
Pantau - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin langsung upacara pemakaman Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar, prajurit TNI AD yang gugur dalam kecelakaan Helikopter MI-17V5 saat menjalankan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Upacara pemakaman dilaksanakan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (5/11/2026), sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada prajurit yang meninggal dunia saat menjalankan tugas negara.
Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar merupakan anggota Skadron 31/Amur Yudha Cakti, Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad), yang bertugas membantu penanganan karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Nurhafiz Akbar gugur akibat kecelakaan Helikopter MI-17V5 milik TNI AD yang terjadi pada Rabu (4/11/2026) ketika helikopter tersebut sedang menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Dalam prosesi pemakaman, Jenderal Tandyo menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum sekaligus memberikan penghormatan atas pengabdian prajurit yang gugur dalam pelaksanaan tugas.
"Kita kehilangan anggota di medan tugas Kodam XXII/Tambun Bungai dalam tugas operasi karhutla," ungkap Jenderal Tandyo.
KSAD juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Tiga Prajurit TNI AD Gugur dalam Kecelakaan Helikopter MI-17V5
Seusai memimpin upacara pemakaman, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menjelaskan bahwa kecelakaan Helikopter MI-17V5 di Kalimantan Tengah menyebabkan tiga prajurit TNI AD gugur saat menjalankan tugas.
Ketiga prajurit tersebut adalah Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo.
Menurut Jenderal Tandyo, ketiganya merupakan prajurit terbaik TNI AD yang telah menjalankan tugas membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
KSAD mengungkapkan bahwa para personel tersebut telah berada di Kalimantan selama sekitar dua bulan sebelum kecelakaan terjadi.
Selama masa penugasan tersebut, ketiganya terlibat dalam kegiatan operasi pemadaman karhutla di wilayah Kodam XXII/Tambun Bungai.
Kecelakaan Helikopter MI-17V5 terjadi di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Rabu (4/11/2026).
Saat kejadian, helikopter milik TNI AD tersebut sedang menjalankan operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Insiden tersebut mengakibatkan tiga personel TNI AD meninggal dunia ketika menjalankan tugas membantu penanganan karhutla.
TNI AD memberikan penghormatan kepada para prajurit yang gugur atas dedikasi dan pengabdian mereka selama melaksanakan tugas operasi di Kalimantan Tengah.
KSAD Minta Kotak Hitam Helikopter MI-17V5 Segera Diperiksa
Selain memberikan penghormatan kepada para korban, KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kecelakaan Helikopter MI-17V5.
Jenderal Tandyo berharap proses pemeriksaan dapat segera dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan helikopter mengalami kecelakaan saat menjalankan operasi pemadaman karhutla.
Salah satu hal yang menjadi perhatian KSAD adalah pemeriksaan kotak hitam atau black box helikopter yang diharapkan dapat memberikan informasi penting mengenai insiden tersebut.
Menurutnya, data yang tersimpan dalam kotak hitam dapat menjadi bahan penyelidikan sekaligus evaluasi terhadap pelaksanaan tugas penerbangan TNI AD.
"Dengan kotak hitam ini kita bisa mengetahui dan menjadi bahan evaluasi latihan-latihan ke depan," tegas Jenderal Tandyo.
KSAD berharap kotak hitam helikopter dapat segera dibuka dan dianalisis untuk memperoleh informasi mengenai kondisi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi.
Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu TNI AD memahami faktor penyebab kecelakaan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan latihan pada masa mendatang.
Evaluasi terhadap kecelakaan Helikopter MI-17V5 menjadi perhatian TNI AD mengingat pesawat tersebut digunakan untuk mendukung operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
Hingga keterangan KSAD disampaikan, penyebab pasti kecelakaan helikopter tersebut belum dijelaskan secara terperinci.
Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan kronologi serta faktor-faktor yang menyebabkan insiden di perairan Desa Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan.
Pemakaman Militer Jadi Penghormatan Terakhir bagi Kapten Nurhafiz Akbar
Upacara pemakaman Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar di TMP Giri Tunggal, Semarang, menjadi bentuk penghormatan TNI AD kepada prajurit yang gugur dalam pelaksanaan tugas negara.
Kehadiran KSAD Jenderal TNI Tandyo Budi Revita sebagai pemimpin upacara menunjukkan penghormatan institusi terhadap pengabdian almarhum selama menjalankan tugas di lingkungan Puspenerbad.
Kapten Nurhafiz Akbar merupakan salah satu dari tiga personel TNI AD yang menjadi korban dalam kecelakaan Helikopter MI-17V5 ketika mendukung operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah.
TNI AD juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Sertu (Anm) Heri Prasetyo yang turut dilaporkan gugur dalam insiden tersebut.
Selain memberikan penghormatan kepada para korban, TNI AD menaruh perhatian pada proses evaluasi kecelakaan untuk mengetahui penyebab insiden dan menjadikannya bahan perbaikan pelaksanaan tugas penerbangan.
Pemeriksaan kotak hitam diharapkan dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam proses penyelidikan serta mendukung peningkatan keselamatan operasi penerbangan TNI AD pada masa mendatang.
- Penulis :
- Shila Glorya




