HOME  ⁄  Nasional

Wamenpar Sebut Pekerja Pariwisata sebagai Pahlawan Devisa bagi Indonesia

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Wamenpar Sebut Pekerja Pariwisata sebagai Pahlawan Devisa bagi Indonesia
Foto: Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa (tengah) dan Ketua Umum Ikatan Alumni NHI Bandung Tantowi Yahya (kiri) saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri NHI Family Funwalk di Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Minggu (8/11/2026).

Pantau - Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai para pekerja industri pariwisata layak disebut sebagai pahlawan bangsa karena berkontribusi dalam mendatangkan devisa dan memperkuat perekonomian Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ni Luh seusai menghadiri kegiatan NHI Family Funwalk di Jakarta, Minggu (8/11/2026), menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki peran penting dalam menghasilkan pendapatan negara melalui aktivitas wisata yang melibatkan berbagai pelaku industri.

"Saya katakan teman-teman yang bekerja di industri pariwisata adalah bagian dari pahlawan devisa. Karena kan pariwisata mendatangkan devisa, ya, itu bisa memperkuat juga cadangan devisa kita dalam negeri," kata Ni Luh.

Ia menilai kontribusi pekerja pariwisata tidak hanya terlihat dari pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga dari upaya mereka mengembangkan potensi destinasi bersama masyarakat.

Pekerja Pariwisata Berkontribusi bagi Perekonomian

Ni Luh mengungkapkan bahwa dirinya kerap menyaksikan langsung perjuangan para pelaku industri pariwisata ketika mengunjungi berbagai destinasi wisata di Indonesia.

Salah satu bentuk kontribusi tersebut terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata.

Menurutnya, masyarakat yang bekerja mengelola destinasi, mengembangkan potensi wisata, hingga memberikan pelayanan di sektor perhotelan memiliki peran penting bagi bangsa.

Ia memandang kontribusi tersebut sebagai bentuk perjuangan yang relevan dengan tantangan pembangunan pada masa kini.

Ni Luh juga menekankan bahwa pemaknaan pahlawan tidak harus terbatas pada tokoh yang berjuang secara fisik dalam merebut kemerdekaan.

"Tapi kita juga bisa memperluas sudut pandang kita, melihat orang-orang yang bekerja di sektor pariwisata ini juga adalah pahlawan bagi bangsa ini," ujarnya.

Kemenpar Berikan Penghargaan bagi Penggerak Wisata Daerah

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi masyarakat dalam pengembangan pariwisata, Kementerian Pariwisata menghadirkan penghargaan Local Hero in Tourism.

Penghargaan tersebut diberikan melalui ajang Wonderful Indonesia Awards untuk menghormati dedikasi para penggerak pariwisata di berbagai daerah.

Ni Luh menilai penghargaan itu menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap peran masyarakat yang berkontribusi dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Peran tersebut mencakup upaya pengembangan destinasi dan keterlibatan masyarakat setempat dalam kegiatan pariwisata.

Tantowi Yahya: Pahlawan Masa Kini Berjuang Melawan Kemiskinan

Ketua Umum Ikatan Alumni NHI Bandung Tantowi Yahya turut menyampaikan pandangannya mengenai makna kepahlawanan pada era modern.

Menurut Tantowi, pahlawan masa kini dapat dimaknai sebagai seseorang yang melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia menilai perjuangan pada masa sekarang tidak selalu berkaitan dengan pertempuran fisik atau penggunaan senjata.

Sebaliknya, perjuangan dapat diwujudkan melalui upaya mengatasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

"Bertempur melawan kemiskinan, bertempur melawan kebodohan, bertempur melawan ketertinggalan. Kalau ada tokoh yang menonjol dan diakui masyarakat, dia pahlawan," kata Tantowi.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian Ni Luh bahwa kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara dapat menjadi bagian dari pemaknaan kepahlawanan pada masa kini.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026