
Pantau - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) terus mendorong pemajuan warisan budaya Indonesia, khususnya bidang sastra, melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk memperkuat ekosistem sastra sekaligus meningkatkan pengakuan karya sastra Indonesia di tingkat internasional.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan komitmen tersebut dalam konferensi pers peringatan 130 tahun Aman Datuk Madjoindo yang berlangsung di Jakarta, Kamis.
Fadli menjelaskan bahwa program MTN diarahkan untuk mendukung pembibitan sastrawan muda, pengumpulan dan pengembangan talenta, pemberian pengakuan internasional, hingga penerjemahan karya sastra Indonesia ke berbagai bahasa.
"Kita mendorong ekosistem sastra kita termasuk dalam Manajemen Talenta Nasional (MTN) untuk pembibitan sastrawan-sastrawan muda, talent pooling sampai rekognisi internasional dan ada penerjemahan sastra," kata Fadli.
Kemenbud Targetkan Penerjemahan 21 Karya Sastra Indonesia
Selain mengembangkan talenta sastra, pemerintah menargetkan penerjemahan sedikitnya 21 karya sastra Indonesia yang terdiri atas 15 karya sastra kontemporer dan enam buku klasik.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat internasional terhadap karya sastra Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya nasional kepada pembaca dari berbagai negara.
Fadli menyebut penerjemahan juga diharapkan dapat menjangkau karya-karya sastrawan Indonesia terdahulu, termasuk novel-novel Aman Datuk Madjoindo yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan sastra nasional.
Menurutnya, kebudayaan harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, bukan justru menjadi sumber perpecahan.
"Kita ingin menjadikan kebudayaan ini adalah satu kekuatan untuk mempersatukan kita, kekuatan pengikat. Bukan untuk memecah belah kita. Keberagaman perbedaan itu, harus menjadi kekuatan, sumber identitas," ujar Fadli.
Ia menegaskan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan sumber identitas nasional yang perlu dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Fadli juga berharap kekayaan budaya Indonesia dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi yang sirkuler dan berkelanjutan melalui penguatan ekonomi budaya.
Fadli Zon Dorong Karya Sastra Menjadi Kekayaan Intelektual Bernilai Ekonomi
Dalam kesempatan tersebut, Fadli mencontohkan keberhasilan karya-karya penulis J.K. Rowling yang berkembang menjadi fenomena global dan dikenal masyarakat dunia.
Menurutnya, keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia untuk menciptakan karya kreatif berbasis budaya lokal yang memiliki daya tarik sekaligus nilai ekonomi.
Ia mendorong agar karya-karya budaya Indonesia tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) yang mampu memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Pengembangan kekayaan intelektual dinilai dapat membuka peluang pemanfaatan karya sastra dalam berbagai bentuk industri kreatif, termasuk penerbitan, perfilman, dan produksi audiovisual.
Salah satu karya yang menjadi perhatian Fadli adalah novel "Si Doel Anak Betawi" karya Aman Datuk Madjoindo yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia.
Novel tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga mampu menarik perhatian pembaca dan menjadi bagian penting dalam perkembangan sastra Indonesia.
Popularitas kisah "Si Doel Anak Betawi" bahkan berkembang menjadi berbagai karya audiovisual, termasuk sinetron dan film, yang memperluas jangkauan cerita tersebut kepada masyarakat.
Fadli berharap karya-karya Aman Datuk Madjoindo dapat terus dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi sehingga menghasilkan nilai tambah sebagai kekayaan intelektual.
Selain pengembangan ke berbagai bentuk karya kreatif, ia juga mendorong penerjemahan novel-novel Aman Datuk Madjoindo ke berbagai bahasa agar dapat menjangkau pembaca internasional.
Peringatan 130 Tahun Aman Datuk Madjoindo Jadi Momentum Pelestarian Sastra
Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Aman Datuk Madjoindo, Boy Rafli Amar, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan peringatan 130 tahun Aman Datuk Madjoindo.
Boy berharap peringatan tersebut menjadi momentum untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan kembali karya-karya sastra Aman Datuk Madjoindo kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurutnya, pelestarian karya sastra bukan sekadar upaya mempertahankan warisan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan literasi dan pembangunan karakter masyarakat Indonesia.
"Tujuan kami adalah tidak lepas dari misi lestari, misi lestarikan, untuk menjadi bagian dari literasi, pembangunan karakter bagi masyarakat, anak-anak Indonesia," ungkap Boy.
Ia menilai karya sastra memiliki peran penting dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat pemahaman generasi muda terhadap identitas bangsa.
Melalui dukungan pemerintah, pengembangan talenta sastra, penerjemahan karya, serta pelestarian peninggalan sastrawan, ekosistem sastra Indonesia diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi terhadap kebudayaan, pendidikan karakter, serta perekonomian nasional.
- Penulis :
- Shila Glorya




