HOME  ⁄  Nasional

Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi KWI, Perkuat Kerja Sama Jaga Keamanan dan Kebebasan Beragama

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kapolri Suyudi Ario Seto Kunjungi KWI, Perkuat Kerja Sama Jaga Keamanan dan Kebebasan Beragama
Foto: Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto didampingi Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin memberikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan silaturahmi di Gedung KWI Jakarta, Selasa 3/11/2026 (sumber: ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pantau - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mengunjungi Gedung Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Selasa (3/11/2026), untuk memperkuat kerja sama dengan tokoh agama Katolik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta menjamin kebebasan beragama.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri mempererat komunikasi dan kolaborasi dengan para pemimpin agama guna menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri didampingi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Herry Heryawan, Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Pol. Roycke Harry Langie, serta Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Kedatangan rombongan Kapolri disambut langsung Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin bersama jajaran pengurus KWI.

Suyudi mengatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program kerja Polri yang bertujuan meningkatkan keterlibatan masyarakat dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Kapolri Dorong Program Minggu Kasih untuk Perkuat Kerja Sama

Kapolri menjelaskan bahwa salah satu program yang menjadi perhatian dalam pertemuan dengan KWI adalah "Minggu Kasih" yang bertujuan memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat, khususnya komunitas keagamaan.

Melalui program tersebut, Polri berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan para pemimpin agama agar berbagai persoalan sosial dan keamanan dapat diselesaikan melalui komunikasi serta kerja sama.

"Kami dari Polri tentunya harus senantiasa bekerja sama dengan segenap elemen masyarakat dan tokoh-tokoh agama, termasuk tokoh agama Katolik. Melalui kegiatan seperti 'Minggu Kasih', kami berharap kerja sama di lapangan dapat semakin kuat," ujar Suyudi.

Menurut Kapolri, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tanpa dukungan serta partisipasi aktif dari berbagai elemen bangsa.

Karena itu, keterlibatan organisasi keagamaan dinilai penting untuk membantu menciptakan situasi yang kondusif sekaligus memperkuat hubungan antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Suyudi juga menyampaikan bahwa kunjungannya ke KWI bertujuan membawa pesan perdamaian serta memperkuat rasa aman bagi umat Katolik di seluruh Indonesia.

Polri Tegaskan Komitmen Lindungi Kebebasan Beragama

Dalam pertemuan tersebut, Kapolri menegaskan bahwa kebebasan beragama merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati dan dilindungi.

Suyudi menyatakan Polri berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat agar dapat menjalankan kegiatan keagamaan dalam suasana aman, damai, dan tenteram.

Jaminan kebebasan beragama tersebut telah diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa negara menjamin kemerdekaan setiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama serta kepercayaannya.

Menurut Kapolri, ketentuan konstitusi tersebut menjadi salah satu landasan penting bagi kepolisian dalam menjalankan tugas perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Polri juga berkomitmen menjaga situasi keamanan yang kondusif agar seluruh umat beragama dapat melaksanakan ibadah tanpa gangguan serta tetap menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan.

Selain itu, Suyudi membuka ruang komunikasi dengan KWI untuk menerima berbagai masukan, informasi, dan pandangan mengenai persoalan sosial maupun keamanan yang berkembang di masyarakat.

Ia menilai komunikasi dengan tokoh agama dapat membantu kepolisian memahami kondisi masyarakat sekaligus mengidentifikasi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Melalui pertukaran informasi tersebut, Polri berharap penanganan berbagai persoalan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat, menyeluruh, dan tepat sasaran.

"Semoga apa yang kami diskusikan sore ini menjadi komitmen untuk bekerja sama lebih erat lagi ke depan sehingga harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) di wilayah Indonesia lebih kondusif dan masyarakat merasakan wujud kedamaian," ucap Suyudi.

Kapolri berharap pertemuan dengan jajaran KWI menjadi awal penguatan kerja sama berkelanjutan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat Indonesia.

Ketua KWI Apresiasi Kunjungan Kapolri dan Ajak Masyarakat Dukung Polri

Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin menyambut positif kunjungan Kapolri beserta jajaran pejabat utama Mabes Polri sebagai bentuk perhatian kepolisian terhadap komunitas Katolik.

Mgr. Antonius mengapresiasi kesediaan Polri membangun komunikasi langsung dengan KWI sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman dan kondusif.

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan serta membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.

Menurutnya, kondisi masyarakat yang aman dan damai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan nasional, termasuk pertumbuhan ekonomi.

"Mari masyarakat beri kepercayaan dan kesempatan kepada Polri untuk bersama-sama dengan masyarakat membangun bangsa dan negara. Ketika suasana aman, tentram, dan damai, dan mudah-mudahan ekonomi makin baik dan maju," kata Romo Anton.

Romo Anton menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat kepolisian untuk menjaga stabilitas keamanan yang dapat memberikan manfaat bagi seluruh warga negara.

KWI Siap Perkuat Kolaborasi dengan Polri di Seluruh Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Romo Anton menjelaskan bahwa KWI merupakan lembaga yang menaungi 38 keuskupan di seluruh Indonesia, ditambah Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.

Dengan jaringan kelembagaan tersebut, KWI menyatakan kesiapan untuk terus bekerja sama dengan Polri dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung terciptanya keamanan, perdamaian, serta kesejahteraan umum.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara kepolisian dan komunitas keagamaan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Selain menjaga stabilitas keamanan, kolaborasi Polri dan KWI juga diarahkan untuk memperkuat toleransi, melindungi kebebasan beragama, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Pertemuan Kapolri dengan jajaran KWI menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan antara institusi kepolisian dan tokoh agama guna mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026