
Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat perekonomian Jakarta tumbuh 5,87 persen secara tahunan pada triwulan III-2026 dengan kontribusi sebesar 16,09 persen terhadap perekonomian nasional, tertinggi dibandingkan seluruh provinsi di Indonesia.
Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto, mengatakan kontribusi tersebut menunjukkan Jakarta masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur perekonomian Indonesia.
"DKI Jakarta menyumbang sebesar 16,09 persen dalam kue ekonomi nasional dan pada triwulan II-2026, kontribusi DKI Jakarta ini adalah 16,32 persen," kata Kadarmanto di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Data tersebut menunjukkan kontribusi ekonomi Jakarta mengalami penurunan sebesar 0,23 poin persentase dibandingkan triwulan sebelumnya.
Jakarta Jadi Penyumbang Ekonomi Nasional Terbesar
BPS mencatat DKI Jakarta menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional pada triwulan III-2026.
Posisi kedua ditempati Jawa Timur dengan kontribusi sebesar 14,36 persen.
Jawa Barat berada di urutan ketiga dengan kontribusi sebesar 12,71 persen, disusul Jawa Tengah sebesar 8,17 persen.
Sementara itu, Sumatera Utara menempati posisi kelima dengan kontribusi sebesar 5,30 persen.
Berikut lima provinsi dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional pada triwulan III-2026.
| Provinsi | Kontribusi |
|---|---|
| DKI Jakarta | 16,09% |
| Jawa Timur | 14,36% |
| Jawa Barat | 12,71% |
| Jawa Tengah | 8,17% |
| Sumatera Utara | 5,30% |
Kelima provinsi tersebut menjadi penyumbang utama dalam struktur perekonomian nasional berdasarkan data BPS.
Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,87 Persen
Selain mencatat kontribusi terbesar, perekonomian Jakarta mengalami pertumbuhan sebesar 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, laju pertumbuhan tersebut masih berada di bawah sejumlah provinsi lain.
BPS mencatat Maluku Utara sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, yakni 16,65 persen secara tahunan.
Kepulauan Riau menyusul dengan pertumbuhan sebesar 7,52 persen, sedangkan Nusa Tenggara Barat mencapai 7,39 persen.
Kalimantan Utara mencatat pertumbuhan sebesar 6,34 persen, diikuti Sulawesi Tengah sebesar 5,96 persen.
Jawa Barat mencatat pertumbuhan sebesar 5,89 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Jakarta.
"Hampir seluruh provinsi tumbuh positif kecuali provinsi Papua Tengah. Provinsi DKI Jakarta tumbuh sebesar 5,87 persen, masih di bawah Jawa Barat yang sebesar 5,89 persen, dan provinsi yang tumbuh paling tinggi yaitu Maluku Utara dengan pertumbuhan double digit yaitu sebesar 16,65 persen," kata Kadarmanto.
Berdasarkan angka pertumbuhan yang disampaikan BPS, Jakarta berada setelah enam provinsi tersebut.
Perdagangan Jadi Penopang Utama Struktur Ekonomi Jakarta
Dari sisi lapangan usaha, perekonomian Jakarta pada triwulan III-2026 didominasi sektor perdagangan besar dan eceran.
Kategori tersebut juga mencakup kegiatan reparasi mobil dan sepeda motor.
BPS mencatat kontribusi sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi kendaraan mencapai 18,12 persen terhadap struktur ekonomi Jakarta.
Angka tersebut menjadikan sektor perdagangan sebagai penyumbang terbesar berdasarkan lapangan usaha.
Konsumsi Rumah Tangga Dominasi Pengeluaran Ekonomi
Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi komponen terbesar dalam struktur perekonomian Jakarta.
BPS mencatat proporsi pengeluaran konsumsi rumah tangga mencapai 62,73 persen pada triwulan III-2026.
Besarnya proporsi tersebut menunjukkan konsumsi masyarakat memiliki peran dominan dalam struktur pengeluaran ekonomi Jakarta.
Dengan pertumbuhan tahunan sebesar 5,87 persen dan kontribusi nasional mencapai 16,09 persen, Jakarta tetap menjadi provinsi dengan pangsa ekonomi terbesar di Indonesia pada triwulan III-2026.
- Penulis :
- Aditya Yohan




