
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai membenahi kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah penggerebekan kasus peredaran narkoba oleh kepolisian pada Minggu (1/11/2026).
Pembenahan tersebut mencakup pembersihan lingkungan, penataan bangunan di sekitar aset perkeretaapian, peningkatan keselamatan perjalanan kereta api, serta pencarian solusi hunian bagi masyarakat setempat.
Executive Vice President (EVP) PT KAI Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta, Januri, mengatakan pihaknya telah menyiapkan alat berat dan truk pengangkut sampah untuk membersihkan kawasan secara bertahap.
“Kami akan mengerahkan alat berat dan truk pengangkut sampah untuk membantu membersihkan kawasan secara bertahap mulai Rabu (4 November 2026),” kata Januri di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
KAI Siapkan Penataan Bangunan dan Alternatif Hunian Warga
Januri menjelaskan bahwa penataan Kampung Bahari juga berkaitan dengan keberadaan sejumlah bangunan di sekitar aset PT KAI yang perlu memperhatikan aspek keselamatan perjalanan kereta api.
Menurutnya, proses penataan membutuhkan pendataan secara menyeluruh karena belum seluruh warga maupun bangunan di kawasan tersebut berhasil diidentifikasi.
Selain membersihkan lingkungan, PT KAI membuka pembahasan mengenai alternatif tempat tinggal bagi masyarakat, termasuk kemungkinan memanfaatkan hunian yang tersedia di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Namun, Januri menegaskan bahwa rencana penyediaan hunian alternatif harus dikomunikasikan terlebih dahulu dengan masyarakat dan dilaksanakan secara manusiawi tanpa penggusuran paksa.
PT KAI juga mempertimbangkan kemungkinan warga kembali menempati kawasan semula apabila proses pemindahan tidak disertai solusi tempat tinggal yang memadai dan berkelanjutan.
“Kalau hanya dipindahkan tanpa diberikan solusi, dikhawatirkan warga akan kembali lagi ke lokasi semula. Karena itu, perlu ada penanganan yang komprehensif dan memperhatikan kondisi masyarakat,” ujar Januri.
Kementerian PKP Evaluasi Program Bedah Rumah untuk Warga Kampung Bahari
Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryanti, menyampaikan bahwa pemerintah turut membahas upaya pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari penataan Kampung Bahari.
Sri mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 46 penerima program bedah rumah yang tersebar di sejumlah Rukun Warga (RW) di kawasan tersebut.
Kementerian PKP akan memeriksa kembali data penerima bantuan bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Dinas Perumahan untuk mengetahui kemungkinan penambahan jumlah penerima program.
Penambahan penerima bantuan tersebut akan mempertimbangkan ketersediaan lokasi serta ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Data tersebut akan diperiksa kembali bersama Pemerintah Kota Jakarta Utara dan Dinas Perumahan untuk melihat kemungkinan penambahan penerima, sesuai ketersediaan lokasi dan ketentuan program,” tutur Sri.
Pemkot Jakarta Utara Tekankan Penataan Kampung Bahari Secara Humanis
Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, sebelumnya menegaskan bahwa penataan Kampung Bahari membutuhkan kerja sama lintas sektor agar berbagai persoalan di kawasan tersebut dapat ditangani secara bersamaan.
Menurut Hendra, penanganan Kampung Bahari tidak hanya menyangkut persoalan keamanan setelah penggerebekan narkoba, tetapi juga mencakup kebersihan lingkungan dan kondisi sosial masyarakat.
Pemerintah Kota Jakarta Utara menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penataan kawasan dengan menekankan pentingnya pendekatan yang humanis, terkoordinasi, dan memperhatikan kebutuhan warga.
“Pemerintah Kota Jakarta Utara mendukung penuh langkah penataan Kampung Bahari. Namun, penanganannya harus dilakukan secara humanis dan terkoordinasi. Kita ingin kawasan ini menjadi lebih aman, bersih, dan tertata, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan perhatian dan solusi yang tepat,” pungkas Hendra.
Polisi Amankan 27 Orang dalam Penggerebekan Narkoba di Kampung Bahari
Langkah pembenahan Kampung Bahari dilakukan setelah Polda Metro Jaya menggelar penggerebekan kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di kawasan tersebut pada Minggu (1/11/2026).
Dalam operasi itu, polisi mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso, menjelaskan bahwa penggerebekan dilakukan secara serentak dari berbagai sisi kawasan Kampung Bahari.
Operasi tersebut melibatkan tim gabungan dari Badan Narkotika Nasional (BNN), Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Polda Metro Jaya, serta Brigade Mobil (Brimob).
"Kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu, kita lakukan serempak. Kemudian, kita berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN (Badan Narkotika Nasional), Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya," kata Bismo di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Pascapenggerebekan tersebut, PT KAI, Kementerian PKP, dan Pemerintah Kota Jakarta Utara berkoordinasi untuk menangani persoalan keamanan, kebersihan lingkungan, penataan bangunan di sekitar aset perkeretaapian, serta kebutuhan hunian masyarakat.
Penataan kawasan Kampung Bahari direncanakan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan keselamatan perjalanan kereta api dan keberlanjutan tempat tinggal warga.
- Penulis :
- Shila Glorya




