HOME  ⁄  Nasional

Kodaeral IX Ambon Tuntaskan Penanganan Karhutla di Maluku Tengah, 50 Hektare Lahan dan 5.000 Pohon Terbakar

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kodaeral IX Ambon Tuntaskan Penanganan Karhutla di Maluku Tengah, 50 Hektare Lahan dan 5.000 Pohon Terbakar
Foto: Penutupan Satgas Karhutla Kodaeral IX Ambon di Saleman Maluku Tengah (sumber: Kodaeral IX Ambon)

Pantau - Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon resmi menuntaskan operasi kemanusiaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Negeri Saleman, Kecamatan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, setelah menjalankan misi gabungan selama empat pekan.

Operasi bersama Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) tersebut berhasil mengendalikan kebakaran yang menghanguskan sekitar 50 hektare lahan dan merusak lebih dari 5.000 pohon perkebunan milik masyarakat.

Komandan Kodaeral IX, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menyatakan seluruh rangkaian operasi penanganan Karhutla telah selesai, termasuk pemadaman titik api, pendinginan lahan, dan mitigasi dampak kebakaran.

“Keberhasilan ini menandai tuntasnya operasi gabungan dalam mengendalikan api serta memulihkan wilayah terdampak setelah berlangsung selama beberapa pekan terakhir,” kata Komandan Kodaeral IX Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas di Ambon, Kamis.

Hanarko memberikan apresiasi kepada seluruh personel Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang telah menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan tanggung jawab selama menjalankan misi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Ia juga bersyukur karena seluruh personel beserta material operasi berhasil kembali ke markas dalam kondisi aman dan lengkap setelah menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

“Kami bersyukur seluruh rangkaian misi penanganan karhutla di Maluku Tengah ini dapat diselesaikan dengan tuntas, serta seluruh personel dan material kembali ke markas dalam keadaan aman dan lengkap,” ujarnya.

Satgas Kodaeral IX dan Bakamla Jalankan Operasi Selama Empat Pekan

Operasi penanganan Karhutla di Negeri Saleman melibatkan personel gabungan Kodaeral IX Ambon dan Bakamla RI yang diterjunkan langsung ke kawasan terdampak kebakaran.

Satgas Karhutla Kodaeral IX dipimpin Letnan Dua Laut (T) Arya Maulana Kampai dengan dukungan unsur personel Bakamla RI.

Selama empat pekan, tim gabungan melaksanakan berbagai kegiatan penanganan kebakaran, mulai dari pemadaman titik api, pendinginan area bekas kebakaran, hingga mitigasi dampak bencana terhadap masyarakat.

Pendinginan dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik api pada kawasan hutan dan perkebunan yang sebelumnya terbakar.

Selain memadamkan kebakaran, personel Satgas turut membantu masyarakat menghadapi dampak lingkungan dan sosial ekonomi akibat kerusakan lahan produktif.

Hanarko menilai keberhasilan operasi tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antara Kodaeral IX Ambon dan Bakamla RI dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta merespons kondisi darurat bencana.

Kerja sama kedua institusi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang terdampak kebakaran di wilayah Maluku Tengah.

Setelah seluruh rangkaian operasi dinyatakan selesai, personel Satgas ditarik dari Negeri Saleman menuju Ambon.

Penarikan tersebut sekaligus menandai berakhirnya penugasan Satgas Karhutla Kodaeral IX di Kabupaten Maluku Tengah.

Seluruh personel gabungan selanjutnya dikembalikan ke satuan dan instansi masing-masing untuk melanjutkan tugas kedinasan.

Kebakaran Hanguskan 50 Hektare Lahan dan Ribuan Pohon Cengkih serta Pala

Berdasarkan data dan laporan Pemerintah Negeri Saleman, kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak 13 September 2026 menimbulkan kerusakan cukup besar terhadap lingkungan dan perkebunan masyarakat.

Kebakaran berlangsung selama lebih dari satu bulan hingga pertengahan Oktober 2026 sebelum operasi penanganan dinyatakan selesai.

Luas kawasan terdampak diperkirakan mencapai sekitar 50 hektare yang meliputi lahan perkebunan produktif dan kawasan hutan milik warga.

Lebih dari 5.000 pohon perkebunan utama dilaporkan hangus terbakar akibat peristiwa tersebut.

Tanaman yang mengalami kerusakan didominasi komoditas cengkih dan pala yang selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat Negeri Saleman.

Kerusakan ribuan pohon produktif tersebut berdampak terhadap perekonomian warga karena hasil perkebunan merupakan bagian dari mata pencaharian masyarakat setempat.

Selain mengakibatkan kerugian pada sektor perkebunan, kebakaran juga merusak kawasan hutan warga sehingga membutuhkan langkah pemulihan lingkungan secara berkelanjutan.

Kodaeral IX Pastikan Pemulihan Lahan Berlanjut melalui Penghijauan

Setelah operasi pemadaman dan penanganan Karhutla berhasil dituntaskan, kawasan Negeri Saleman kini memasuki tahap penghijauan kembali untuk memulihkan kondisi lahan dan lingkungan yang terdampak.

Program penghijauan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan hutan dan perkebunan yang mengalami kerusakan akibat kebakaran berkepanjangan.

Hanarko menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan operasi kemanusiaan, khususnya Bakamla RI yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran.

“Saat ini sedang dalam proses penghijauan kembali, saya ucapkan terima kasih kepada pihak yang membantu, terutama Bakamla,” kata dia.

Dengan berakhirnya operasi gabungan selama empat pekan, Kodaeral IX Ambon dan Bakamla RI telah menyelesaikan penugasan penanganan Karhutla di Maluku Tengah.

Sementara itu, proses penghijauan kembali terus menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan lahan produktif masyarakat Negeri Saleman setelah kebakaran yang menghanguskan puluhan hektare kawasan tersebut.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026