
Pantau - Anggota Komisi VIII DPR RI M. Husni mengapresiasi pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) sebagai langkah penting pemerintah dalam memperkuat pendidikan keagamaan, meningkatkan kualitas pesantren, serta mengembangkan sumber daya manusia.
Husni berharap pembentukan Ditjen Pesantren diikuti dengan peningkatan dukungan pemerintah dalam aspek pembiayaan, pengembangan kualitas pendidikan, dan pemberdayaan santri maupun alumni pesantren.
Menurutnya, kehadiran direktorat tersebut menunjukkan perhatian pemerintah yang semakin besar terhadap lembaga pendidikan keagamaan yang berperan dalam membentuk karakter generasi bangsa.
“Dengan adanya Dirjen Pesantren, tentunya kita boleh katakan bahwa pesantren ini naik kelas. Kita senang dan berbangga bahwa Kementerian Agama mempunyai perhatian yang lebih besar lagi untuk pondok-pondok pesantren,” ujar Husni kepada Parlementaria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Komisi VIII DPR Dorong Penguatan Pembiayaan dan Kualitas Pesantren
Husni menilai pembentukan Ditjen Pesantren perlu menjadi momentum untuk memperkuat kebijakan pemerintah terhadap pengembangan pendidikan berbasis pesantren.
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut berharap pemerintah tidak hanya membentuk struktur kelembagaan baru, tetapi juga memberikan dukungan nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan pesantren.
Dukungan yang dimaksud mencakup pembiayaan lembaga pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan santri.
Menurut Husni, pesantren memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga karakter dan akhlak yang baik.
Ia menilai sistem pendidikan pesantren memberikan pengalaman pembelajaran yang berbeda karena berlangsung melalui kegiatan akademik dan kehidupan sehari-hari di lingkungan pondok.
Melalui sistem tersebut, para santri memperoleh pembinaan kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi.
Husni Minta Kemenag Perhatikan Pengembangan Alumni Pesantren
Selain peningkatan kualitas lembaga pendidikan, Husni meminta Kementerian Agama memberikan perhatian lebih besar terhadap pengembangan kapasitas alumni pesantren.
Ia menilai dukungan pemerintah perlu mencakup pembukaan kesempatan yang lebih luas bagi lulusan pesantren untuk mengembangkan kemampuan dan berkontribusi dalam berbagai sektor.
Menurutnya, kontribusi pesantren terhadap pembangunan sumber daya manusia telah terlihat dari banyaknya alumni yang menduduki posisi strategis di Indonesia.
Husni menilai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa lulusan pesantren memiliki kemampuan untuk bersaing dan berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Lulusan-lulusan pesantren juga sudah banyak menempati kedudukan-kedudukan tertinggi di negara kita ini. Jadi, tentunya kita mohon kepada pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama, supaya lebih betul-betul memperhatikan dan menaikkan tingkatan daripada alumni-alumni pesantren tersebut,” katanya.
Ia berharap pengembangan alumni menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan pesantren.
Pesantren Dinilai Berperan Penting Membentuk Karakter dan Kepemimpinan Santri
Husni menegaskan bahwa pesantren memiliki fungsi pendidikan yang lebih luas daripada kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut juga menjadi tempat pembinaan akhlak, pembentukan karakter, pengembangan kepemimpinan, dan pembelajaran kehidupan bermasyarakat.
Kehidupan di lingkungan pesantren dinilai memberikan kesempatan bagi santri untuk membangun kemandirian sekaligus meningkatkan kemampuan berorganisasi.
Ia menilai perpaduan pendidikan agama, pengetahuan umum, dan pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi muda yang berkualitas.
Husni berharap pemerintah terus memperkuat pembinaan pesantren agar lembaga pendidikan tersebut mampu mengoptimalkan perannya dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat mendidik dan berorganisasi yang menciptakan generasi-generasi yang kuat, generasi-generasi yang hebat, bukan hanya berpendidikan, tetapi mempunyai akhlak yang jauh lebih baik,” pungkas legislator dari daerah pemilihan Sumatera Utara I itu.
Pembentukan Ditjen Pesantren Diharapkan Perkuat Pendidikan Keagamaan
Husni berharap keberadaan Ditjen Pesantren dapat memperkuat perhatian Kementerian Agama terhadap kebutuhan lembaga pendidikan pesantren di berbagai daerah.
Ia menekankan pentingnya dukungan kebijakan dan pembinaan berkelanjutan agar pesantren mampu meningkatkan kualitas pendidikan serta mengembangkan potensi santri dan alumninya.
Menurutnya, penguatan pendidikan pesantren menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi bangsa yang memiliki kemampuan intelektual, daya saing, dan landasan moral yang kuat.
Pembentukan Ditjen Pesantren diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas dukungan pemerintah terhadap pengembangan lembaga pendidikan keagamaan di Indonesia.
- Penulis :
- Aditya Yohan




