
Pantau - Pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III mengerahkan dua helikopter TNI Angkatan Udara untuk melaksanakan patroli udara guna memantau pergerakan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah.
Patroli udara tersebut dipimpin langsung Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, didampingi Kepala Staf Kogabwilhan III, Marsekal Muda TNI Joko Sugeng Sriyanto.
Dalam keterangan yang diterima di Timika pada Jumat, Lucky Avianto menjelaskan bahwa patroli dilakukan untuk memantau pergerakan anggota TPNPB-OPM yang menurut pihak TNI masih bersembunyi di kawasan lembah dan hutan wilayah Intan Jaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peningkatan pengawasan terhadap sejumlah wilayah yang diduga menjadi lokasi persembunyian kelompok TPNPB-OPM sekaligus mendukung operasi keamanan yang dilaksanakan TNI.
Lucky menegaskan bahwa pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III terus melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut untuk menjaga stabilitas keamanan di Papua.
Menurutnya, operasi keamanan bertujuan menciptakan situasi yang kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan damai.
"Ini juga merupakan upaya kami menciptakan daerah-daerah aman di wilayah Papua," ujarnya.
Pangkogabwilhan III Tinjau Pos TNI dan Berikan Penghargaan kepada Prajurit
Selain melaksanakan patroli udara, Letjen TNI Lucky Avianto mengunjungi sejumlah pos keamanan yang ditempati personel Satuan Tugas (Satgas) TNI Komando Operasi (Koops) Habema di berbagai titik strategis Kabupaten Intan Jaya.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan personel, memeriksa kondisi prajurit, serta melihat secara langsung pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan.
Pangkogabwilhan III juga memberikan dukungan moral dan motivasi kepada para prajurit yang bertugas di wilayah dengan tantangan keamanan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Lucky menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah personel TNI atas dedikasi, prestasi, dan keberhasilan mereka dalam melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara serta melindungi masyarakat Papua.
"Kami menyambangi pos pos kami diawali dengan patroli udara untuk meyakinkan anggota TNI yang bertugas di pos-pos melaksanakan tugas dengan baik. Pada kesempatan ini juga kami juga memberikan piagam penghargaan kepada beberapa prajurit kami melaksanakan tugas dan berhasil," ujarnya.
Peninjauan pos keamanan tersebut juga menjadi bagian dari pengawasan langsung pimpinan terhadap pelaksanaan operasi TNI di wilayah Intan Jaya.
TNI Gelar Pengobatan Gratis dan Salurkan Bantuan untuk Warga Intan Jaya
Di samping menjalankan operasi keamanan, Kogabwilhan III melaksanakan berbagai kegiatan sosial untuk mempererat hubungan antara personel TNI dan masyarakat Papua.
Kegiatan tersebut meliputi makan bersama warga, pelayanan kesehatan, serta pengobatan massal secara gratis bagi masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.
Kogabwilhan III juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok berupa sembako kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain sembako, TNI memberikan bantuan hewan ternak kepada warga untuk dibudidayakan sebagai upaya mendukung kegiatan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan sosial tersebut, Kogabwilhan III berupaya membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mengajak warga berpartisipasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Papua.
Kegiatan sosial ini dilaksanakan bersamaan dengan upaya pengamanan wilayah yang menjadi tanggung jawab pasukan TNI di bawah kendali Kogabwilhan III.
TNI Ajak Anggota OPM Kembali ke NKRI melalui Pendekatan Persuasif
Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan bahwa jajarannya bersama Koops TNI Habema tetap mengedepankan pendekatan persuasif dalam menangani persoalan kelompok OPM dan para simpatisannya.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengajak anggota OPM beserta simpatisannya meninggalkan aktivitas separatis dan kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Lucky menjelaskan bahwa langkah persuasif bertujuan memberikan kesempatan kepada anggota OPM dan simpatisannya untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan Papua.
"Jajaran Kogabwilhan III, Koops TNI Habema melakukan tindakan dan upaya persuasif untuk mengajak saudara-saudara kita anggota OPM dan simpatisan sehingga mereka mau kembali ke pangkuan NKRI dan bersama-sama dengan kami membangun Papua," ujarnya.
Meski mengutamakan pendekatan persuasif, Lucky memastikan prajurit TNI tetap siap mengambil tindakan tegas terhadap kelompok OPM apabila diperlukan dalam pelaksanaan operasi keamanan.
Namun, ia menekankan bahwa setiap tindakan militer harus dilakukan secara terukur serta berpedoman pada hukum, peraturan, dan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaksanaan operasi juga harus mengikuti ketentuan Rules of Engagement (ROE) atau aturan pelibatan yang menjadi pedoman bagi prajurit TNI dalam menjalankan tugas di lapangan.
Pangkogabwilhan III menegaskan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap tindakan yang dilakukan pasukan TNI.
Prinsip tersebut mengacu pada asas hukum salus populi suprema lex esto, yang berarti keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.
Dengan demikian, rangkaian kegiatan Kogabwilhan III di Intan Jaya mencakup patroli udara untuk memantau pergerakan TPNPB-OPM, peninjauan pos keamanan, pemberian penghargaan kepada prajurit, penyaluran bantuan sosial, serta pendekatan persuasif yang disertai kesiapan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan hukum.
Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas keamanan, melindungi masyarakat, dan mendukung terciptanya situasi damai di wilayah Papua.
- Penulis :
- Shila Glorya




