bioetanol berbasis produk samping industri tebu.
Dua Proyek Bioenergi Akan Melalui Kajian Teknis dan Komersial
Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE Harsono Budi Santoso menjelaskan bahwa kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara diarahkan untuk mengoptimalkan fasilitas produksi FAME yang telah tersedia.
Sementara itu, kerja sama dengan SGN akan berfokus pada pemanfaatan produk samping industri tebu untuk pengembangan bioetanol generasi kedua.
Kedua inisiatif tersebut memiliki fokus berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk memperluas pemanfaatan sumber daya domestik dalam pengembangan energi terbarukan.
Harsono menyampaikan bahwa tindak lanjut kerja sama akan dilakukan melalui kajian teknis dan komersial untuk menilai potensi serta kelayakan masing-masing proyek.
Evaluasi tersebut diperlukan sebelum perusahaan menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pengembangan fasilitas, penerapan teknologi, dan skema kerja sama bisnis.
Kolaborasi Bioenergi Diharapkan Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pertamina NRE menempatkan kerja sama dengan Agrinas Palma Nusantara dan SGN sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi bioenergi yang berasal dari sektor perkebunan dan industri pengolahan dalam negeri.
Pengembangan biodiesel melalui fasilitas FAME di Riau diarahkan untuk mengevaluasi pemanfaatan kapasitas produksi yang tersedia, sedangkan pengembangan bioetanol 2G membuka peluang pemanfaatan produk samping pengolahan tebu.
Kedua kerja sama tersebut masih memerlukan kajian kelayakan sebelum memasuki tahap pelaksanaan lebih lanjut.
Melalui kolaborasi ini, Pertamina NRE bersama para mitranya berupaya memperluas pengembangan bahan bakar terbarukan sekaligus mendukung penguatan ketahanan energi nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




