
Pantau - Negara-negara ASEAN dan Korea Selatan menargetkan peningkatan pertukaran wisatawan dua arah dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang melalui penguatan konektivitas, kemudahan perjalanan, dan peningkatan kualitas layanan pariwisata regional.
Target tersebut dibahas dalam pertemuan ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AKRT) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata, Martini M. Paham, mengatakan kerja sama ASEAN dan Korea Selatan kini diarahkan pada pelaksanaan program yang memberikan hasil nyata bagi sektor pariwisata.
“Fokus kami beralih ke hasil nyata yaitu menguji coba inisiatif bersama, menstandarisasi kerangka kerja layanan regional, dan mengintegrasikan solusi digital di seluruh rantai nilai perjalanan pelanggan,” kata Martini.
ASEAN dan Korea Selatan Perkuat Konektivitas Wisatawan
Martini menjelaskan bahwa peningkatan pertukaran wisatawan membutuhkan kerja sama dalam memperbaiki kemudahan perjalanan antarnegera.
Kerja sama tersebut juga mencakup penyelarasan standar pelayanan dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan pengalaman wisatawan.
Melalui langkah tersebut, negara-negara ASEAN dan Korea Selatan berupaya mengatasi berbagai hambatan yang dapat memengaruhi mobilitas wisatawan.
Target peningkatan jumlah wisatawan menjadi lebih dari 20 juta orang merupakan bagian dari penguatan hubungan pariwisata antara kedua kawasan.
Martini menyebut kerja sama ini sejalan dengan upaya Indonesia mengembangkan sektor pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan inklusif.
Arah pengembangan tersebut tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan visi Indonesia Emas 2045.
Pertemuan Jakarta Lanjutkan Kerja Sama dari Vietnam
Pertemuan AKRT 2026 merupakan bagian dari Inisiatif Kerja Sama Ekonomi Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-Korea.
Kegiatan di Jakarta menjadi kelanjutan dari pertemuan perdana yang berlangsung di Da Nang, Vietnam, pada 2025.
Pertemuan sebelumnya menghasilkan penilaian dasar, dialog kebijakan lintas negara, serta identifikasi hambatan mobilitas wisatawan.
Hasil pembahasan tersebut menjadi landasan untuk merumuskan langkah kerja sama pada pertemuan tahun ini.
Martini menjelaskan bahwa fokus pembahasan pada 2026 diarahkan pada pelaksanaan inisiatif bersama dan penyelarasan kerangka layanan pariwisata regional.
Selain itu, negara-negara peserta membahas integrasi solusi digital pada berbagai tahapan perjalanan wisatawan.
Empat Program Utama Dibahas dalam Pertemuan Dua Hari
Pertemuan AKRT 2026 berlangsung selama dua hari dengan pembahasan empat tema utama untuk meningkatkan kualitas pariwisata ASEAN dan Korea Selatan.
Tema pertama mencakup peningkatan keamanan dan fasilitasi perjalanan wisatawan.
Tema kedua berfokus pada penguatan sistem untuk mengatasi berbagai kendala perjalanan antarnegera.
Pembahasan berikutnya diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan tenaga kerja pariwisata.
Sementara itu, tema keempat menekankan pentingnya pemahaman terhadap keragaman budaya di kawasan ASEAN dan Korea Selatan.
Berbagai rekomendasi kebijakan yang dihasilkan akan ditindaklanjuti melalui kelompok kerja teknis.
Kelompok kerja tersebut bertugas menerjemahkan hasil pembahasan menjadi langkah kelembagaan yang dapat dilaksanakan bersama.
Delegasi ASEAN dan Korea Selatan Dijadwalkan Kunjungi TMII
Selain mengikuti diskusi, peserta AKRT 2026 dijadwalkan melakukan kunjungan teknis ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, pada Sabtu (7/11/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada delegasi negara-negara peserta.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman lintas budaya dalam kerja sama pariwisata regional.
Melalui kunjungan tersebut, peserta dapat mengenal berbagai unsur budaya Indonesia yang menjadi daya tarik sektor pariwisata nasional.
Korea Selatan Dorong Pertukaran Pengetahuan Pariwisata
Direktur Eksekutif Biro MICE Korea dari Organisasi Pariwisata Republik Korea, Hyun Sun Hong, menilai pertemuan AKRT menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antarpemerintah.
Menurut Hong, forum tersebut dapat menjadi jembatan pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam pengembangan sektor pariwisata.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat persahabatan dan kerja sama antara Korea Selatan dan negara-negara ASEAN.
Hong meyakini kedua kawasan merupakan mitra yang dapat saling memberikan manfaat melalui pertukaran pengetahuan di bidang pariwisata.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap masyarakat di masing-masing negara.
- Penulis :
- Aditya Yohan




