HOME  ⁄  Nasional

Kemensos Catat 18,2 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Targetkan 96 Juta Keluarga hingga Akhir 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Kemensos Catat 18,2 Juta Keluarga Terdaftar Perlinsos Digital, Targetkan 96 Juta Keluarga hingga Akhir 2026
Foto: Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan penjelasan terkait progres Perlinsos Digital dan skema baru pendanaan bantuan iuran kesehatan di Jakarta, Kamis 5/11/2026 (sumber: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat sebanyak 18.213.466 keluarga telah terdaftar dalam sistem Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) dari target sedikitnya 96.004.487 keluarga hingga akhir 2026 untuk meningkatkan ketepatan sasaran dan akuntabilitas penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa jumlah keluarga yang masuk dalam layanan Perlinsos Digital telah melampaui 18 juta berdasarkan data terbaru yang dihimpun pemerintah.

"Itu per hari ini, ada 18 juta lebih yang masuk dalam layanan," ujar Saifullah saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan jumlah tersebut, capaian pendaftaran Perlinsos Digital telah mencapai sekitar 18,97 persen dari target minimal yang ditetapkan pemerintah.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 77.791.021 keluarga yang perlu dijangkau untuk memenuhi target pendaftaran hingga akhir 2026.

Saifullah optimistis jumlah keluarga yang terdaftar akan terus meningkat seiring pelaksanaan pendaftaran dan pemutakhiran data secara serentak di berbagai daerah.

Kemensos Kerahkan Lebih dari Satu Juta Agen Perlinsos untuk Percepat Pendataan

Saifullah menjelaskan bahwa pemerintah telah melibatkan sebanyak 1.055.776 relawan yang tergabung sebagai Agen Perlinsos untuk membantu proses pendaftaran keluarga dan pemutakhiran data masyarakat.

Para agen tersebut bertugas mendukung pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar informasi yang digunakan pemerintah dalam penyelenggaraan perlindungan sosial semakin akurat.

Menurut Saifullah, Agen Perlinsos berasal dari berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat yang memiliki akses langsung terhadap kondisi keluarga di wilayah masing-masing.

Unsur yang terlibat antara lain aparatur sipil negara (ASN) di daerah, perangkat desa dan kelurahan, serta pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Selain itu, pemerintah melibatkan Bhabinkamtibmas, Babinsa, pendamping desa, kader dasawisma, pengurus RT/RW, operator data desa, kepala desa, hingga petugas Badan Pusat Statistik (BPS).

Pendataan juga didukung oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos), dan para pendamping sosial.

Unsur lain yang turut berpartisipasi meliputi penyuluh keluarga berencana, penyuluh pertanian, serta berbagai elemen masyarakat yang berperan dalam menjangkau keluarga di daerah.

Keterlibatan lebih dari satu juta agen tersebut diharapkan dapat mempercepat pendaftaran sekaligus meningkatkan kualitas pemutakhiran data sosial dan ekonomi masyarakat secara nasional.

Perlinsos Digital Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah untuk Identifikasi Penerima Bansos

Saifullah menegaskan bahwa pengembangan Perlinsos Digital bertujuan menghadirkan basis data yang lebih akurat dan dapat diperbarui secara waktu nyata atau real time.

Data tersebut diharapkan menjadi pedoman pemerintah dalam menentukan sasaran berbagai program perlindungan sosial agar bantuan dapat diterima masyarakat yang benar-benar memenuhi persyaratan.

"Data yang lebih akurat dan real time, data yang bisa dijadikan pedoman untuk memberikan perlindungan sosial. Dengan begitu, diharapkan bantuan-bantuan pemerintah makin tepat sasaran diterima oleh mereka yang berhak," kata Saifullah.

Menurutnya, kualitas data menjadi faktor penting dalam memastikan efektivitas pelaksanaan program bantuan sosial pemerintah.

Salah satu pembaruan dalam sistem Perlinsos Digital adalah penggunaan teknologi identifikasi penerima manfaat yang tidak lagi hanya mengandalkan informasi nama dan alamat.

Melalui sistem tersebut, profil penerima manfaat juga dilengkapi teknologi pengenalan wajah atau face recognition berbasis biometrik.

Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung proses identifikasi dan pemadanan data sehingga informasi mengenai penerima manfaat dapat diperiksa dengan lebih akurat.

Penerapan identifikasi biometrik menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem pendataan digital dalam penyelenggaraan perlindungan sosial nasional.

Kemensos Integrasikan Data Tanah, Kendaraan, Listrik, dan BPJS

Selain menggunakan teknologi pengenalan wajah, Perlinsos Digital mengintegrasikan berbagai sumber data pemerintah untuk memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Salah satu sumber informasi yang digunakan berasal dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), khususnya data kepemilikan tanah.

Pemerintah juga memanfaatkan data Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) untuk mendukung pemadanan informasi mengenai kepemilikan kendaraan bermotor.

Data penggunaan daya listrik rumah tangga dari PLN turut diintegrasikan sebagai salah satu indikator dalam menilai kondisi sosial ekonomi keluarga.

Selain itu, sistem Perlinsos Digital terhubung dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk memperkuat pemadanan identitas serta informasi kependudukan.

Pemerintah juga mengintegrasikan data BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan guna melengkapi informasi yang digunakan dalam penentuan sasaran program perlindungan sosial.

Saifullah menjelaskan bahwa penggabungan berbagai sumber data tersebut memungkinkan pemerintah melakukan pemadanan berdasarkan sejumlah indikator yang berkaitan dengan kondisi ekonomi keluarga.

Indikator yang digunakan mencakup kepemilikan tanah, kendaraan bermotor, penggunaan listrik rumah tangga, serta informasi kepesertaan jaminan sosial.

Selain itu, pemerintah dapat memanfaatkan informasi mengenai kepemilikan atau keterlibatan seseorang dalam pendirian perusahaan yang tercatat di Kementerian Hukum.

Pemanfaatan berbagai indikator tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi ekonomi calon penerima manfaat.

Melalui integrasi data kependudukan, aset, listrik, jaminan sosial, dan informasi perusahaan, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas DTSEN sebagai dasar penyaluran berbagai bantuan sosial.

Kemensos Targetkan Pendataan 96 Juta Keluarga Rampung pada Akhir 2026

Saifullah menilai pengembangan Perlinsos Digital menjadi salah satu kemajuan dalam upaya pemerintah memperbaiki sistem pendataan dan meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial.

Menurutnya, penguatan basis data yang terintegrasi dapat membantu pemerintah mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih akurat mengenai kondisi masyarakat.

"Ini adalah satu kemajuan yang luar biasa yang dicapai oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan Pak Presiden Prabowo untuk supaya kita bersama-sama menghadirkan data yang lebih akurat," ujar Saifullah.

Dengan jumlah pendaftar yang telah mencapai lebih dari 18,2 juta keluarga, pemerintah masih perlu memperluas jangkauan pendataan untuk memenuhi target sedikitnya 96 juta keluarga hingga akhir tahun.

Kemensos mengandalkan dukungan lebih dari satu juta Agen Perlinsos serta koordinasi berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat untuk mempercepat proses tersebut.

Selain memperluas pendaftaran, pemerintah juga berupaya memastikan data keluarga yang telah masuk dalam sistem terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Melalui penerapan teknologi biometrik, integrasi berbagai sumber data, dan penguatan DTSEN, Kemensos berharap sistem Perlinsos Digital dapat meningkatkan transparansi serta akuntabilitas penyelenggaraan perlindungan sosial.

Pengembangan sistem tersebut diharapkan mampu mendukung penyaluran bantuan sosial yang lebih efektif, tepat sasaran, dan diterima oleh keluarga yang benar-benar berhak memperoleh perlindungan dari pemerintah.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026