HOME  ⁄  Nasional

Polri Luncurkan I-GHAS 24/7 untuk Lacak Buronan Internasional, Bakal Gunakan AI dan Biometrik pada 2027

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Polri Luncurkan I-GHAS 24/7 untuk Lacak Buronan Internasional, Bakal Gunakan AI dan Biometrik pada 2027
Foto: Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto dan Direktur Jenderal (Dirjen) Imigrasi Hendarsam Marantoko berfoto bersama dalam peluncuran aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis 5/11/2026 (sumber: Divisi Humas Polri)

Pantau - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) resmi meluncurkan aplikasi Interpol Global Hit Alert System (I-GHAS 24/7) di Jakarta, Kamis (5/11), untuk memperkuat pengawasan terhadap buronan internasional dan pelaku kejahatan lintas negara yang melintasi pintu masuk Indonesia.

Aplikasi tersebut dikembangkan melalui kerja sama Polri dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi guna mempercepat pertukaran informasi, pemeriksaan identitas, serta koordinasi penanganan buronan di wilayah perbatasan dan perlintasan internasional.

Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto menjelaskan bahwa I-GHAS 24/7 merupakan terobosan kolaboratif yang menghubungkan petugas imigrasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui jaringan Interpol yang menjangkau 196 negara.

“​​Tentunya, itu untuk memperkuat pengawasan buronan internasional dan juga pelaku lintas negara di pintu perlintasan Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis.

Melalui sistem tersebut, petugas imigrasi dapat memeriksa data individu yang melintasi perbatasan dan mengidentifikasi kemungkinan kecocokan dengan informasi buronan internasional.

Apabila ditemukan kecocokan data, petugas dapat segera melakukan verifikasi melalui sistem dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Penggunaan teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan dan ketepatan identifikasi terhadap individu yang masuk dalam pengawasan aparat penegak hukum internasional.

Polri Integrasikan Pengawasan Perbatasan dengan Jaringan Interpol 196 Negara

Suyudi menegaskan bahwa peluncuran I-GHAS 24/7 merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia dari ancaman kejahatan lintas negara.

Menurutnya, perkembangan modus kejahatan internasional harus diimbangi dengan pemanfaatan teknologi yang memungkinkan aparat melakukan identifikasi dan penanganan secara lebih cepat.

“​​Tentunya hal itu perlu kami perkuat dengan teknologi yang senantiasa lebih cepat, lebih tepat untuk identifikasi dan kecepatan dalam penanganannya,” katanya.

Keterhubungan aplikasi dengan jaringan Interpol memungkinkan pertukaran informasi terkait buronan internasional dilakukan secara lebih terkoordinasi antara petugas imigrasi dan Divhubinter Polri.

Sistem tersebut juga dirancang untuk memperkuat mekanisme pengawasan yang selama ini telah berjalan di berbagai pintu masuk dan perlintasan internasional Indonesia.

Dengan integrasi informasi secara digital, petugas di lapangan diharapkan dapat memperoleh data yang diperlukan untuk mendukung proses pemeriksaan identitas dan pengambilan tindakan sesuai kewenangan masing-masing.

Polri Siapkan Teknologi AI dan Data Biometrik pada 2027

Selain meluncurkan I-GHAS 24/7, Polri juga menyiapkan pengembangan sistem dengan teknologi yang lebih maju pada 2027.

Suyudi mengungkapkan bahwa pengembangan tersebut direncanakan memanfaatkan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) serta integrasi data biometrik.

Pemanfaatan kedua teknologi itu diharapkan dapat meningkatkan akurasi pemeriksaan identitas dan mempercepat proses verifikasi terhadap individu yang melintasi perbatasan Indonesia.

Integrasi data biometrik juga direncanakan untuk memperkuat kemampuan sistem dalam mengidentifikasi kemungkinan kecocokan identitas dengan informasi yang tersedia dalam jaringan penegakan hukum internasional.

Sejalan dengan rencana tersebut, Kapolri meminta seluruh jajaran terkait memastikan kesiapan sumber daya manusia dan personel yang akan mengoperasikan aplikasi I-GHAS 24/7.

Suyudi turut menekankan pentingnya menjaga keandalan sistem agar teknologi tersebut dapat digunakan secara optimal dalam mendukung pengawasan perbatasan dan penanganan kejahatan lintas negara.

Ditjen Imigrasi Dukung Integrasi Sistem Pengawasan Buronan Internasional

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Divhubinter Polri dalam menghadirkan aplikasi I-GHAS 24/7 sebagai sarana penguatan koordinasi antarlembaga.

Hendarsam menilai integrasi data dan komunikasi berbasis digital telah menjadi kebutuhan dalam menghadapi tantangan pengawasan perbatasan yang semakin kompleks.

Menurutnya, sistem tersebut diharapkan mampu menghubungkan mekanisme komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah berjalan antara petugas imigrasi dan kepolisian di berbagai daerah perlintasan.

“Bagaimana sebenarnya kolaborasi komunikasi yang telah terjalin, terutama di daerah-daerah perlintasan, akan terhubung melalui suatu sistem yang benar-benar lebih tepat, lebih cepat, lebih akurat,” katanya.

Hendarsam berharap penerapan I-GHAS 24/7 tidak hanya meningkatkan efektivitas pengawasan perbatasan, tetapi juga menjadi awal penguatan kerja sama yang lebih luas antara Ditjen Imigrasi dan Polri.

Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendukung upaya bersama dalam menjaga kedaulatan negara, meningkatkan keamanan nasional, serta menghadapi ancaman kejahatan lintas negara.

Ia juga menegaskan pentingnya kesamaan komitmen, doktrin, dan orientasi pelayanan antara institusi imigrasi dan kepolisian dalam menjalankan tugas masing-masing.

“Komitmen kami bersama, bagaimana kita mempunyai doktrin yang sama, berorientasi yang sama: Imigrasi untuk rakyat, polisi untuk masyarakat,” ujarnya.

Melalui peluncuran I-GHAS 24/7, Polri dan Ditjen Imigrasi memperkuat mekanisme pertukaran informasi, verifikasi data buronan internasional, serta koordinasi penanganan di pintu-pintu perlintasan Indonesia.

Pengembangan teknologi kecerdasan artifisial dan integrasi data biometrik yang direncanakan pada 2027 menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem pengawasan perbatasan untuk menghadapi perkembangan kejahatan lintas negara.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026