
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan kebakaran lahan perkebunan milik warga seluas sekitar dua hektare di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, berhasil dipadamkan oleh satuan tugas (satgas) gabungan melalui operasi pemadaman darat.
Kebakaran yang terjadi pada Kamis, 5 November 2026, tersebut menghanguskan sekitar satu hektare perkebunan jati dan bambu di Magetan serta satu hektare perkebunan kakao di Luwu.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, mengatakan keberhasilan pemadaman tidak terlepas dari kesigapan personel gabungan yang segera bergerak setelah menerima laporan kejadian.
Berton menyampaikan keterangan tersebut di Jakarta pada Jumat (6/11/2026), sekaligus memastikan bahwa kebakaran di kedua wilayah berhasil dikendalikan pada hari yang sama dengan waktu kejadian.
Dalam operasi pemadaman, petugas gabungan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi dengan menarik selang panjang menuju titik-titik kebakaran.
Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke kawasan perkebunan warga lainnya.
Kebakaran Lahan Jati dan Bambu di Magetan Hanguskan Satu Hektare
Kebakaran lahan perkebunan di Kabupaten Magetan terjadi di Desa Sidowayah pada Kamis, 5 November 2026, dengan lokasi terdampak berupa kawasan perkebunan pohon jati dan bambu milik warga.
Peristiwa tersebut dilaporkan kepada tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan untuk segera mendapatkan penanganan.
Setelah menerima laporan, personel BPBD bersama tim gabungan langsung menuju lokasi dan melaksanakan operasi pemadaman darat guna mengendalikan kobaran api.
Petugas menggunakan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi kebakaran untuk menjangkau titik-titik api yang membakar kawasan perkebunan.
Berkat penanganan cepat, kebakaran berhasil dipadamkan hanya dalam beberapa jam setelah laporan diterima.
Berdasarkan data BNPB, luas lahan perkebunan pohon jati dan bambu yang hangus terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.
"Seluas sekitar 1 hektare lahan jati dan bambu yang hangus terbakar. Api berhasil dipadamkan pada hari yang sama. BPBD Kabupaten Magetan bersama tim gabungan langsung melakukan pemadaman darat," kata Berton.
BNPB memastikan seluruh proses pemadaman kebakaran lahan di Desa Sidowayah berhasil diselesaikan pada Kamis, 5 November 2026.
Kebakaran Perkebunan Kakao di Luwu Juga Hanguskan Satu Hektare
Selain di Kabupaten Magetan, kebakaran lahan perkebunan juga melanda Desa Balla, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 5 November 2026.
Berbeda dengan kebakaran di Magetan yang menghanguskan perkebunan jati dan bambu, peristiwa di Luwu terjadi pada kawasan perkebunan kakao milik warga.
Berdasarkan estimasi BNPB, luas perkebunan kakao yang terdampak kebakaran mencapai sekitar satu hektare.
Setelah menerima informasi kejadian, tim satgas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kabupaten Luwu segera melakukan operasi pemadaman untuk mencegah api meluas.
Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar kawasan perkebunan.
Berton mengungkapkan bahwa petugas gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan kebakaran perkebunan kakao tersebut pada hari yang sama dengan waktu kejadian.
Keberhasilan tersebut membuat kebakaran tidak terus meluas ke kawasan perkebunan lainnya di sekitar lokasi.
Satgas Karhutla Luwu Tetap Disiagakan untuk Cegah Api Kembali Menyala
Meskipun kebakaran perkebunan kakao di Kabupaten Luwu telah berhasil dipadamkan, personel satgas karhutla masih disiagakan di sekitar lokasi kejadian.
Kesiagaan tersebut dilakukan di bawah koordinasi pemerintah daerah setempat untuk memastikan seluruh titik api benar-benar padam.
Petugas juga melakukan langkah antisipasi agar sisa-sisa kebakaran tidak kembali memicu munculnya api di kawasan perkebunan warga.
Pengawasan setelah pemadaman menjadi bagian dari upaya memastikan kondisi lokasi kebakaran tetap terkendali.
Sementara itu, BNPB mencatat kedua peristiwa kebakaran yang terjadi di Magetan dan Luwu telah berhasil ditangani melalui operasi pemadaman darat oleh petugas gabungan setempat.
BNPB Tekankan Pentingnya Penanganan Cepat Kebakaran Lahan
Berdasarkan estimasi luas lahan yang disampaikan BNPB, total kawasan perkebunan yang terbakar di Kabupaten Magetan dan Kabupaten Luwu mencapai sekitar dua hektare.
Jumlah tersebut terdiri atas satu hektare perkebunan jati dan bambu di Desa Sidowayah, Magetan, serta satu hektare perkebunan kakao di Desa Balla, Kecamatan Bajo, Luwu.
BNPB menekankan pentingnya kesigapan personel gabungan dalam menangani laporan kebakaran lahan agar api dapat segera dikendalikan.
Respons cepat petugas dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas ke kawasan perkebunan lain yang berada di sekitar titik kejadian.
Melalui koordinasi antara BPBD, satgas karhutla, dan unsur gabungan di daerah, kedua peristiwa kebakaran tersebut berhasil ditangani pada hari yang sama tanpa harus menunggu api menyebar lebih luas.
- Penulis :
- Shila Glorya




