HOME  ⁄  Nasional

Batam Mulai Bangun Fasilitas Pengolahan Air Laut Rp600 Miliar untuk Pusat Data, Target Beroperasi Oktober 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Batam Mulai Bangun Fasilitas Pengolahan Air Laut Rp600 Miliar untuk Pusat Data, Target Beroperasi Oktober 2027
Foto: (Sumber :Peletakan batu pertama pembangunan fasilitas SWRO di Kawasan Industri Terintegrasi Kabil oleh jajaran BP Batam di Batam, Kepri, Kamis (5/11/2026). (ANTARA/Amandine Nadja).)

Pantau - Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama mitra strategis resmi memulai pembangunan fasilitas pengolahan air laut menjadi air bersih atau Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) senilai Rp600 miliar di Kawasan Industri Terintegrasi Kabil, Kota Batam, Kepulauan Riau, Kamis (5/11/2026).

Fasilitas tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi operasional pusat data (data center) yang berkembang di kawasan Nongsa dan Kabil.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan SWRO merupakan bagian dari komitmen kerja sama dengan mitra pengembang pusat data agar kebutuhan air bersih dapat dipenuhi secara mandiri.

“Sesungguhnya tidak sabar melihat realisasi SWRO ini karena pada kontrak kerja sama kita dengan para mitra data center, kita ingin kebutuhan air bersih untuk data center dapat dipenuhi oleh mitra kita sendiri,” katanya di Batam, Kamis.

SWRO Berkapasitas 300 Liter per Detik Ditargetkan Selesai 2027

Amsakar menjelaskan bahwa fasilitas SWRO tahap pertama akan memiliki kapasitas pengolahan air sebesar 300 liter per detik (LPS).

Air bersih yang dihasilkan akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional pusat data di kawasan Nongsa dan Kabil.

“Untuk tahap pertama akan berkapasitas 300 LPS dan ditargetkan selesai pada Oktober 2027,” katanya.

Pembangunan tahap pertama ditandai dengan peletakan batu pertama yang dihadiri jajaran BP Batam dan pengelola kawasan Kabil.

Kegiatan tersebut juga disertai penandatanganan kontrak pembangunan fasilitas pengolahan air laut.

Pengerjaan sistem SWRO dipercayakan kepada De Nora Water PTE LTD, sedangkan pembangunan sipil serta instalasi mekanikal, elektrikal, dan perpipaan dikerjakan PT Mitra Kharisma Konstruksi Prima.

Sementara itu, pekerjaan fasilitas pengambilan air laut atau intake SWRO dilaksanakan oleh PR Guesse Strategis Indonesia.

Kapasitas Pengolahan Air Ditargetkan Naik Jadi 700 LPS pada 2030

Direktur Utama PT Kabil Citranusa, Peters Vincen, mengatakan lokasi pembangunan SWRO dipilih karena berdekatan dengan laut.

Menurutnya, jarak lokasi fasilitas dengan laut sekitar satu kilometer sehingga mendukung kebutuhan pengambilan air baku.

Peters menjelaskan bahwa fasilitas tersebut akan dilengkapi jaringan pipa transmisi untuk mendistribusikan air bersih dari Kabil menuju Nongsa.

“Fasilitas ini akan dilengkapi pipa transmisi untuk menyalurkan air bersih dari Kabil ke Nongsa sepanjang 12 kilometer. Lalu 300 LPS hanya tahap pertama, kita akan tambah secara bertahap hingga 700 LPS di 2030,” katanya.

Dengan rencana tersebut, kapasitas pengolahan air akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti kebutuhan industri pusat data.

Pengembangan fasilitas diharapkan dapat mendukung pertumbuhan pusat data yang membutuhkan pasokan air bersih secara berkelanjutan.

BP Batam Soroti Kebutuhan Air dan Listrik di Tengah Pertumbuhan Investasi

Amsakar mengatakan pembangunan fasilitas SWRO juga diharapkan membantu mengatasi keterbatasan ketersediaan air bersih di Batam.

Ia menekankan bahwa keandalan pasokan air dan listrik menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya kegiatan ekonomi dan investasi.

Pada semester pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 7,28 persen.

Sementara itu, realisasi investasi hingga triwulan III-2026 mencapai Rp59,8 triliun.

Perkembangan tersebut turut meningkatkan kebutuhan infrastruktur pendukung bagi kegiatan industri.

BP Batam menilai penyediaan air bersih dan listrik perlu diperhatikan agar pertumbuhan investasi dapat didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Enam Pusat Data Berada dalam Berbagai Tahap Pengembangan di Nongsa

Pengembangan SWRO berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur pusat data di kawasan Nongsa Digital Park.

Saat ini, terdapat tiga pusat data yang telah beroperasi di kawasan tersebut.

Satu pusat data lainnya berada dalam tahap komisioning atau pengujian sebelum beroperasi.

Sementara itu, dua pusat data masih berada pada tahap pematangan lahan.

Dengan demikian, terdapat enam pusat data yang telah beroperasi maupun berada dalam berbagai tahap pengembangan di Nongsa Digital Park.

Ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan pendukung operasional industri tersebut.

Perkembangan AI Dorong Batam Jadi Kawasan Strategis Pusat Data

CEO Citramas Group, Mike Wiluan, mengatakan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam lima tahun terakhir turut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat pengembangan industri pusat data di Asia.

Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut perlu didukung dengan penyediaan infrastruktur yang andal.

Selain air bersih, pasokan listrik dan konektivitas internet menjadi kebutuhan penting bagi operasional pusat data.

“Maka dari itu untuk mendukung kebutuhan operasional industri tersebut, kami bekerja sama dengan PLN Batam dalam memastikan keandalan pasokan listrik serta menyiapkan konektivitas internet melalui jaringan kabel serat optik dan kabel bawah laut,” katanya.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung bagi pertumbuhan industri pusat data di Batam.

Kabil Juga Kembangkan Kapasitas Pasokan Air dari Embung

Selain membangun SWRO, kawasan Kabil telah memiliki fasilitas penyediaan air bersih melalui embung yang beroperasi sejak 1972.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pasokan air sebesar 60 liter per detik.

Dengan dukungan pengembangan fasilitas SWRO, kapasitas penyediaan air yang direncanakan di kawasan tersebut akan meningkat menjadi 120 liter per detik pada triwulan pertama 2027.

Pengembangan infrastruktur air bersih ini menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan industri dan investasi di Batam.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026