
Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadwalkan sebanyak 302 lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan untuk bekerja di luar negeri sepanjang periode 2026–2027 guna memperluas penyerapan tenaga kerja Indonesia di pasar internasional.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 lulusan telah dilepas untuk bekerja di lima negara, yakni Taiwan, Jepang, Suriname, Korea Selatan, dan Malaysia.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan Vocational Goes to Actors 2026 di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menurut Nyoman, penempatan lulusan tersebut menunjukkan terbukanya kesempatan bagi tenaga kerja terampil sektor kelautan dan perikanan untuk bersaing di pasar kerja global.
Sebanyak 61 Lulusan Vokasi KKP Dilepas ke Lima Negara
Berdasarkan data KKP, Taiwan menjadi negara tujuan dengan jumlah penempatan terbanyak, yakni 27 lulusan.
Jepang menempati urutan berikutnya dengan menerima 22 lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan.
Sementara itu, enam lulusan dijadwalkan bekerja di Suriname, lima lulusan di Korea Selatan, dan satu lulusan di Malaysia.
Dari sisi bidang pendidikan, sebanyak 44 orang berasal dari program perikanan tangkap.
Sebanyak tujuh lulusan lainnya berasal dari bidang budi daya perikanan, sedangkan 10 orang merupakan lulusan pengolahan hasil perikanan.
Penempatan tersebut menjadi bagian dari upaya KKP memperluas akses kerja bagi lulusan pendidikan vokasi sesuai dengan keahlian masing-masing.
Ocean Institute of Indonesia Miliki 5.955 Peserta Didik
Para lulusan yang dipersiapkan bekerja di luar negeri merupakan bagian dari Ocean Institute of Indonesia (OII).
OII merupakan lembaga pendidikan kelautan dan perikanan yang dibentuk KKP melalui integrasi 11 perguruan tinggi dan politeknik di lingkungan kementerian.
Saat ini, jumlah peserta didik di lingkungan OII tercatat mencapai 5.955 orang.
Jumlah tersebut terdiri atas 5.074 peserta pendidikan tinggi dan 881 peserta pendidikan menengah.
Melalui lembaga tersebut, KKP mengembangkan pendidikan vokasi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan.
KKP Perkuat Kerja Sama Industri dan Penempatan Kerja
Nyoman menjelaskan bahwa BPPSDM KP akan terus memperkuat kerja sama dengan dunia usaha dan industri untuk meningkatkan peluang kerja lulusan.
Kerja sama tersebut mencakup penyelenggaraan program pemagangan, perekrutan, dan penyerapan tenaga kerja.
KKP juga berencana memperluas jaringan penempatan kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Langkah tersebut dilakukan agar lulusan pendidikan vokasi memiliki akses lebih luas terhadap kebutuhan tenaga kerja sektor kelautan dan perikanan.
Selain penempatan kerja, kementerian akan memperkuat peran alumni dalam pengembangan kompetensi dan kewirausahaan.
Kurikulum Vokasi Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri
KKP turut menyiapkan penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri kelautan serta perikanan.
Penyesuaian tersebut ditujukan agar kemampuan lulusan sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.
BPPSDM KP juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap kesesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
Melalui program penempatan internasional dan penguatan kerja sama industri, KKP menargetkan lulusan pendidikan vokasi kelautan dan perikanan memiliki kesempatan kerja yang semakin luas pada periode 2026–2027.
- Penulis :
- Aditya Yohan




